Komunitas

Bangun Imajinasi Anak Melalui Buku

87
0
Kondisi perpustakaan di salah satu sekolah di Bombana. (Foto: /IST)

Kondisi perpustakaan di salah satu sekolah di Bombana. (Foto: /IST)

Komunitas Berbagi Buku Bombana

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Kemunculan ide untuk membuat sebuah gerakan literasi yang diberi nama, Berbagi Buku Bombana ini, berawal dari keprihatinannya melihat kondisi serta pergaulan anak-anak usia sekolah di lingkungannya. Di mana saat ini ia ditempatkan sebagai seorang abdi negara (PNS).

Adalah Misra Lena. Seorang alumnus dari salah satu perguruan tinggi negeri di Makassar yang kini tengah mengabdikan dirinya di salah satu instansi milik pemerintah di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Baginya, berstatus sebagai perantauan tidak hanya memiliki beban tanggung jawab terhadap pekerjaan. Tetapi ada juga beban sosial kepada lingkungan dan masyarakat setempat. “Ini serius loh. Kadang ada stigma yang beredar di masyarakat kalau perantau itu cuma ingin mengambil ‘kekayaan’ di tanah mereka,” ceritanya.

Jadi, lanjutnya, saya ingin patahkan stigma itu. “Sebenarnya cuma itu. Apa yang bisa saya berikan untuk tempat rantauku saat ini. Bukan cuma untuk mengabdi jadi PNS. Itu pun kayaknya pengabdianku sebagai PNS belum ada apa-apanya kalau dibandingkan dengan rezeki yang Tuhan kasih melalui tempat perantauanku,” sambungnya.

Oleh karena itu, melihat kondisi anak-anak usia sekolah yang minatnya bacanya masih kurang dengan berbagai faktor penyebab. Salah satunya adalah sulitnya mendapatkan bahan baca yang layak dibaca. Misra, begitu sapaan akrabnya. Kemudian mengajak rekan sekerjanya di kantor untuk mendirikan gerakan Berbagi Buku Bombana.

“Ini jarak sekolahnya cuma sejam dari Ibu kota kabupaten. Sebegitu sulitnya akses buku di Bombana,” jelasnya sambil memperlihatkan beberapa foto yang menggambarkan suasana perpustakaan di salah satu SD.

“Tadinya mau bikin rumah baca tapi terkendala di dana. Terus di ibu kota kabupaten juga belum ada perpustakaan umum begitu,” bebernya.

Awalnya, cerita Misra, saya bandingkan buku-bukunya keponakanku di sini (Makassar), dengan anak-anak di sana (Bombana). “Di sini, dari dongeng tidur, bukunya keponakanku lumayan. Sampai pengetahuan-pengetahuan umum. Kayak buku pintar begitu, ada. Sedangkan kalau di pelosok belum tentu ada buku pelajarannya tiap anak (ini masih dugaan),” tuturnya.

Kata perempuan berhijab ini, gerakan ini juga bagian dari bentuk sedekah kepada masyarakat setempat. “Iya ‘kan biasaya, sedekah uang atau pakaian yang biasanya disumbangkan ke panti-panti atau ke orang-orang tak mampu begitu. Kita maunya sedekah yang jarang terpikirkan padahal sama pentingnya. Karena membangun imajinasi anak lewat buku itu penting,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menceritakan bahwa saat ini, Gerakan Berbagi Buku Bombana masih memfokuskan kepada penggalangan buku yang akan didonasikan. “Fokus kesitu dulu. Karena gerekan ini juga baru terbentuk pertengahan bulan September kemarin. Setelah itu kami akan mencoba membuka kelas dongeng dan kelas inspirasi. Jadi kegiatannya bertahap,” jelasnya.

Diceritakannya bahwa, minat baca anak-anak di Bombana masih tergolong kurang. “Banyak nonton tv anak-anak di sana. Apalagi sinetron,” bebernya. “Makanya mau bikin kelas mendongeng. Biar mereka ada motivasi buat rajin membaca,” sambungnya.

Terlepas dari itu, ia juga menceritakan sisi lain dari kehidupan masyarakat di sana. “Walau pun daerah terpencil, tapi jangan salah. Pergaulan anak-anak di sana cukup memprihatinkan. Makanya banyak anak-anak yang masih di bawah umur, tapi sudah dinikahkan,” katanya.

Mungkin, sambungnya, mereka cuma lihat kehidupan yang dipertontonkan di sinetron-sinetron begitu (pacaran di sekolah). Padahal ‘kan, banyak kehidupan di luar sana yang menarik untuk di lihat dari berbagai macam sudut.

“Sulit, pasti. Untuk mengubah kebiasan mereka. Tapi usaha saja dulu. Bangun imajinasi mereka kalau mereka bisa melihat perspektif dunia luar sana dengan sebuah buku. Tidak menutup kemungkinan kalau suatu saat nanti mereka juga bisa menjadi seperti B. J. Habibie yang bisa bikin pesawat. Makanya butuh bacaan yang variatif untuk dukung semua imajinasi mereka yang positif,” ujarnya.

Bagi yang ingin menyumbangkan buku yang ingin didonasikan bisa dikirim langsung ke Bombana.  Dengan alamat Berbagi Buku Bombana a.n. Naafia, BTN Pasir Putih Blok B3 No. 7, Kel. Kasipute, Kec. Rumbia, Kab. Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kode Pos 93771.

“Tapi kalau ingin menyumbang tapi tidak punya buku, bisa donasinya berupa dana, nanti kami yang belanjakan bukunya,” jelasnya.

Jenis buku yang didonasikan adalah buku bacaan anak yang layak baca, seperti: buku pengetahuan umum untuk SD, buku cerita inspiratif (biografi dan autobiografi), buku bergambar tematik, buku dongeng anak, kamus, ensiklopedia, atlas, dan lain sebagainya.

 

Reporter: Ibhel

Tagged:
Jepretan Layar 2018-04-05 pada 06.26.49 PM
Komunitas
Komitmen Cerdaskan Anak Desa Kahayya
Pendekar Anak Makassar
Komunitas
3CM: Giat ‘Pendekar Anak Makassar’ Setop Eksploitasi Anak
2a
Komunitas
Merajut Asa Para Petani
admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *