Beranda blog Halaman 147

Resep Telur Ceplok Daging Kecap, Sederhana Namun Lezat

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Telur Ceplok Daging Kecap by @linda.ijf. Telur ceplok daging kecap adalah hidangan yang sederhana namun lezat. Kombinasi telur yang digoreng sempurna, daging yang juicy, dan kecap manis memberikan rasa yang kaya dan menggugah selera.

Kelebihan dari hidangan ini adalah:

  • Rasa yang Seimbang: Kecap manis menambah kedalaman rasa, sementara telur dan daging memberikan tekstur yang menarik.
  • Nutrisi yang Baik: Mengandung protein dari telur dan daging, serta vitamin dan mineral yang penting.
  • Mudah Disiapkan: Proses memasak yang tidak rumit membuatnya cocok untuk hidangan sehari-hari.

Penyajian

Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi putih hangat dan bisa ditambahkan sayuran seperti kacang panjang atau selada untuk keseimbangan.

Ciri Khas

Telur ceplok daging kecap mudah disesuaikan dengan selera pribadi, baik dari jenis daging yang digunakan maupun tingkat kepedasan bumbunya. Hidangan ini populer sebagai menu sarapan, makan siang, atau makan malam yang praktis dan lezat.

Sajikan telur ceplok daging kecap dengan nasi hangat dan sayuran segar untuk menciptakan makanan yang lengkap dan memuaskan. Selamat mencoba!

Resep Telur Ceplok Daging Kecap

Bahan:

  • Telur 6 butir, goreng dana tata di piring
  • 1 sendok teh minyak goreng dan minyak wijen
  • Bawang putih dan bawang merah
  • Jahe seiris tipis, buat wangi aja
  • Saus tiram
  • Kecap manis secukupnya
  • Kecap asin secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Penyedap rasa secukupnya
  • Merica bubuk secukupnya
  • Daging sapi/daging ayam 150 gram (iris tipis)

Cara Membuat Telur Ceplok Daging Kecap

  1. Marinasi ayam atau daging sapi dengan kecap manis, kecap asin dan merica bubuk. Sedikit-sedikit masukkan tepung maizena, supaya dagingnya lembut. Kalau pakai paha ayam, tidak usah pakai tepung maizena.
  2. Tumis bawang putih, bawang merah dan jahe. Kemudian masukkan daging. Tumis sebentar, tambahkan saus tiram, kecap manis, kecap asin, garam, penyedap rasa, air.
  3. Kalau mau agak kental kuahnya, tinggal tambahkan tepung maizena.
  4. Tes rasa. Lalu sajikan.

Selamat mencoba dan menikmati. (Ana)

Resep Sup Ayam ala Pak Min Klaten, Kaya Cita Rasa

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Sup Ayam ala Pak Min Klaten by @izlycious. Sup Ayam ala Pak Min Klaten adalah hidangan yang terkenal dengan cita rasa yang kaya dan menggugah selera.

Kuahnya yang bening dan gurih, diolah dari kaldu ayam segar, memberikan rasa yang khas. Daging ayam yang empuk dan sayuran segar seperti wortel, daun bawang, dan seledri menambah kelezatan.

Biasanya disajikan dengan nasi hangat, sup ini sangat cocok untuk dinikmati dalam suasana santai bersama keluarga. Selain itu, rempah-rempah yang digunakan memberikan aroma yang menggoda, menjadikannya pilihan yang sempurna untuk hidangan sehari-hari.

Sup Ayam ala Pak Min Klaten adalah contoh sempurna dari masakan rumahan yang sederhana namun memuaskan.

Resep Sup Ayam ala Pak Min Klaten

Bahan Utama:

  • 1 ekor ayam kampung
  • 1 buah jeruk nipis

Bumbu yang Dihaluskan:

  • 1 sendok makan merica butiran
  • 5 butir bawang putih
  • 1 ruas jahe
  • 1/2 ruas pala, diparut

Bahan Rempah:

  • 1 ruas lengkuas digeprek
  • 3 lembar daun jeruk
  • 2 lembar daun salam
  • 1 – 2 batang sereh, geprek
  • 3 butir cengkeh
  • 2 butir kapulaga
  • 1 batang kecil kayu manis
  • 1/2 buah bunga lawang

Bahan Pelengkap:

  • Seledri iris
  • Daun bawang, diiris-iris
  • Sambal cabai rawit ijo
  • Bawang goreng
  • Jeruk nipis/limau

Cara Membuat Sup Ayam ala Pak Min Klaten

  1. Potong ayam menjadi 4 – 8 bagian (sesuai selera). Balur ayam dengan air jeruk nipis. Diamkan selama 10 menit. Bilas kembali dengan air mengalir lalu sisihkan.
  2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, sampai tercium bau harum. Tambahkan bumbu rempah. Tambahkan air.
  3. Setelah mendidih, masukkan ayam. Bumbui dengan bahan seasoning. Aduk hingga tercampur rata. Masak sampai ayam matang dan kaldunya keluar.
  4. Tes dan koreksi rasa. Lalu angkat ayam, kemudian tiriskan. Lalu potong lebih kecil lagi. Sajikan ayam dengah kuah dan bahan pelengkap lainnya.

Selamat mencoba dan menikmati. (Ana)

BERITA FOTO: SD Galangan Kapal 1, 2, 3, dan 4 Makassar Peringati Maulid

0

SD sekompleks Galangan Kapal 1, 2, 3, dan 4 Makassar memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Akhlak Nabi dalam Mendidik Anak.”

Resep Homemade Steamboat, Hidangan Lezat dan Bersahabat

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Homemade Steamboat by @tsaniwismono. Homemade steamboat adalah pilihan sempurna untuk mengadakan pertemuan santai bersama keluarga atau teman.

Steamboat merupakan hidangan yang populer di Asia, di mana berbagai bahan seperti daging, seafood, sayuran, dan mi dimasak dalam panci berisi kuah panas. Setiap orang dapat memilih dan memasak bahan sesuai selera mereka di meja, menjadikannya pengalaman makan yang interaktif dan sosial.

Kuahnya bisa bervariasi, mulai dari kaldu ringan hingga yang lebih pedas, memberikan rasa yang kaya. Steamboat sering kali dihidangkan saat berkumpul dengan keluarga atau teman, menjadikannya pilihan yang menyenangkan dan hangat.

Secara keseluruhan, homemade steamboat menawarkan pengalaman kuliner yang lezat dan bersahabat.

Resep Homemade Steamboat

Bahan:

  • Aneka bakso ikan (crabstick, fish ball, bakso cumi)
  • Sosis sapi
  • Caisim
  • Jamur enoki

Kuah:

  • 800 ml air kaldu ayam
  • 1/4 bawang bombay, cincang kasar
  • 2 cm jahe, geprek
  • 2 batang daun bawang, rajang tipis
  • 1 sdt kaldu ayam bubuk (boleh diskip kalau sudah pakai air kaldu ayam)
  • Secukupnya garam
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • 1 sdm minyak untuk menumis
  • 1 sdt kecap ikan
  • 1 sdt kecap asin
  • 1 sdt minyak wijen
  • 1 sdt bawang putih goreng
  • Secukupnya chili oil/sambal

Cara Membuat Homemade Steamboat

  1. Panaskan minyak, tumis bawang bombay sampai harum, masukkan air kaldu dan jahe, masak sampai mendidih. Bumbui dengan merica, kaldu bubuk, minyak wijen, kecap ikan, dan kecap asin. Koreksi rasa, kalau kurang asin tambahkan garam.
  2. Masukkan caisim, jamur enoki, bakso ikan, sosis, panaskan sebentar. Taburi dengan bawang putih goreng yang banyak.
  3. Angkat dan sajikan dengan chilli oil sesuai selera. (*)

BERITA FOTO: MPLS di SD Inpres Galangan Kapal 2 Makassar

0

Pelaksanaan MPLS di SD Inpres Galangan Kapal 2 Makassar dipimpin oleh Kepala Sekolah. PPDB tahun 2024 di UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal 2 berlangsung dari 24 Juni hingga 8 Juli 2024, sementara MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) dilaksanakan dari 10 hingga 15 Juli 2024. (*)

BERITA FOTO: Penerimaan Mahasiswa KKN/PPL Terpadu XXIX UNM

0

Penerimaan Mahasiswa KKN/PPL Terpadu Angkatan XXIX Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 5 Oktober 2024, dengan jumlah mahasiswa yang diterima sebanyak 6 orang. (*)

Renungan Harian Kristen, Rabu, 23 Oktober 2024: Tidak Ada Lagi Hidup Lama!

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Rabu, 23 Oktober 2024 berjudul: Tidak Ada Lagi Hidup Lama!

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari 2 Korintus 5:17

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Tidak Ada Lagi Hidup Lama!

2 Korintus 5:17 – Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Pengantar:

Ketika lahir kembali, Roh Kudus mulai mengerjakan ciptaan-Nya yang baru dalam kita dan akan datang waktunya tidak ada lagi dari hidup lama kita yang tersisa. Bagaimanakah kita dapat memperoleh suatu kehidupan yang tidak ada hawa nafsu, pementingan diri, tidak mudah tersinggung, menaruh kasih yang “murah hati, tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain”?

Renungan Harian Kristen, Rabu, 23 Oktober 2024

Tuhan tidak pernah bertoleransi dengan prasangka kita. Dia langsung menentang dan mematikannya. Kita cenderung berpikir bahwa Allah mempunyai perhatian istimewa terhadap prasangka tertentu kita, dan merasa sangat yakin bahwa Dia tidak akan berurusan dengan kita seperti Dia harus berurusan dengan orang lain.

Kita bahkan berkata kepada diri sendiri, “Allah harus memperlakukan orang lain dengan cara yang sangat keras, tetapi tentu saja Dia tahu bahwa semua prasangkaku baik.” Namun, kita harus belajar bahwa Allah tidak menerima apa pun dari hidup lama kita!

Bukannya berpihak pada prasangka kita, Dia dengan sengaja menyingkirkannya dari kita. Merupakan bagian dari pendidikan moral kita untuk melihat prasangka kita dimatikan-Nya demi kebaikan kita dan untuk melihat bagaimana cara Dia melakukannya.

Allah tidak menghargai apa pun yang kita bawa kepada-Nya. Hanya ada satu hal yang diinginkan Allah dari kita, yaitu penyerahan kita tanpa syarat. Ketika kita lahir kembali, Roh Kudus mulai mengerjakan ciptaan-Nya yang baru dalam kita, dan akan datang waktunya ketika tidak ada lagi dari hidup lama kita yang tersisa. Pandangan lama kita yang buram lenyap, demikian juga sikap kita yang lama terhadap segala sesuatu, dan “semuanya ini dari Allah” (2 Korintus 5:18).

Bagaimanakah kita dapat memperoleh suatu kehidupan yang tidak ada hawa-nafsu, tidak ada pementingan diri, tidak mudah tersinggung dengan cemoohan orang lain? Bagaimanakah kita dapat menaruh kasih yang “murah hati, tidak pemarah, dan tidak menyimpan kesalahan orang lain?” (1 Korintus 13:4-5).

Satu-satunya cara ialah dengan tidak membiarkan apa pun dari kehidupan lama tetap tinggal dalam diri kita, hanya menaruh kepercayaan sederhana (simple trust) dan sempurna kepada Allah — kepercayaan bahwa kita tidak lagi menginginkan berkat-berkat Allah, tetapi hanya menginginkan Allah sendiri.

Sudahkah kita mencapai tahap ketika Allah dapat menarik berkat-berkat-Nya dari kita tanpa memengaruhi kepercayaan dan penyerahan (trust) kita kepada-Nya? Begitu kita benar-benar melihat Allah berkarya dan bekerja, kita tidak akan pernah khawatir lagi terhadap hal-hal yang terjadi karena kita sesungguhnya memercayai Allah kita yang di surga, yang tidak dapat dilihat oleh dunia.

Demikian Renungan hari ini, Rabu, 23 Oktober 2024 diambil dari 2 Korintus 5:17 yang mengisahkan tentang Tidak Ada Lagi Hidup Lama! dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

Tari Selamat Datang: Sejarah, Makna, Gerakan, Properti dan Busana

Tari Selamat Datang adalah salah satu tarian tradisional dari Papua yang biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu kehormatan atau tamu penting yang berkunjung. Tarian ini mencerminkan keramahan dan rasa hormat masyarakat Papua kepada tamu, serta menjadi simbol budaya yang kuat dalam memperlihatkan kebersamaan dan persatuan.Berikut adalah penjelasan mengenai sejarah, makna, gerakan, properti, dan busana dalam Tari Selamat Datang:

1. Sejarah Tari Selamat Datang

Tari Selamat Datang berasal dari tradisi masyarakat Papua yang terbiasa menyambut tamu dengan berbagai bentuk penghormatan. Dalam budaya Papua, tamu adalah sosok yang dihormati dan sering dianggap sebagai pembawa berkah atau kabar baik. Karena itu, tarian ini menjadi bagian penting dalam upacara penyambutan tamu, baik tamu adat maupun tamu resmi dalam kegiatan pemerintahan atau acara-acara besar lainnya.

Tari Selamat Datang awalnya dibawakan oleh masyarakat adat dalam acara-acara lokal. Seiring dengan pengaruh modernisasi dan seringnya tarian ini dipentaskan dalam acara-acara formal, Tari Selamat Datang berkembang menjadi salah satu tarian Papua yang paling dikenal dan sering dibawakan di tingkat nasional dan internasional.

2. Makna Tari Selamat Datang

Tari Selamat Datang mengandung makna keramahan, penghormatan, dan kebersamaan. Tarian ini menjadi simbol dari sifat masyarakat Papua yang ramah dan menghargai kehadiran tamu. Melalui tarian ini, para penari menunjukkan rasa syukur dan kegembiraan atas kehadiran tamu, serta mengharapkan hubungan yang baik di antara kedua pihak.

Makna lainnya adalah simbol persatuan dan kerjasama dalam masyarakat Papua. Tarian ini biasanya ditarikan secara berkelompok, melambangkan kebersamaan dan kekompakan masyarakat dalam menyambut dan menghormati tamu.

3. Gerakan Tari Selamat Datang

Gerakan dalam Tari Selamat Datang sangat dinamis, penuh semangat, dan riang, mencerminkan keceriaan serta rasa sukacita. Beberapa ciri khas gerakan dalam Tari Selamat Datang adalah:

  • Gerakan kaki: Penari bergerak maju dan mundur dengan langkah-langkah yang energik. Gerakan kaki biasanya mengikuti irama musik yang dimainkan, dengan tempo yang cepat dan ritmis.
  • Gerakan tangan: Tangan penari sering diangkat ke atas atau disebarkan ke samping untuk menggambarkan sambutan dan keterbukaan. Penari juga sering melakukan gerakan melambai yang menggambarkan ajakan bagi tamu untuk merasakan kebersamaan.
  • Formasi tarian: Penari sering membentuk formasi melingkar atau barisan. Mereka bergerak seirama dengan penuh koordinasi, menggambarkan kerjasama dan kesatuan di antara mereka.
  • Ekspresi wajah: Penari selalu menampilkan ekspresi ceria dan penuh senyuman, sebagai simbol kegembiraan dan penghormatan kepada tamu yang hadir.

Gerakan dalam Tari Selamat Datang cenderung lincah dan penuh energi, menekankan semangat yang menyala-nyala dalam menyambut tamu.

4. Properti Tari Selamat Datang

Dalam Tari Selamat Datang, beberapa properti yang digunakan adalah:

  • Tifa: Alat musik tradisional Papua yang menjadi bagian utama pengiring tarian. Tifa dimainkan untuk menghasilkan irama yang ritmis dan kuat, mendukung gerakan tarian.
  • Noken: Tas tradisional khas Papua yang terbuat dari serat alam kadang digunakan oleh para penari sebagai aksesoris tambahan. Ini menambah kekhasan budaya Papua dalam tarian.
  • Daun dan bunga: Kadang penari membawa daun atau bunga sebagai simbol penyambutan tamu, menunjukkan keindahan dan kelestarian alam Papua yang menjadi bagian dari penyambutan.

Properti ini berfungsi sebagai elemen pendukung visual dan menambah kesan adat dalam pertunjukan Tari Selamat Datang.

5. Busana Tari Selamat Datang

Busana yang dikenakan oleh para penari Tari Selamat Datang umumnya mencerminkan budaya dan identitas masyarakat Papua. Busana ini sering kali berwarna cerah dengan aksen-aksen khas Papua. Berikut adalah beberapa elemen busana yang biasa dikenakan:

  • Penari pria: Biasanya memakai koteka atau celana pendek yang dihiasi dengan hiasan dari bulu burung cenderawasih atau daun-daunan. Bagian atas tubuh biasanya tidak tertutup, tetapi dihiasi dengan kalung atau aksesoris berbahan alami seperti manik-manik.
  • Penari wanita: Mengenakan rok rumbai yang terbuat dari serat daun sagu atau bahan-bahan alami lainnya. Wanita juga sering memakai hiasan kepala yang terbuat dari bulu atau bunga-bunga sebagai simbol keindahan.
  • Hiasan kepala: Kedua penari pria dan wanita mengenakan hiasan kepala dari bulu-bulu burung, terutama burung cenderawasih, yang merupakan ikon Papua.
  • Aksesoris tambahan: Penari juga memakai aksesoris tambahan seperti gelang, kalung manik-manik, dan hiasan tubuh dari bahan-bahan alami seperti tulang atau kerang.

Busana dalam Tari Selamat Datang umumnya memiliki warna yang mencolok seperti merah, kuning, dan hijau, yang melambangkan semangat dan kehangatan masyarakat Papua dalam menyambut tamu.

Tari Musyoh Sejarah, Makna, Properti, Gerakan Dan Busana

Tari Musyoh adalah salah satu tarian tradisional Papua yang memiliki makna spiritual mendalam. Tarian ini sering kali ditarikan untuk keperluan ritual, terutama dalam konteks kematian yang tidak wajar. Berikut penjelasan mengenai sejarah , makna, gerakan, properti, dan busana dalam Tari Musyoh:

1. Sejarah Tari Musyoh

Tari Musyoh memiliki akar kuat dalam kepercayaan masyarakat Papua terkait dengan arwah orang yang meninggal dunia secara tidak wajar, seperti karena kecelakaan atau kejadian yang mendadak. Dalam tradisi masyarakat Papua, kematian yang tidak wajar dianggap sebagai gangguan spiritual, dan arwah yang meninggal tidak bisa pergi dengan tenang. Oleh karena itu, Tari Musyoh ditampilkan sebagai bentuk ritual untuk “mengusir” atau menenangkan arwah tersebut agar mereka bisa mencapai kedamaian di alam lain.

Musyoh, yang secara harfiah berarti “menenangkan roh,” merupakan upaya masyarakat untuk memperbaiki hubungan spiritual dengan alam dan arwah leluhur, sehingga tarian ini memiliki peran yang sangat penting dalam ritual adat Papua.

2. Makna Tari Musyoh

Tari Musyoh memiliki makna utama sebagai tarian pengusir arwah orang yang meninggal secara tragis atau tidak wajar. Tarian ini bertujuan untuk memberikan jalan bagi arwah tersebut menuju tempat peristirahatan terakhir yang damai. Dengan tarian ini, masyarakat Papua berusaha menenangkan roh yang dianggap masih bergentayangan, dan memberikan penghormatan agar arwah bisa meninggalkan dunia dengan tenang.

Tarian ini juga melambangkan kebersamaan dan hubungan spiritual antara masyarakat Papua dengan dunia arwah serta alam sekitarnya. Bagi mereka, menjaga keseimbangan antara dunia manusia dan arwah sangat penting untuk menjaga keharmonisan hidup.

3. Gerakan Tari Musyoh

Gerakan dalam Tari Musyoh biasanya bersifat ritualistik dan penuh makna. Beberapa ciri khas gerakannya antara lain:

  • Gerakan tangan: Penari sering mengangkat tangan ke atas, ke samping, atau ke depan sebagai simbol “mengantar” arwah menuju ketenangan. Gerakan ini sering dilakukan secara berulang-ulang dan perlahan.
  • Gerakan kaki: Gerakan kaki cenderung lebih lambat dan ritmis, diiringi dengan langkah-langkah teratur yang menggambarkan proses mengiringi arwah.
  • Ekspresi wajah: Ekspresi penari dalam Tari Musyoh sangat serius dan khidmat, mencerminkan kesakralan dan keseriusan dalam menjalankan ritual pengusiran roh.
  • Tari berkelompok: Tarian ini biasanya dilakukan oleh sekelompok penari yang bergerak secara serempak untuk menciptakan suasana kebersamaan dan kekuatan dalam mengantarkan roh.

Gerakan dalam Tari Musyoh juga memiliki unsur magis yang mencerminkan hubungan masyarakat Papua dengan alam dan kekuatan spiritual.

4. Properti Tari Musyoh

Tari Musyoh, karena fungsinya sebagai tarian ritual, sering kali menggunakan properti yang terkait dengan kepercayaan adat. Beberapa properti yang digunakan dalam tarian ini antara lain:

  • Tifa: Seperti banyak tarian Papua lainnya, tifa (alat musik pukul tradisional) digunakan untuk mengiringi Tari Musyoh. Irama tifa membantu menciptakan suasana yang sakral dan ritmis.
  • Lilin atau obor: Dalam beberapa variasi, lilin atau obor dapat digunakan untuk melambangkan cahaya atau petunjuk bagi arwah yang sedang diantar ke tempat peristirahatan.
  • Alat-alat ritual adat: Selain tifa, alat-alat khusus seperti tombak atau benda ritual lainnya yang dianggap memiliki kekuatan spiritual dapat digunakan sebagai bagian dari properti tarian.

5. Busana Tari Musyoh

Busana dalam Tari Musyoh mencerminkan kesederhanaan dan kesakralan yang sesuai dengan fungsi tarian ini sebagai upacara ritual. Beberapa elemen busana yang biasa digunakan adalah:

  • Penari pria: Biasanya mengenakan koteka atau kain yang menutupi tubuh bagian bawah, disertai dengan aksesoris seperti ikat kepala dari daun atau bulu burung cenderawasih. Penari pria juga sering kali dihias dengan cat tubuh yang menggambarkan motif-motif adat Papua, terutama di bagian wajah, dada, dan lengan.
  • Penari wanita: Mengenakan rok rumbai yang terbuat dari serat daun sagu atau serat alam lainnya. Aksesoris tambahan seperti kalung manik-manik atau gelang dari bahan alami juga sering digunakan.
  • Warna busana: Warna yang digunakan dalam Tari Musyoh cenderung gelap dan alami seperti cokelat, hitam, dan hijau. Hal ini mencerminkan hubungan masyarakat Papua dengan alam dan kesakralan dari upacara tersebut.

Busana yang dikenakan dalam Tari Musyoh biasanya tidak terlalu mencolok karena fokus utamanya adalah pada kesakralan dan tujuan spiritual tarian tersebut.

Unpacti Makassar Integrasikan Perkuliahan S1 Farmasi dan Apoteker

0

Perkuliahan pada Program Studi S1 Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar, mengintegrasikan perkuliahan S1 Farmasi dengan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA).

“Integrasi kurikulum S1 Farmasi dan Pendidikan Profesi Profesi Apoteker ini sebagai langkah awal untuk membuka Program Studi Apoteker, sebagai persiapan menghadapi perubahan kurikulum apoteker, sehingga mahasiswa farmasi S1 telah siap untuk melanjutkan ke program studi profesi apoteker,” kata Ketua Prodi S1 Farmasi, FMIPA Unpacti Makassar, Suprapto Prayitno SSi MSi Apt, kepada wartawan di Makassar, Selasa, 22 Oktober 2024.

Mahasiswa S1 Farmasi Unpacti Makassar, katanya, pada proses perkuliahannya diwajibkan melakukan praktek profesi apoteker di rumah sakit, industri farmasi, kantor dinas kesehatan, serta di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Kami sekarang sedang menyusun kurikulum baru S1 Farmasi yang terintegrasi dengan Program Studi Profesi Apoteker yang kami awali dengan melakukan workshop kurikulum prodi farmasi,” ungkap Pak Anto, sapaan akrab Suprapto Prayitno.

Workshop kurikulum Prodi S1 Farmasi, FMIPA Unpacti Makassar denga tema “Terintegritas Kurikulum S1 Farmasi – PSPA” dilaksanakan di Hotel Almadera, Makassar, Rabu, 09 Oktober 2024, dan Sabtu, 12 Oktober 2024.

Workshop dibuka oleh Rektor Unpacti Dr Ampauleng, dihadiri Wakil Rektor I Imam Mukti SSos MIKom, Wakil Rektor II Dr Jafar, Wakil Rektor III Nur Afny Shahnyb SE MM, Dekan FMIPA Unpacti Drs Abdul Muzakkir Rewa MSi Apt, Ketua Prodi S1 Farmasi Suprapto Prayitno, dan para dosen S1 Farmasi FMIPA Unpacti Makassar.

Pada workshop hari pertama, Rabu, 09 Oktober 2024, tampil dua narasumber, yakni Prof Dr Elly Wahyudin DEA Apt (Dosen Fakultas Farmasi Unhas/Asesor BAN PT dan LAM-PTKes) dan Abdul Rakhmat Muzakkir SSi Apt (Ketua IAI PC Makassar).

Pada hari kedua, Sabtu, 12 Oktober 2024, juga tampil dua narasumber yakni Prof Junaidi Khotib MKes PhD Apt (Dosen Fakultas Farmasi Unair Surabaya/Pengurus APTFI) dan Dr Mansur Ibrahim MSi Apt (Owner PT Ismut). (*)