Gowa, – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 113 Posko 6 di Desa Bolaromang, Kabupaten Gowa, menginisiasi program pemanfaatan limbah pertanian dengan mengolah sekam padi menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif. Program yang berlangsung sejak 26 Desember 2024 hingga 6 Februari 2025 ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang potensi sekam padi sebagai solusi energi ramah lingkungan dan bernilai ekonomi.
Sekam padi yang selama ini dianggap sebagai limbah di Desa Bolaromang ternyata memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Pemanfaatan sekam padi menjadi briket diyakini mampu mengurangi sampah pertanian serta menyediakan bahan bakar yang lebih ekonomis dan berkelanjutan.
Program ini diawali dengan observasi untuk menganalisis ketersediaan bahan baku serta peluang pemanfaatannya. Mahasiswa kemudian mengadakan pelatihan pembuatan briket sekam padi kepada masyarakat, termasuk sosialisasi manfaat penggunaannya. Selain itu, mereka juga menyusun panduan informatif sebagai bahan edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan.
Tak hanya berdampak pada pengelolaan limbah, inisiatif ini juga membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat. Dengan memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk bernilai jual, diharapkan program ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya energi alternatif serta menciptakan solusi ekonomi berbasis lingkungan.