Beranda blog Halaman 135

Sejarah, Jenis, Makna Dan Filosofi Pakaian Adat Banten

Pakaian adat Banten mencerminkan warisan budaya masyarakat Banten yang kaya akan nilai sejarah dan filosofi, dipengaruhi oleh berbagai budaya seperti Sunda, Jawa, Islam, serta pengaruh kerajaan dan kebudayaan lokal. Masyarakat Banten menjunjung tinggi adat dan tradisi, sehingga pakaian adat mereka kaya akan simbol yang mencerminkan nilai luhur dan spiritualitas. Berikut adalah sejarah, jenis, makna, dan filosofi pakaian adat Banten.

1. Sejarah Pakaian Adat Banten

Pakaian adat Banten dipengaruhi oleh sejarah panjang wilayah ini sebagai pusat kerajaan Islam di Nusantara, terutama pada masa kejayaan Kesultanan Banten pada abad ke-16 hingga abad ke-19.

Kesultanan Banten memiliki pengaruh besar dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut, yang berdampak pula pada bentuk dan jenis pakaian adatnya. Pengaruh ini terlihat dari pakaian yang sederhana dan cenderung tertutup, sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dibawa oleh masyarakat setempat.

2. Jenis-Jenis Pakaian Adat Banten

Pakaian adat Banten memiliki beberapa jenis, yang masing-masing dipakai pada acara atau kegiatan tertentu, baik dalam keseharian maupun upacara adat:

  • Pakaian Pangsi
    • Pakaian ini dikenakan oleh pria Banten, yang terdiri dari baju longgar berwarna hitam atau putih serta celana longgar. Biasanya dipadukan dengan ikat kepala atau iket khas Banten.
    • Fungsi: Pakaian ini dikenakan untuk kegiatan sehari-hari dan kegiatan upacara adat, seperti pencak silat. Pangsi menunjukkan kesederhanaan dan kedekatan dengan alam.
  • Baju Keseharian Perempuan
    • Wanita Banten pada umumnya mengenakan kebaya polos yang sederhana dan kain batik. Kebaya ini biasanya berwarna lembut seperti putih, merah muda, atau biru, yang melambangkan keanggunan.
    • Selendang: Dikenakan sebagai pelengkap kebaya, digunakan untuk menutupi kepala atau melingkar di bahu.
  • Pakaian Pengantin Adat Banten
    • Pakaian pengantin Banten lebih mewah dan berwarna-warni, serta dilengkapi dengan perhiasan dan ornamen.
    • Pria: Mengenakan jas tertutup dengan kain batik dan ikat kepala, sering kali berwarna cerah atau emas. Baju ini dihiasi ornamen yang melambangkan kebangsawanan.
    • Wanita: Memakai kebaya panjang berwarna cerah dengan hiasan kepala, seperti mahkota atau rangkaian bunga melati, yang melambangkan kesucian dan keanggunan.
  • Baju Bedouin
    • Baju Bedouin adalah pakaian khusus yang dipakai oleh masyarakat Suku Baduy (Bedouin), kelompok etnis asli di Banten yang masih mempertahankan gaya hidup tradisional.
    • Pria: Memakai baju berwarna putih polos atau hitam, celana pendek, dan ikat kepala hitam (bagi masyarakat Baduy Dalam) atau biru (untuk masyarakat Baduy Luar).
    • Wanita: Mengenakan kebaya sederhana berwarna gelap dengan sarung kain polos.

3. Makna dan Filosofi Pakaian Adat Banten

Pakaian adat Banten sarat dengan simbol-simbol filosofis yang mencerminkan nilai-nilai spiritual, kebersahajaan, serta kedekatan dengan alam. Beberapa di antaranya adalah:

  • Kesederhanaan dan Kerendahan Hati: Pakaian pangsi dan kebaya polos mencerminkan kesederhanaan masyarakat Banten. Warna yang dominan, seperti hitam dan putih, melambangkan kedekatan mereka dengan alam dan kerendahan hati.
  • Keagungan dan Kesucian: Pakaian pengantin adat yang mewah mencerminkan kebangsawanan dan keagungan dalam tradisi Banten, sedangkan hiasan kepala melati pada pengantin wanita melambangkan kesucian.
  • Ketahanan dan Keuletan: Pakaian Suku Baduy, khususnya ikat kepala biru dan hitam, melambangkan ketahanan dan keteguhan dalam memegang prinsip hidup. Warna hitam juga menandakan kekuatan serta keteguhan dalam menjaga nilai-nilai tradisi.
  • Spiritualitas: Kesederhanaan dalam pakaian adat mencerminkan nilai-nilai spiritual masyarakat Banten, khususnya dalam tradisi Baduy yang hidup dekat dengan alam dan menjunjung tinggi kehidupan yang sederhana.

4. Peran Pakaian Adat dalam Kehidupan Masyarakat Banten

Pakaian adat Banten bukan hanya sekadar penanda budaya, tetapi juga ekspresi identitas yang kental dengan nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal. Masyarakat Banten menjadikan pakaian adat sebagai bagian penting dari upacara adat, pernikahan, dan acara tradisional lainnya. Bagi masyarakat Baduy, pakaian adat merupakan perwujudan dari kepercayaan mereka dan aturan yang telah ditetapkan oleh leluhur.

Secara keseluruhan, pakaian adat Banten tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung filosofi yang mendalam tentang kehidupan masyarakat Banten. Dari warna, desain, hingga tata cara mengenakannya, pakaian adat ini mencerminkan penghormatan masyarakat Banten terhadap nilai tradisi, agama, dan kelestarian budaya.

Sejarah, Jenis, Makna Dan Filosofi Pakaian Adat Jawa Barat

Pakaian adat Jawa Barat mencerminkan budaya masyarakat Sunda yang terkenal dengan kesederhanaan, keanggunan, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Berikut adalah sejarah, jenis, makna, dan filosofi pakaian adat Jawa Barat.

1. Sejarah Pakaian Adat Jawa Barat

Sejarah pakaian adat Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh kebudayaan Sunda yang kental, dengan pengaruh dari kerajaan-kerajaan di masa lampau seperti Kerajaan Sunda, Galuh, dan Pajajaran. Kerajaan-kerajaan ini mempengaruhi tatanan sosial masyarakat Sunda, termasuk dalam gaya berbusana. Selain itu, interaksi dengan pedagang dari Arab, Tiongkok, dan India juga memberi warna pada pakaian adat, baik dalam corak, kain, maupun perhiasannya.

2. Jenis-Jenis Pakaian Adat Jawa Barat

Pakaian adat Jawa Barat dibedakan berdasarkan kelas sosial serta acara tertentu. Berikut adalah jenis-jenisnya:

  • Pakaian untuk Rakyat Biasa
    Pakaian ini dikenakan oleh masyarakat sehari-hari. Ciri khasnya adalah kesederhanaan, tanpa terlalu banyak hiasan atau ornamen.

    • Pria: Memakai pangsi, yaitu pakaian sederhana berupa baju dan celana longgar. Biasanya dipadukan dengan ikat kepala (iket) khas Sunda.
    • Wanita: Mengenakan kebaya sederhana yang dipadukan dengan kain jarit atau sarung batik.
  • Pakaian untuk Bangsawan atau Keluarga Kerajaan
    Pakaian ini lebih mewah dengan bahan yang lebih halus, serta banyak hiasan dan ornamen.

    • Pria: Mengenakan baju beskap atau jas tutup dengan hiasan kain batik di pinggang, serta aksesoris seperti keris.
    • Wanita: Memakai kebaya berbahan beludru yang dihiasi dengan sulaman atau ornamen emas. Biasanya juga memakai konde (sanggul) dengan hiasan bunga melati.
  • Pakaian Pengantin Sunda
    Pakaian pengantin adat Sunda penuh dengan simbol dan makna.

    • Pria: Memakai jas tutup atau beskap dengan celana panjang, serta kain batik khas Sunda. Aksesoris yang dikenakan termasuk ikat kepala atau mahkota serta keris.
    • Wanita: Mengenakan kebaya berwarna cerah, dipadukan dengan kain batik atau songket. Rambutnya ditata dengan sanggul yang dihiasi melati atau mahkota perhiasan.
  • Baju Bedahan
    Jenis pakaian ini sering dipakai untuk acara resmi atau formal seperti upacara adat dan pernikahan. Biasanya terdiri dari kebaya dan kain batik untuk wanita, serta jas tutup dan kain batik untuk pria.

3. Makna dan Filosofi Pakaian Adat Jawa Barat

Pakaian adat Jawa Barat memiliki makna filosofis yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Sunda:

  • Kesederhanaan dan Kesantunan: Pakaian adat yang dikenakan oleh rakyat biasa, seperti pangsi dan kebaya sederhana, mencerminkan sifat sederhana dan bersahaja masyarakat Sunda. Mereka menghargai kesederhanaan dan kesantunan dalam bertindak serta berpakaian.
  • Kebijaksanaan dan Kehormatan: Pakaian untuk kalangan bangsawan, dengan beskap dan hiasan kain batik di pinggang, menunjukkan kewibawaan serta kehormatan seorang pria Sunda. Hiasan kepala dan keris juga melambangkan keberanian dan tanggung jawab.
  • Keanggunan dan Kemurnian: Pada pakaian pengantin, hiasan melati yang dikenakan pengantin wanita melambangkan kesucian dan kemurnian cinta. Warna pakaian pengantin yang cerah juga melambangkan harapan baru dan kebahagiaan dalam kehidupan berumah tangga.
  • Keterikatan dengan Alam: Penggunaan kain batik atau iket dengan motif-motif yang terinspirasi dari alam, seperti motif kawung dan megamendung, menunjukkan kecintaan masyarakat Sunda terhadap alam serta penghormatan mereka terhadap kekuatan alam.

4. Peran Pakaian Adat dalam Kehidupan Masyarakat Sunda

Pakaian adat Jawa Barat bukan hanya sekadar busana, tetapi juga menjadi salah satu cara masyarakat Sunda dalam mengekspresikan identitas budaya mereka. Penggunaan pakaian adat pada upacara adat, pernikahan, dan festival budaya menjadi bentuk pelestarian tradisi. Selain itu, pakaian adat Jawa Barat juga digunakan dalam berbagai acara resmi, seperti penyambutan tamu kehormatan, yang menunjukkan nilai keramahan dan kehangatan masyarakat Sunda.

Secara keseluruhan, pakaian adat Jawa Barat mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Sunda, mulai dari filosofi kesederhanaan hingga kebijaksanaan. Setiap elemen pada pakaian adat ini menunjukkan makna yang mendalam dan mengandung pesan-pesan kehidupan yang luhur, menjadikannya sebagai salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan.

Sejarah, Jenis, Makna Dan Filosofi Pakaian Adat DKI Jakarta

Pakaian adat DKI Jakarta merupakan cerminan dari kekayaan budaya dan identitas masyarakat Betawi yang tinggal di wilayah ibu kota Indonesia. Pakaian ini tidak hanya melambangkan keberagaman etnis dan sejarah Jakarta sebagai pusat perdagangan dan budaya, tetapi juga memuat makna filosofis yang mendalam. Berikut ini penjelasan mengenai sejarah, jenis, makna, dan filosofi pakaian adat DKI Jakarta.

1. Sejarah Pakaian Adat Betawi

Pakaian adat Betawi memiliki akar sejarah yang kuat, mencerminkan akulturasi budaya yang terjadi akibat interaksi masyarakat Jakarta dengan berbagai bangsa, seperti Arab, Tionghoa, Melayu, dan Belanda. Keanekaragaman etnis ini membawa pengaruh besar pada pakaian adat Betawi, baik dalam desain maupun pemilihan warna dan bahan.

Misalnya, bentuk jubah dan kerudung pada pakaian adat pria dan wanita Betawi banyak terinspirasi dari budaya Arab dan Melayu, sementara aksesoris berwarna mencolok menggambarkan pengaruh Tionghoa.

2. Jenis-Jenis Pakaian Adat DKI Jakarta

Pakaian adat Betawi memiliki beberapa jenis berdasarkan kegunaannya, baik untuk acara resmi maupun sehari-hari. Berikut beberapa jenisnya:

  • Baju Sadariah dan Kebaya Kerancang:
    • Baju Sadariah adalah pakaian khas pria Betawi yang terdiri dari baju koko putih atau hitam yang dikenakan bersama celana panjang. Pakaian ini sering dipadukan dengan kain sarung yang dililitkan di pinggang. Pakaian ini biasanya digunakan untuk acara resmi, terutama dalam acara keagamaan.
    • Kebaya Kerancang adalah pakaian tradisional untuk wanita Betawi, berupa kebaya yang dihiasi dengan sulaman atau renda. Pakaian ini sering dipadukan dengan kain batik bermotif khas Betawi dan selendang.
  • Baju Ujung Serong:
    • Pakaian ini dikenakan oleh pria pada upacara adat dan pernikahan. Baju ini terdiri dari jas tertutup berwarna gelap, celana panjang, sarung yang dililit di pinggang, dan peci sebagai penutup kepala. Baju ujung serong mencerminkan kematangan dan kebijaksanaan seorang pria Betawi.
  • Busana Pengantin Betawi:
    • Pakaian pengantin Betawi terinspirasi dari pakaian bangsawan Tionghoa. Pengantin pria memakai baju jubah model Tiongkok, celana panjang, dan selop. Sedangkan pengantin wanita mengenakan kebaya panjang berwarna cerah dan rok lebar. Keduanya mengenakan mahkota atau hiasan kepala yang terbuat dari bunga melati, yang menambah kesan mewah.

3. Makna dan Filosofi Pakaian Adat Betawi

Setiap elemen dalam pakaian adat Betawi memiliki makna dan filosofi tertentu yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan masyarakat Betawi:

  • Kesederhanaan dan Ketaatan Beragama: Pakaian adat Betawi yang sederhana mencerminkan sifat rendah hati dan kesederhanaan masyarakat Betawi. Warna putih pada baju koko atau baju sadariah juga melambangkan kemurnian dan ketaatan dalam beragama.
  • Kehormatan dan Keberanian: Baju ujung serong, yang biasanya dipakai dalam acara resmi, melambangkan keberanian dan sikap seorang pria yang penuh tanggung jawab. Penutup kepala, seperti peci, menunjukkan sikap hormat kepada orang lain.
  • Keharmonisan dan Keberagaman Budaya: Busana pengantin Betawi yang menggabungkan unsur-unsur dari berbagai budaya menunjukkan keterbukaan masyarakat Betawi terhadap kebudayaan lain, serta menggambarkan keragaman budaya yang harmonis di Jakarta.

4. Peran Pakaian Adat dalam Kehidupan Masyarakat Betawi

Pakaian adat DKI Jakarta tidak hanya berfungsi sebagai simbol kebudayaan, tetapi juga sebagai cara bagi masyarakat Betawi untuk melestarikan identitas mereka di tengah modernisasi. Penggunaan pakaian adat pada acara-acara besar, seperti pernikahan dan festival budaya, menjadi bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus usaha menjaga keberlangsungan budaya Betawi di Jakarta.

Secara keseluruhan, pakaian adat Betawi di DKI Jakarta merupakan perpaduan yang kaya antara warisan sejarah, makna filosofis, dan simbolisasi dari nilai-nilai hidup yang masih dipegang erat oleh masyarakat Betawi. Warna, bentuk, dan aksesorisnya tidak hanya mencerminkan estetika, tetapi juga menjadi ekspresi identitas yang mengakar pada sejarah panjang interaksi antarbudaya di Jakarta.

BERITA FOTO: ANBK di SD Inpres Galangan Kapal II

0

Pelaksanaan ANBK Literasi dan Numerasi UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II Makassar, Senin, 28-29 Oktober 2024 berjalan dengan aman dan lancar.

Renungan Harian Kristen, Minggu, 3 November 2024: Ihwal Menjadi Hamba Yesus

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Minggu, 3 November 2024 berjudul: Ihwal Menjadi Hamba Yesus

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Galatia 2:19-20

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Ihwal Menjadi Hamba Yesus

Galatia 2:19-20 2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

Pengantar:

Semangat kekristenan timbul saat saya dengan penuh sadar menyerahkan hak saya dan menjadi hamba bagi Yesus Kristus. Sebelum saya melakukan hal itu, saya tidak akan menjadi seorang percaya seperti yang Allah maksudkan.

Renungan Harian Kristen, Minggu, 3 November 2024

Kata-kata dalam ayat di atas memiliki arti hancur dan runtuhnya kebebasan saya dengan tangan saya sendiri, dan menyerahkan hidup saya pada kemahakuasaan Tuhan Yesus. Tidak seorang pun dapat melakukan hal ini bagi saya, saya harus melakukannya sendiri. Allah dapat saja membawa saya pada keadaan ini 365 kali setahun, tetapi Dia tidak dapat memaksa saya untuk menjalaninya.

Hal itu berarti penghancuran “cangkang luar” kebebasan individual saya dari Allah dan pembebasan diri sendiri dan sifat/natur saya untuk menyatu dengan Dia; tidak mengikuti pikiran saya sendiri, tetapi memilih kesetiaan mutlak kepada Yesus. Begitu saya berada pada keadaan ini, maka tidak ada kemungkinan untuk salah paham akan panggilan-Nya untuk menjadi hamba-Nya.

Sangat sedikit dari kita yang mengetahui tentang hal kesetiaan kepada Kristus atau memahami apa yang Ia maksud ketika Ia berkata, “… karena Aku” (Matius 5:11). Itulah yang membuat seorang percaya teguh dan kuat seperti besi.

Apakah penghancuran kebebasan saya sudah terjadi? Bila belum, semua hal lain yang kita kerjakan adalah keagamaan palsu saja. Satu-satunya hal yang harus diputuskan adalah: maukah saya menyerah? Maukah saya berserah kepada Yesus, tanpa syarat apa pun mengenai bagaimana cara kehancuran itu terjadi?

Saya harus dihancurkan terhadap pengertian saya tentang diri saya sendiri. Bila saya mencapai titik tersebut, realitas dari penyatuan adikodrati dengan Yesus Kristus segera terjadi. Dan, kesaksian Roh Allah tidak pernah salah — “Aku telah disalibkan dengan Kristus ….”

Semangat kekristenan timbul saat saya dengan penuh sadar menyerahkan hak saya dan menjadi hamba bagi Yesus Kristus. Sebelum saya melakukan hal itu, saya tidak akan menjadi seorang percaya seperti yang Allah maksudkan.

Bagi Allah, jumlah bukan soal. Seorang siswa dalam setahun yang mendengar panggilan Allah sudah cukup bagi Allah untuk menunjukkan keberadaan/eksistensi suatu sekolah Pelatihan PI (Pemberitaan Injil). Nilai sekolah pengutusan tidak pada organisasi maupun akademik.

Satu-satunya nilai keberadaannya adalah untuk Allah, menjadi alat di tangan Allah bagi pekerjaan Allah. Apakah kita mau mengizinkan Dia untuk mengerjakan pekerjaan-Nya melalui kita, atau apakah kita lebih peduli dengan gagasan atau pemikiran kita sendiri mengenai menjadi apa kita nantinya sebagai hamba Tuhan?

Demikian Renungan hari ini, Minggu, 3 November 2024 diambil dari Galatia 2:19-20 yang mengisahkan tentang Ihwal Menjadi Hamba Yesus dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

7 Obat Batuk Alami, Aman, Efektif dan Mudah Didapat

0

Apakah Anda sering mengalami batuk? Saat batuk muncul, biasanya kita langsung mencari obat untuk meredakannya, sering kali dalam bentuk tablet atau sirup. Namun, tahukah Anda bahwa ada juga obat batuk yang terbuat dari bahan-bahan alami?

Obat batuk alami bisa menjadi alternatif yang efektif untuk meredakan gejala batuk tanpa efek samping dari obat-obatan kimia. Berbagai bahan alami telah digunakan secara tradisional untuk mengobati batuk, baik yang disebabkan oleh pilek, alergi, maupun iritasi tenggorokan.

Berikut ini adalah 7 rekomendasi obat batuk alami yang mudah didapat dan dapat dicoba:

Madu

Madu tidak hanya manis, tetapi juga bermanfaat untuk meredakan batuk. Penelitian dari British Medical Journal menunjukkan bahwa madu bisa mengurangi gejala batuk hingga 91 persen.

Disarankan untuk mengonsumsi dua sendok teh madu sebelum tidur, karena batuk cenderung meningkat di malam hari. Anda juga bisa mencampurkan madu dengan air hangat, susu, atau teh untuk rasa yang lebih enak.

Jahe

Jahe telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Kandungan antibakteri, antiradang, dan antivirusnya dapat membantu melawan penyebab batuk serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Cukup gunakan dua sendok bubuk jahe atau beberapa potong jahe dalam masakan dan minuman Anda.

Bawang Putih

Bawang putih dikenal sebagai bahan masakan, tetapi juga memiliki sifat antiseptik yang dapat membunuh bakteri penyebab batuk. Mengonsumsi bawang putih secara rutin dapat mencegah dan mengurangi gejala batuk serta mempercepat pemulihan dari flu.

Lemon

Lemon kaya akan vitamin C dan antioksidan, yang bermanfaat untuk meredakan batuk dan meningkatkan imunitas. Lemon juga baik untuk sakit tenggorokan karena membantu memecah lendir. Jika rasa asamnya terlalu kuat, Anda bisa mencampurkan perasan lemon dengan air hangat dan madu.

Kunyit

Kunyit sering digunakan dalam masakan dan juga efektif meredakan batuk. Senyawa kurkuminoid dalam kunyit memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan yang dapat mengurangi iritasi pada saluran pernapasan. Anda bisa mengonsumsi kunyit dalam bentuk minuman seperti kunyit asam atau susu kunyit.

Makanan Probiotik

Makanan probiotik seperti kimchi, yogurt, dan tempe bermanfaat tidak hanya untuk pencernaan tetapi juga dapat membantu meredakan batuk. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang mengonsumsi probiotik memiliki risiko lebih rendah terkena infeksi saluran pernapasan.

Daun Mint

Daun mint sering digunakan sebagai penyedap, dan juga memiliki khasiat untuk menyembuhkan batuk. Kandungan mentolnya membantu menenangkan tenggorokan dan memperlancar pernapasan. Anda bisa merebus daun mint dan meminum airnya atau menghirup uapnya untuk meredakan saluran pernapasan.

Semoga rekomendasi ini bermanfaat bagi Anda dalam mengatasi batuk! (*)

Panduan Liburan Keluarga di Bali 3 Hari 2 Malam, Ramah Anak

0

Bali, yang dikenal sebagai Pulau Dewata, adalah destinasi wisata terkenal baik di Indonesia maupun secara internasional. Selain menjadi surga bagi pasangan pengantin baru atau para petualang muda, Bali juga merupakan tujuan ideal bagi keluarga dengan anak-anak.

Dengan pemandangan alam yang menakjubkan, budaya yang kaya, dan kuliner yang lezat, Bali menawarkan pengalaman yang tak terlupakan untuk Anda dan keluarga. Jika Anda merencanakan liburan keluarga ke Bali, berikut adalah itinerary 3 hari 2 malam yang cocok untuk keluarga. Yuk, simak panduan ini!

Hari 1: Ubud – Menyelami Alam dan Budaya

Pagi:
Mulailah hari dengan sarapan di Fancy Cup Cafe Ubud yang ramah keluarga. Nikmati hidangan tradisional Indonesia seperti Nasi Goreng atau Mie Goreng untuk energi sebelum beraktivitas.

Setelah sarapan, ajak si kecil ke Sacred Monkey Forest Sanctuary di pusat Ubud. Anak-anak akan terhibur dengan tingkah laku monyet yang lincah. Namun, tetap waspada terhadap barang bawaan ya!

Siang:
Lanjutkan dengan kunjungan ke Pasar Seni Tradisional Ubud. Mama bisa melihat-lihat berbagai cinderamata dan kerajinan tangan, atau mengajak anak berinteraksi dengan para penjual.

Untuk makan siang, cobalah kuliner khas Bali di Ayam Betutu Pak Sanur yang terkenal enak di Ubud.

Sore: 
Setelah makan siang, kunjungi Tegalalang Rice Terrace untuk menikmati pemandangan sawah terasering yang ikonik. Ajak anak-anak berjalan di antara sawah sambil menikmati keindahan alam.

Sebagai akhir hari pertama, kunjungi Pura Tirta Empul, tempat suci dengan air yang diyakini memiliki kekuatan menyembuhkan. Anak-anak bisa merasakan kesegaran airnya untuk pengalaman yang unik.

Hari 2: Pantai Nusa Dua – Bersantai dan Wisata Air

Pagi:
Mulailah hari kedua dengan bersantai di Pantai Nusa Dua yang menawan. Biarkan anak-anak bermain di pasir putih dan menikmati matahari pagi.

Setelahnya, eksplorasi lebih jauh Pantai Nusa Dua dan nikmati berbagai aktivitas air yang menyenangkan. Anda dan keluarga bisa mencoba snorkeling di sekitar terumbu karang berwarna-warni atau menyewa kano untuk menjelajahi pantai.

Siang:
Untuk makan siang, kunjungi salah satu restoran pinggir pantai di Nusa Dua, seperti Shrimpis, yang terkenal dengan hidangan seafood-nya yang lezat. Selain menikmati makanan yang menggugah selera, Anda akan dimanjakan dengan pemandangan laut yang menakjubkan. Pastikan untuk memilih hidangan yang ramah anak!

Sore: 
Di sore hari, ajak anak-anak untuk mengunjungi Pulau Penyu di Nusa Dua. Di sini, mereka bisa berinteraksi dengan penyu dan belajar tentang upaya pelestarian spesies ini.

Selain itu, Anda juga bisa menikmati aktivitas lain seperti berkuda di pantai atau bersepeda di sekitar area.

Setelah puas bermain, kembali ke hotel untuk bersantai dan menikmati makan malam bersama keluarga. Jangan lupa untuk meminta rekomendasi kepada staf hotel untuk mencicipi hidangan lokal yang autentik sebagai penutup hari yang menyenangkan.

Hari 3: Jimbaran – Wisata Alam dan Seafood

Pagi:
Untuk hari terakhir di Bali, mulailah dengan menikmati matahari terbit di Pantai Jimbaran yang tenang. Biarkan anak-anak bermain di sepanjang pantai sambil Anda menyaksikan keindahan sunrise yang menenangkan.

Siang:
Setelah itu, kunjungi Taman Ayun, kompleks kuil Hindu yang terkenal dengan arsitektur tradisional Bali yang megah. Anak-anak bisa bermain dan menjelajahi taman yang luas sambil Mama menikmati keindahan tempat ini.

Untuk makan siang, cobalah Warung Ramayana Ikan Bakar Jimbaran, yang dikenal sebagai salah satu pelopor warung ikan bakar di kawasan tersebut. Nikmati berbagai hidangan seafood segar dengan harga yang bersahabat.

Sore:
Jelang sore, manfaatkan kesempatan terakhir untuk mengeksplorasi keindahan alam bawah laut Bali melalui snorkeling atau scuba diving. Anda bisa mengajak anak-anak menikmati pemandangan bawah laut yang berwarna-warni. Namun, pastikan untuk memeriksa dengan dokter apakah kegiatan ini aman untuk si kecil dan perhatikan syarat serta ketentuan dari tempat wisata.

Setelah hari penuh petualangan, saatnya bersiap untuk kembali ke rutinitas dengan membawa banyak kenangan indah. Jangan lupa untuk membeli oleh-oleh dari Bali untuk keluarga atau teman dekat sebagai kenang-kenangan.

Dengan itinerary ini, Anda dan keluarga dapat menikmati berbagai pengalaman terbaik di Bali, mulai dari keindahan alam hingga kelezatan kuliner lokal. (*)

Resep Brownies Pisang JTT Versi Kukus, Lezat dan Lembut

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Brownies Pisang JTT Versi Kukus by @aniktriwina. Brownies Pisang JTT Versi Kukus adalah pilihan yang lezat untuk pencinta kue yang ingin menikmati sesuatu yang lembut dan moist.

Berikut beberapa ulasan mengenai brownies ini:

Rasa: Kombinasi rasa pisang yang manis dengan cokelat memberikan pengalaman yang menggugah selera. Rasa pisang tidak terlalu mendominasi, tetapi cukup memberi kelembutan yang khas.

Tekstur: Karena dikukus, brownies ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan moist. Ini membuat setiap suapan terasa ringan dan tidak berat, cocok untuk cemilan kapan saja.

Kesehatan: Menggunakan pisang sebagai bahan utama membuat brownies ini sedikit lebih sehat dibandingkan dengan brownies tradisional. Pisang juga menambah serat dan nutrisi.

Penyajian: Bisa disajikan hangat atau dingin. Menambahkan sedikit taburan cokelat leleh atau kacang di atasnya dapat menambah daya tarik.

Kemudahan: Proses pengukusan relatif mudah, membuatnya menjadi pilihan yang praktis untuk dicoba di rumah.

Secara keseluruhan, Brownies Pisang JTT Versi Kukus adalah pilihan yang enak, sehat, dan mudah dibuat, cocok untuk dinikmati sendiri atau dibagikan kepada teman dan keluarga.

Resep Brownies Pisang JTT Versi Kukus

Loyang 22x11x6

Bahan:

  • 75 g Dark cooking chocolate
  • 75 g gula pasir
  • 40 g butter
  • 1 sdt vanilla extract
  • 1 butir telur ayam ukuran besar, kocok lepas
  • 150g pisang
  • 50g tepung terigu protein sedang
  • ½ sdt Baking Powder
  • ¼ sdt baking soda
  • 10g coklat bubuk
  • ¼ sdt garam halus

Cara Membuat Brownies Pisang JTT Versi Kukus

  1. Siapkan loyang, oles dengan margarin dan alasi kertas roti. Panaskan kukusan, tutup bungkus kain.
  2. Lumatkan pisang dengan garpu. Sisihkan.
  3. Campur dan aduk rata tepung terigu, baking powder, baking soda dan cokelat bubuk lalu ayak, sisihkan.
  4. Tim DCC, gula pasir dan butter hingga leleh. Biarkan dingin.
  5. Setelah agak dingin, masukkan telur. Aduk menggunakan whisk hingga rata. Tambahkan pisang dan aduk lagi hingga rata. Lalu masukkan bahan kering secara bertahap, aduk dengan spatula, tambahkan vanilli cair, aduk rata.
  6. Masukkan adonan ke dalam loyang dan kukus dengan api sedang cenderung besar sekitar 25-30 menit. Biarkan dingin, potong dan sajikan. (*)

Resep Avocado Milk Cheese, Lezat dan Kaya Nutrisi

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Avocado Milk Cheese by @sarongsarie. Avocado Milk Cheese adalah produk yang menarik bagi penggemar keju vegan atau mereka yang mencari alternatif lebih sehat. Keju ini dibuat dari susu alpukat, memberikan rasa creamy yang kaya dan tekstur yang lembut.

Kelebihan:

  1. Rasa: Memiliki rasa yang lembut dan sedikit nutty, cocok untuk berbagai hidangan.
  2. Nutrisi: Kaya akan lemak sehat, vitamin, dan mineral dari alpukat.
  3. Vegan: Cocok untuk vegetarian dan vegan, serta bebas dari laktosa.
  4. Fleksibilitas: Bisa digunakan dalam salad, sandwich, atau sebagai topping pizza.

Kekurangan:

  1. Harga: Biasanya lebih mahal dibandingkan keju biasa.
  2. Ketersediaan: Mungkin tidak tersedia di semua tempat, tergantung lokasi.
  3. Tekstur: Beberapa orang mungkin merasa teksturnya berbeda dari keju tradisional.

Secara keseluruhan, Avocado Milk Cheese bisa menjadi pilihan yang lezat dan bergizi bagi mereka yang mencari alternatif keju. Jika Anda menyukai alpukat, Anda mungkin akan sangat menikmati produk ini!

Resep Avocado Milk Cheese

Bahan Alpukat:

  • 1 kg apukat
  • 150 ml susu cair UHT

Bahan Susu:

  • 100 gr keju oles (prochiz spready)
  • 380 gr susu evaporasi
  • 120 ml susu cair UHT
  • 60 gr susu kental manis

Topping:

1 pouch nata decoco

Cara Membuat Avocado Milk Cheese

Alpukat:

  • Blender Alpukat dan susu cair sampai halus.

Susu:

  • Blender semua bahan menjadi satu

Langkah Terakhir:

  • Siapkan cup
  • Tuang alpukat
  • Kemudian masukkan nata decoco + potongan alpukat
  • Tuang susu
  • Dinginkan dan siap disajikan. (*)

Resep Tahu Sarang Burung, Bisa Jadi Camilan yang Bergizi

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Tahu Sarang Burung by @fridajoincoffe. Tahu Sarang Burung adalah hidangan yang cukup unik dan menarik. Biasanya, tahu ini terbuat dari campuran tahu dan bahan-bahan lain yang diolah sehingga memiliki tekstur lembut dan kenyal, menyerupai sarang burung.

Berikut adalah beberapa poin ulasan tentang Tahu Sarang Burung:

Tekstur dan Rasa: Tahu Sarang Burung memiliki tekstur yang lembut di dalam dan sedikit renyah di luar. Rasa tahu yang netral membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai bumbu dan saus.

Kandungan Nutrisi: Tahu adalah sumber protein nabati yang baik dan rendah kalori, sehingga cocok untuk berbagai diet. Kombinasi dengan bahan lain sering kali menambah nilai gizi.

Kreasi Masakan: Tahu ini bisa dimasak dengan berbagai cara, seperti digoreng, direbus, atau dipanggang. Selain itu, bisa disajikan dengan saus sambal, kecap, atau sayuran.

Keunikan Penyajian: Penyajiannya yang menarik sering kali membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk hidangan pembuka dalam acara-acara tertentu.

Variasi: Beberapa versi Tahu Sarang Burung menambahkan bahan seperti jamur, sayuran, atau rempah-rempah untuk menambah rasa dan keunikan hidangan.

Secara keseluruhan, Tahu Sarang Burung adalah pilihan yang menarik bagi pecinta kuliner yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda dan lezat.

Resep Tahu Sarang Burung

Bahan:

  • 5 potong tahu putih besar
  • 2 batang wortel, parut/cincang
  • 20 butir telur puyuh rebus
  • 1 batang daun bawang, iris halus
  • 1 butir telur

Bumbu yang Dihaluskan:

  • 5 siung bawang purih
  • 1/2 sendok teh garam
  • 1/4 sendok teh lada bubuk
  • 1/2 sendok teh kaldu bubuk

Bahan Pencelup:

1 butir telur, 1/2 sendok teh garam, kocok lepas

Cara Membuat Tahu Sarang Burung

  1. Haluskan tahu. Campurkan dengan semua bahan, kecuali telur puyuh. Aduk hingga tercampur rata.
  2. Tambahkan bumbu yang sudah dihakuskan, garam, lada bubuk, dan kaldu bubuk. Aduk hingga tercampur rata.
  3. Siapkan cetakan cup aluminium, oles dengan minyak.
  4. Tuangkan adonan ke dalam cetakan sebabyak 40 gram. Letakkan telur puyuh di atasnya, agak ditekan supaya tidak lepas.
  5. Kukus selama 20 menit atau hingga matang, dinginkan.
  6. Celupkan tahu sarang burung ke dalam adonan pencelup.
  7. Goreng dengan minyak panas, api kecil, hingga kecokelatan.
  8. Sajikan. Resep untuk 20 buah.

Selamat mencoba dan menikmati. (Ana)