Universitaria

Kurangi Polusi Udara, Mahasiswa ITS Ciptakan Katalitik Konverter

228
0
Tiga Mahasisw Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berhasil menyulap gas beracun hasil pembakaran bahan bakar kendaraan (polutan) menjadi gas yang aman dan layak buang.

Tiga mahasiswa Departemen Kimia, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berhasil menyulap gas beracun hasil pembakaran bahan bakar kendaraan (polutan) menjadi gas yang aman dan layak buang.

Surabaya, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Di tangan tiga orang mahasiswa Departemen Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, gas beracun hasil pembakaran bahan bakar kendaraan (polutan) telah disulap menjadi gas yang aman dan layak buang.

Ketiga mahasiswa itu adalah Alvin Rahmad Widiyanto, Ulva Tri Ita Martia, dan Rahadian Abdul Rahman.

Gas beracun yang dimaksud ini merupakan gas pemicu utama terjadinya gangguan atau penyakit pernapasan, seperti karbon monoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon.

“Jika tidak ditangani lebih lanjut, maka keberadaan gas-gas tersebut akan semakin meruah di alam, karena aktivitas manusia yang tak luput dari kendaraan,” tutur Alvin saat dikonfirmasi Fajar Pendidikan, Selasa (26/6/2018).

Guna mengatasi masalah tersebut, lanjut Alvin, timnya terpikir untuk menciptakan katalitik konverter berupa reaktor atau tabung kecil yang berisikan lempengan kawat tembaga dan senyawa kimia padatan, katalis berupa Zeolit-NaY/MnO2.

Menurut Alvin, adanya tembaga dan katalis tersebut berguna mereduksi atau mengubah gas karbonmonoksida, nitrogenoksida, dan hidrokarbon tersebut menjadi gas kabondioksida, nitrogen, uap air, dan ion sulfat. Keempat senyawa hasil konverter tersebut dinilai tim sangat aman dan bermanfaat bagi lingkungan.

“Gas karbondioksida sebagai bahan fotosintesis bagi tumbuhan, nitrogen untuk daya dukung kesuburan tanah, uap air dan ion sulfat sebagai produk yang aman bagi lingkungan,” tambahnya.

Reaktor katalitik ini dipasang pada knalpot kendaraan, disusun sedemikian rupa sehingga model bodi knalpot juga terlihat bagus.

Dari hasil pengujiannya, menunjukkan efiensi konverter yang sangat bagus, yaitu 92,18 persen. “Artinya, sebanyak 92,18 persen kadar gas beracun yang telah berhasil diubah atau direduksi menjadi gas tidak beracun,” tambah Alvin.

Menurut Alvin, kelebihan katalitik konverter ini mampu digunakan dalam satu tahun dengan masa satu kali penggantian bahan. Selain itu, bahan katalis yang digunakan berharga ekonomis dan mudah didapatkan di pasar bahan kimia pada umumnya.

Inovasi yang dikembangkan tim ini, akan ditunjukkan sebagai bentuk karya penelitian pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31 pada bulan Agustus mendatang. Harapan dari tim, bisa mewakili ITS di ajang perlombaan tersebut.

“Kami sangat bangga ketika kami berhasil menjadi perwakilan ITS serta mendapatkan mendali emas kelak,” pungkasnya.

(Ahadri)

Tagged:
Pentas Teater Terkam FSD UNM
Universitaria
Reborn TanGAN Perkusi Makassar: Milad Terkam FSD UNM “Maha Karya Mata Air Kehidupan”
Ketiga mahasiswa Fakultas Teknik Kimia FTI UMI yaitu Mutia Sakina, Elfira Usman, dan Andi Anindita Dzakia berhasil meraih Juara Smart K3 Competition. (Foto: Ist)
Universitaria
Mahasiswa FTI UMI Raih Juara Pertama Smart K3 Competition
(Foto: Ist)
Universitaria
Sebanyak 3.879 Peserta KKN Unhas Tahun 2018 akan Dilepas
admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *