Beranda blog Halaman 160

Mengenal Tarian Tradisional Kuda Lumping dari Jawa Tengah

Artikel ini akan membahas mengenai Sejarah Tari Kuda Lumping , Makna Tari Kuda Lumping dan Pakaian yang dikenakan oleh para penarinya.

Tari Kuda Lumping, atau sering disebut juga Jaran Kepang, adalah tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah. Tarian ini dikenal karena penggunaan properti berupa kuda buatan dari anyaman bambu yang disebut kuda lumping atau jaran kepang, serta unsur mistis yang kadang melibatkan atraksi kesurupan. Tari Kuda Lumping adalah bentuk seni pertunjukan yang sarat akan makna spiritual dan kepercayaan tradisional masyarakat Jawa.

1. Sejarah Tari Kuda Lumping

Tari Kuda Lumping sudah ada sejak zaman dahulu dan dipercaya merupakan warisan dari budaya prajurit Jawa yang menggambarkan semangat kepahlawanan para prajurit berkuda. Ada berbagai versi mengenai asal-usulnya, namun sebagian besar menyebut bahwa tarian ini terkait dengan pertempuran prajurit Majapahit saat melawan penjajah, atau menggambarkan latihan perang prajurit yang menggunakan kuda sebagai kendaraan perang.

Di masa lalu, tarian ini juga sering dihubungkan dengan ritual magis dan kepercayaan animisme-dinamisme, di mana penarinya bisa mengalami kesurupan atau berada dalam kondisi trans spiritual.

2. Makna Tari Kuda Lumping

Makna Tari Kuda Lumping sangat erat kaitannya dengan keberanian, semangat, dan perjuangan. Tari ini melambangkan semangat pantang menyerah dari para prajurit yang berperang untuk mempertahankan tanah air. Properti berupa kuda-kudaan mencerminkan kendaraan yang digunakan para prajurit dalam pertempuran.

Selain itu, tarian ini juga sering dianggap sebagai simbol dari interaksi antara dunia manusia dengan kekuatan-kekuatan gaib atau spiritual. Atraksi-atraksi yang menunjukkan kesurupan dan kekebalan fisik, seperti makan beling atau berjalan di atas bara api, sering dianggap sebagai bukti kekuatan magis yang turun ke dalam tubuh para penari saat pertunjukan.

3. Gerakan Tari Kuda Lumping

Gerakan dalam Tari Kuda Lumping sangat energik dan penuh semangat. Beberapa ciri khas gerakannya meliputi:

  • Gerakan Menunggang Kuda: Penari memegang kuda lumping (kuda buatan dari anyaman bambu) dan bergerak seolah-olah sedang menunggang kuda. Gerakan ini mencerminkan pergerakan prajurit yang gagah berani di medan perang.
  • Gerakan Lompat dan Berputar: Penari sering kali melakukan gerakan melompat dan berputar yang dinamis, menggambarkan keceriaan dan semangat prajurit.
  • Gerakan Kesurupan: Dalam beberapa versi pertunjukan, penari yang mengalami kesurupan akan menampilkan gerakan-gerakan liar di luar kendali, seperti makan pecahan kaca atau menunjukkan kekebalan terhadap benda tajam.
  • Gerakan Pukulan dan Tarian Perang: Kadang-kadang, penari juga menirukan gerakan bertarung antara prajurit yang menggunakan senjata atau benda tajam, menciptakan suasana pertempuran yang dramatis.

4. Properti dalam Tari Kuda Lumping

Properti utama dalam Tari Kuda Lumping adalah kuda-kudaan atau kuda lumping yang terbuat dari anyaman bambu dan dihias sedemikian rupa untuk menyerupai kuda. Properti ini biasanya berwarna-warni dengan hiasan kain dan benang, memberikan kesan meriah dan ceria pada tarian.

Selain kuda lumping, dalam beberapa pertunjukan, penari yang mengalami kesurupan sering kali menggunakan properti lain, seperti:

  • Pecut (Cemeti): Digunakan untuk menambah dramatisasi tarian, cemeti ini sering kali dipukulkan ke lantai atau digunakan untuk mencambuk udara.
  • Keris atau Benda Tajam: Digunakan oleh penari yang kesurupan untuk menunjukkan kekebalan mereka terhadap benda tajam.
  • Obor: Beberapa pertunjukan menampilkan penari yang berjalan di atas bara api atau melakukan atraksi berbahaya lainnya.

5. Busana Tari Kuda Lumping

Busana dalam Tari Kuda Lumping sangat sederhana dan biasanya mencerminkan pakaian prajurit atau penari rakyat. Penari mengenakan kostum yang terdiri dari:

  • Celana Panjang dan Kain Batik: Penari laki-laki biasanya memakai celana panjang yang dililit dengan kain batik di pinggang.
  • Ikat Kepala atau Blangkon: Blangkon atau ikat kepala tradisional Jawa sering dikenakan oleh penari laki-laki.
  • Aksesoris Prajurit: Beberapa penari mungkin mengenakan atribut prajurit seperti rompi atau perisai, untuk menambah kesan gagah dan berani.
  • Kostum Warna-Warni: Warna-warna cerah sering kali digunakan untuk menciptakan suasana meriah dalam pertunjukan.

Busana yang dikenakan biasanya disesuaikan dengan tema pertunjukan, dengan unsur keperkasaan prajurit tetap menjadi sorotan utama.

6. Musik Pengiring

Musik pengiring dalam Tari Kuda Lumping biasanya berupa gamelan Jawa yang terdiri dari:

  • Kendang: Berfungsi untuk mengatur ritme dan irama tarian.
  • Bonang, Saron, dan Gong: Alat musik ini menciptakan melodi yang dinamis dan kadang mendayu, menyesuaikan dengan gerakan para penari.
  • Seruling atau Rebab: Beberapa pertunjukan juga menggunakan seruling atau rebab untuk menambah suasana mistis dan magis dalam tarian.

Irama musik dalam Tari Kuda Lumping biasanya cepat dan penuh semangat, mengikuti gerakan penari yang enerjik dan dinamis. Saat penari memasuki fase kesurupan, musik akan berubah menjadi lebih intens dan cepat.

7. Atraksi Mistis

Salah satu hal yang membedakan Tari Kuda Lumping dari tarian lainnya adalah unsur mistis yang sering kali dihadirkan dalam pertunjukan. Dalam beberapa versi, penari dapat mengalami kesurupan atau trance, di mana mereka melakukan tindakan-tindakan di luar kebiasaan, seperti:

  • Makan Pecahan Kaca atau Beling: Beberapa penari yang kesurupan akan memakan pecahan kaca tanpa terluka.
  • Berjalan di Atas Bara Api: Dalam beberapa pertunjukan, penari juga akan berjalan di atas bara api atau menginjak-injak arang panas.
  • Kekuatan Supranatural: Penari sering kali menunjukkan kekuatan supranatural, seperti kebal terhadap benda tajam atau tidak merasa sakit meski melakukan tindakan berbahaya.

Atraksi-atraksi mistis ini membuat Tari Kuda Lumping memiliki daya tarik tersendiri dan sering dikaitkan dengan ritual kepercayaan masyarakat Jawa terhadap kekuatan supranatural.

Ketahui Penyebab Usus Jadi Kotor dan Cara Membersihkannya

0

Usus yang kotor tidak dapat menyerap nutrisi dengan optimal, termasuk nutrisi yang berperan dalam melancarkan peredaran darah. Akibatnya, aliran darah menjadi terganggu, yang dapat melemahkan fungsi jantung, khususnya dalam proses pemompaan darah. Ini dapat menyebabkan penurunan kinerja jantung.

Obesitas

Obesitas sering disebabkan oleh kebiasaan makan yang berlebihan. Konsumsi makanan berlemak, junk food, dan rendah serat dapat meninggalkan sisa-sisa di dinding usus. Makanan tidak sehat ini kemudian akan terakumulasi dalam bentuk lemak, yang menyebabkan peningkatan berat badan secara drastis.

Sembelit Kronis

Usus yang kotor dapat mengurangi kemampuannya untuk menyerap nutrisi serta mengganggu proses pembuangan zat-zat yang tidak berguna. Hal ini menyebabkan kotoran menumpuk di dalam usus dan sulit dikeluarkan, terkadang sampai berhari-hari.

Penyebab Usus Kotor

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan usus menjadi kotor meliputi:

  • Makanan Berminyak dan Tinggi Gula: Makanan ini dapat mengganggu kesehatan usus.
  • Jadwal Makan yang Berantakan: Pola makan yang tidak teratur dapat memengaruhi fungsi usus.
  • Makanan Tinggi Lemak: Konsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat berkontribusi pada masalah pencernaan.
  • Kurang Sayur dan Buah: Kekurangan serat dari sayur dan buah dapat mengganggu kesehatan usus.
  • Makanan Tinggi Kalori, MSG, dan Pengawet: Bahan-bahan ini juga dapat berdampak negatif pada kesehatan usus.

Cara Membersihkan Usus

Untuk membersihkan usus, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

  • Konsumsi Air: Pastikan untuk minum setidaknya 8 gelas air setiap hari.
  • Kurangi Kafein dan Gula: Batasi asupan makanan tinggi gula dan kafein.
  • Puasa: Melakukan puasa dapat membantu memberi waktu bagi usus untuk beristirahat.
  • Konsumsi Sayur dan Buah: Perbanyak sayuran dan buah dalam diet Anda.
  • Makan Teratur: Jaga pola makan yang teratur.
  • Jus Pepaya Muda: Mengonsumsi jus pepaya muda yang masih mentah dapat membantu membersihkan racun dan kotoran dari usus.

Tips Agar Pencernaan Sehat

Untuk menjaga kesehatan pencernaan, beberapa tips yang bisa diikuti adalah:

  • Konsumsi Banyak Serat: Makanan tinggi serat sangat baik untuk kesehatan pencernaan.
  • Mengkonsumsi Probiotik: Probiotik membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.
  • Minum Air Putih yang Cukup: Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik.
  • Makan dengan Perlahan: Mengunyah makanan dengan baik dapat membantu pencernaan.
  • Hindari Tidur Setelah Makan: Beri waktu bagi tubuh untuk mencerna makanan.
  • Olahraga dan Kelola Stres: Aktivitas fisik dan manajemen stres sangat penting untuk kesehatan pencernaan.
  • Pilih Asupan Lemak dengan Cermat: Pilih lemak sehat yang bermanfaat bagi tubuh.

Makanan yang Bisa Membersihkan Usus

Beberapa makanan yang dapat membantu membersihkan usus meliputi:

  • Brokoli
  • Psyllium husk
  • Pisang hijau
  • Cabe cayenne
  • Yogurt
  • Teh kefir
  • Jus buah sitrun
  • Air putih
  • Chia seed

Dengan menjaga pola makan dan gaya hidup yang sehat, Anda dapat membantu menjaga kesehatan usus dan mencegah berbagai masalah kesehatan. (*)

Ini Jenis Makanan yang Menyehatkan Ginjal

0

Ginjal adalah organ yang sangat penting untuk kesehatan tubuh. Jika ginjal mengalami masalah, dampaknya bisa signifikan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan ginjal sangatlah penting. Berikut adalah beberapa makanan yang dapat mendukung kesehatan ginjal:

Bawang Putih

Mengandung antioksidan dan zat antiperadangan yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Bawang putih juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan peradangan dalam tubuh.

Berries (Stroberi, Cranberry)

Berries kaya akan antiinflamasi yang membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan fungsi kandung kemih.

Paprika Merah

Rendah kalium tetapi kaya akan vitamin A, C, dan B6, asam folat, serta serat. Paprika merah bermanfaat untuk menjaga kesehatan ginjal dan mencegah beberapa jenis kanker.

Kecambah

Sebaiknya dikonsumsi mentah, karena bermanfaat untuk membersihkan ginjal dan mengurangi risiko batu ginjal.

Kubis

Meningkatkan fungsi ginjal dan berfungsi sebagai obat alami untuk memperbaiki dan menyehatkan ginjal.

Apel, Anggur, Ceri

Makanan ini membantu detoksifikasi dan membersihkan ginjal. Disarankan untuk mengonsumsi apel secara rutin setiap hari.

Minyak Zaitun

Mengandung asam lemak antiinflamasi yang baik untuk kesehatan jantung dan menurunkan risiko oksidasi, serta bermanfaat bagi ginjal.

Bawang Merah

Dikenal dapat membantu menyembuhkan batu ginjal secara alami, berfungsi sebagai penawar racun dan membersihkan ginjal.

Ceri

Kaya akan vitamin dan rendah protein, ceri dapat membantu mengurangi kadar kalium dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan ginjal.

Ikan

Mengandung Omega-3 yang dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, melindungi ginjal dari penyakit. Ikan salmon, mackerel, herring, dan tuna adalah pilihan yang baik.

Penyebab Usus Kotor

Berikut adalah beberapa penyebab usus kotor yang perlu diperhatikan:

Konsumsi Makanan Berlemak: Terlalu banyak makan gorengan, makanan olahan, MSG, dan pemanis buatan dapat berkontribusi pada masalah usus.

Paparan Polusi: Terlalu sering terpapar udara kotor, zat kimia, dan polusi (toksin) dapat memengaruhi kesehatan usus.

Pola Diet yang Tidak Sehat: Diet yang tidak seimbang, kurang olahraga, atau hanya mengandalkan buah saja dapat berisiko bagi kesehatan usus.

Stres Berlebihan dan Tidur Tidak Teratur: Stres yang tinggi dan pola tidur yang buruk dapat meningkatkan rasa lapar dan berkontribusi pada masalah pencernaan.

Kanker: Sekitar 70% bakteri dalam tubuh berada di usus. Ketika usus kotor, penumpukan bakteri dapat memengaruhi pertumbuhan sel jahat dalam tubuh, termasuk sel kanker.

Dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup, kita dapat menjaga kesehatan ginjal dan usus dengan lebih baik. (*)

Resep Kuah Ketupat/Lontong, Favorit Banyak Orang

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Kuah Ketupat/Lontong by @emihacikenz. Kuah Ketupat atau Kuah Lontong adalah salah satu pelengkap yang sering disajikan bersama ketupat atau lontong dalam berbagai hidangan, terutama saat Lebaran atau acara spesial lainnya.

Ciri Khas

Rasa: Kuah ini umumnya memiliki rasa gurih dan sedikit pedas, tergantung pada bahan dan rempah yang digunakan. Rasanya bisa bervariasi antara manis dan asin, tergantung pada jenis hidangan yang disajikan.
Tekstur: Kuahnya biasanya kental dan kaya, memberikan sensasi yang memuaskan saat dinikmati.

Variasi

Kuah Soto: Di beberapa daerah, kuah ini mirip dengan kuah soto, yang memberikan rasa khas yang segar dan beraroma.
Kuah Gulai: Beberapa versi kuah ketupat juga terinspirasi dari gulai, dengan penggunaan rempah yang lebih kaya dan kompleks.

Penyajian

Kuah Ketupat biasanya disajikan dalam mangkuk bersama potongan ketupat atau lontong. Hidangan ini sering dipadukan dengan pelengkap lain seperti rendang, opor ayam, atau sayur lodeh.

Kuah Ketupat/Lontong adalah hidangan yang tidak hanya lezat tetapi juga memiliki makna khusus dalam budaya Indonesia. Kelezatannya yang kaya dan keanekaragaman resep membuatnya menjadi favorit banyak orang, terutama dalam perayaan. Setiap suapan memberikan perpaduan rasa yang harmonis antara kuah dan ketupat/lontong, menjadikannya hidangan yang memuaskan dan berkesan.

Resep Kuah Ketupat/Lontong

Bahan:

  • Secukupnya daging sapi. Diresep ini, mix dengan tetelan
  • 2 wortel, iris iris seperti korek api
  • 1 buah labu siam, parut kasar
  • 1 buah kentang, potong seperti kotak kecil
  • 1 batang serei, geprek
  • Seruas lengkuas geprek
  • 3 lembar daun salam
  • Pete secukupnya
  • 1 bungkus santan instant 65 ml
  • 2 sendok makan bubuk crimer fibercream
  • Air 1000 – 1500 ml atau secukupnya
  • Garam, gula pasir dan kaldu bubuk secukupnya

Bumbu yang Dihaluskan

  • Secukupnya cabe merah
  • 12 butir bawang merah
  • 4 butir bawang putih
  • Kunyit secukupnya
  • 1/2 sdt terasi
  • 3 butir kemiri

Cara Membuat Kuah Ketupat/Lontong

  1. Rebus daging hingga cukup empuk. Lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan.
  2. Masukkan serei, lengkuas, dan daun salam. Masukkan ke rebusan daging. Masukkan potongan kentang dan irisan wortel, selanjutnya serutan labu siang. Lalu masukkan santan dan crimer. Aduk hingga tercampur rata.
  3. Setelah semua bahan empuk, masukkan pete. Lalu angkat dan sajikan dengan ketupat atau lontong.

Selamat mencoba dan menikmati. (Ana)

Resep Bubur Cendil, Pilihan Tepat Penggemar Makanan Manis

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Bubur Cendil. Bubur Cendil adalah salah satu makanan penutup tradisional Indonesia yang populer, terutama di daerah Jawa.

Makanan ini terbuat dari tepung ketan yang dicampur dengan air dan pewarna alami, biasanya berwarna hijau yang dihasilkan dari daun pandan. Adonan tersebut dibentuk bulat-bulat kecil dan direbus hingga matang.

Setelah matang, Bubur Cendil biasanya disajikan dengan saus gula merah yang kental, santan, dan kadang-kadang taburan kelapa parut. Rasanya manis dan gurih, dengan tekstur kenyal yang sangat menggugah selera.

Kelezatan Bubur Cendil terletak pada perpaduan rasa manis dari gula merah dan krim santan yang memberikan kekayaan rasa. Cocok dinikmati sebagai makanan penutup atau camilan saat santai. Banyak orang juga menyukainya karena tampilannya yang menarik dan warna-warni ceria.

Rasa dan Tekstur

  • Rasa: Manis dari gula merah dan gurih dari santan.
  • Tekstur: Kenyal dan lembut, memberikan sensasi yang menyenangkan saat dikunyah.

Makanan ini sangat populer di berbagai acara, mulai dari pasar tradisional hingga festival kuliner. Bubur Cendil juga menjadi simbol kebudayaan kuliner Indonesia yang kaya dan beragam.

Bubur Cendil tidak hanya enak, tetapi juga mencerminkan kekayaan tradisi kuliner Indonesia. Secara keseluruhan, Bubur Cendil adalah pilihan yang tepat bagi penggemar makanan manis dan tradisional.

Resep Bubur Cendil

Bahan Bola-bola Cendil:

  • 200 gram tepung ketan
  • 200 ml air

Campur kedua bahan di atas, uleni, kemudian bulatkan seperti bola-bola kecil

Bahan Rebusan Cendil

  • 1500 ml air
  • 230 gram gula merah
  • 1 lembar daun pandan

Bahan Larutan

  • 200-230 gram tepung kanji
  • 200 ml air

Kuah Santan

  • 50 ml santan
  • 1/2 sendok teh garam halus
  • 1 lembar daun pandan

Campur bahan lalu rebus, kemudian sisihkan

Cara Membuat Bubur Cendil

  1. Rebus bola-bola cendil ke dalam bahan rebusan tadi. Setelah mengapung, kecilkan api, tuang perlahan-lahan larutan tepung kanji dan aduk cepat biar tidak gosong.
  2. Tunggu sampai meletup-letup, lalu matikan api. Sajikan dengan kuah santan.

Selamat mencoba dan menikmati. (Ana)

Resep Ikan Berujung Goreng Kunyit, Enak dan Menyehatkan

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Ikan Berujung Goreng Kunyit dari @yulichia88. Ikan berujung goreng kunyit adalah hidangan yang kaya rasa dan memiliki aroma yang menggugah selera.

Proses menggoreng ikan dengan bumbu kunyit memberikan warna kuning yang cerah serta cita rasa yang khas. Berikut adalah beberapa poin ulasan mengenai hidangan ini:

Rasa: Kunyit memberikan sentuhan rempah yang hangat dan sedikit pedas, menjadikan ikan terasa lebih nikmat. Kombinasi bumbu yang tepat bisa meningkatkan rasa ikan.

Tekstur: Ikan yang digoreng dengan kunyit biasanya memiliki kulit yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam, memberikan pengalaman makan yang memuaskan.

Kesehatan: Kunyit dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Jadi, hidangan ini tidak hanya enak tetapi juga sehat.

Penyajian: Hidangan ini sering disajikan dengan nasi putih dan sambal, sehingga sangat cocok untuk hidangan keluarga. Sayuran segar sebagai pelengkap juga bisa menambah kesegaran.

Variasi: Anda bisa bereksperimen dengan menambahkan bahan lain seperti bawang merah, bawang putih, atau rempah lain untuk menambah kedalaman rasa.

Secara keseluruhan, ikan berujung goreng kunyit adalah pilihan yang lezat dan menggugah selera, cocok untuk berbagai kesempatan!

Resep Ikan Berujung Goreng Kunyit

Bahan:

  • 350 gram ikan berujung

Bahan sambel terasi

  • 7 butir cabe merah dan 5 butir cabe rawit
  • 1 buah tomat kecil
  • 5 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 gram terasi
  • Garam, gula pasir dan gula merah secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng
  • Jeruk kunci

Cara Membuat:

  1. Goreng cabe, tomat, bawang merah dan bawang putih, terasi, hingga layu dan terasi matang.
  2. Angkat lalu ulek kasar, tambahkan garam, gula pasir dan gula.merah, kemudian kucuri air perasan jeruk kunci.

Cara Membuat Ikan Berujung Goreng Kunyit

  1. Siapkan 350 gram ikan berujung, boleh ikan lain. Ikan berujungnya dibelah. Lalu cuci bersih, buang insang dan sisik ikannya.
  2. Marinasi dengan 1 sendok teh bubuk kunyit, 1 sendok teh garam, 4 butir air perasan jeruk kunci. Tunggu sampai bumbunya meresap, kira-kira 1 jam.
  3. Selanjutnya, goreng dengan minyak panas, sampai warnanya cakep dan garing. Lalu angkat dan sajikan dengan sambel terasi dan lalapan.

Selamat mencoba dan menikmati. (*)

Catatan Ilham Bintang: Kang Farid Telah Tiada

0

Kang Farid, begitu kami menyapa wartawan senior Farid Ridwan Iskandar ( FRI) yang telah tiada. Ia sosok jurnalis professional, tekun, sabar mendidik dan mengayomi wartawan bawahannya. Sikap itu tampaknya buah dari sekian tahun ia mengenyam pendidikan hingga sarjana di IKIP Bandung.

Kang Farid salah satu tulang punggung Tabloid C&R. Ia memahami betul policy pemberitaan media infotainment yang di masanya terbesar di Tanah Air itu. Kami intens berdiskusi setelah mantan wartawan Majalah Tempo itu menjabat Redaktur Pelaksana Tabloid C&R.

Jabatan terakhir almarhum sebelum Tabloid C&R tutup tahun 2019, adalah Wakil Pemimpin Redaksi. Setelah Tabloid C&R tutup Kang Farid kembali ke Bandung. Selama bekerja C&R ia memilih menetap di Jakarta dan hanya sesekali pulang ke Bandung berkumpul dengan keluarga. Atau keluarganya lah yang mengunjunginya di Ibukota.

Memang, boleh dikatakan Kang Farid adalah pelaksana pemimpin redaksi sehari-hari karena kesibukan saya sering bepergian ke luar kota maupun ke luar negeri. Meski demikian, saat saya berada di luar Jakarta, kami intens berkomunikasi. Dengan komunikasi via ponsel atau kontak WhatsApp (WA) cover story maupun banner (judul sampul) tabloid pada waktu dead line, diputuskan.

Saya merasa aman dan nyaman memberi tanggung jawab kepada Kang Farid. Dia orang berilmu. Sabar, rendah hati, dan tahu diri: tetap saja dia menyerahkan kepada saya mengambil keputusan terakhir untuk cover story. Hatta, saya sedang berada di Tanah Suci sekali pun.

Dia berendah hati mengaku tidak percaya diri untuk menentukan cover story maupun banner atau judul cover. Farid yang berinisiasi membukukan reportase jurnalistik dan tulisan komentar saya ( baca : tajuk rencana C&R)Dia telaten mengumpulkan tulisan saya : memilih, mengedit, dan sekaligus memberi pengantar beberapa buku kumpulan reportase jurnalistik itu.

Dengan gambaran hubungan kami yang dekat yang lebih sebagai sahabat, jelas saya merasa sangat kehilangan ketika Jumat (11/10) pukul 11 malam mendapat kabar duka Kang Farid meninggal dunia sejam sebelumnya di RS Advent, Bandung. Almarhum sempat dirawat sejak Selasa (8/10) malam di RS itu.”

Ayah mendapat serangan jantung dua kali. Selasa malam dan Jumat malam,” kata Gemma Pratama, salah satu putera kembarnya, melalui telpon, Sabtu ( 12/10)siang. Saya sedih dan menyesal lantaran kurang sehat, sehingga tidak bisa melayat dan mengangtarkan almarhum ke pemkamannya di TPU Sirnaraga, Bandung, Sabtu pagi.

Sebenarnya, Rabu (9/10) petang saya sudah mendapat informasi mengenai kondisi kesehatannya, namun siapa yang menyangka ia pergi secepat itu.

Pemred Ceknricek.com yang pertama kali mengabarkan Kang Farid mendapat serangan jantung. Tidak lama setelah itu, Arif menyusulkan informasi melegakan mengenai kondisi Farid yang sudah membaik, sudah sadar, dan dalam penanganan medis di ruang ICU. Alhamdulillah.

Namun, Jumat (11/10) sekitar pukul 11 malam, masuklah informasi dari berbagai kawan di WA, Kang Farid telah tiada. Kang Farid wafat dalam usia 65 tahun ( kelahiran Februari 1959) meninggalkan istri, empat anak, dan empat cucu.

Inna lillahi wa inna ilahi rojiun. Allah SWT telah menetapkan kehendaknya, dan kita hambanya meyakini itulah yang terbaik. Insya Allah, Kang Farid, Husnul Khotimah. Diberikan tempat yang lapang, nyaman, dan indah di sisi Allah SWT.

Serangkan keluarga, istri, anak, menantu, dan cucu-cucunya yang berduka, diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan melepas kepergian almarhum.

Selamat jalan, Kang. (*)

Tari Serimpi : Sejarah, Makna, Gerakan, Properti dan Pakaian

Artikel ini akan membahas mengenai Sejarah Tari Serimpi, Makna Tari Serimpi dan Pakaian yang dikenakan oleh para penarinya.

Tari Serimpi adalah tarian klasik yang berasal dari keraton Yogyakarta dan Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Tarian ini dikenal karena gerakannya yang lemah gemulai, penuh dengan keanggunan, dan kerap dipentaskan dalam acara-acara penting kerajaan. Tari Serimpi memiliki sejarah panjang dan dianggap sebagai salah satu tarian sakral dalam tradisi Jawa, terutama di lingkungan keraton.

1. Sejarah Tari Serimpi

Tari Serimpi diyakini sudah ada sejak masa Kesultanan Mataram pada abad ke-17, ketika Sultan Agung (1613–1645) berkuasa. Tarian ini awalnya merupakan tarian istana yang dipentaskan secara eksklusif dalam acara-acara resmi keraton, seperti penobatan raja atau upacara kenegaraan. Serimpi juga digunakan sebagai bagian dari ritual yang melibatkan doa untuk kesejahteraan raja dan keraton.

Setelah Kesultanan Mataram terpecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta pada tahun 1755 melalui Perjanjian Giyanti, Tari Serimpi berkembang dengan ciri khas masing-masing di kedua keraton tersebut. Meski demikian, inti dari tarian ini tetap sama, yaitu menampilkan kehalusan, ketenangan, dan keanggunan khas perempuan Jawa.

2. Makna Tari Serimpi

Tari Serimpi tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Kata “Serimpi” diyakini berasal dari kata “impi” yang berarti mimpi, melambangkan suasana mistis dan sakral yang dihadirkan melalui gerakan-gerakan yang pelan dan lembut.

Tari Serimpi sering dianggap sebagai simbol dualisme dalam kehidupan, seperti antara baik dan buruk, langit dan bumi, laki-laki dan perempuan. Tarian ini juga mencerminkan keharmonisan dan keseimbangan antara dua sisi yang bertentangan tersebut.

Dalam pertunjukan tradisionalnya, Tari Serimpi sering kali menceritakan kisah pertempuran antara dua kelompok, namun penyampaiannya dilakukan secara halus dan simbolis, dengan gerakan yang lebih menekankan keindahan daripada kekerasan.

3. Gerakan Tari Serimpi

Gerakan Tari Serimpi sangat lembut, anggun, dan penuh makna. Setiap gerakan dilakukan dengan sangat perlahan, seolah-olah membawa penonton ke dalam suasana tenang dan damai. Beberapa ciri khas gerakan dalam Tari Serimpi antara lain:

  • Gerakan Tangan: Gerakan tangan penari sangat halus dan terkontrol, melambangkan kelembutan dan keanggunan perempuan Jawa. Tangan sering kali bergerak dengan pola yang mengalir, mengikuti irama gamelan.
  • Langkah Kaki: Penari Serimpi berjalan dengan langkah kecil dan pelan, mencerminkan keanggunan dan kehati-hatian dalam setiap gerak. Langkah kaki yang teratur dan lambat memberikan kesan tenang.
  • Gerakan Kepala: Kepala penari sering kali bergerak secara lembut dan berirama, menambah keindahan gerakan keseluruhan.
  • Gerakan Mata: Mata penari juga ikut bergerak dengan perlahan, mengikuti alur gerakan tubuh dan irama musik, menambah kedalaman ekspresi tarian.

Keseluruhan gerakan Tari Serimpi bertujuan menciptakan suasana yang penuh ketenangan dan keseimbangan, tanpa ada gerakan yang tergesa-gesa atau berlebihan.

4. Properti dalam Tari Serimpi

Dalam Tari Serimpi, penari menggunakan beberapa properti yang memperkuat simbolisme tarian, di antaranya:

  • Keris: Keris sering digunakan sebagai simbol kekuatan dan perlindungan. Penari memegang keris dalam beberapa gerakan, menggambarkan kekuatan yang tetap terkendali dan terjaga dalam keseimbangan.
  • Selendang (Sampur): Selendang yang dikenakan oleh penari sering kali digunakan untuk memperindah gerakan tangan dan menambah kesan anggun dalam pertunjukan.

Properti-properti ini tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap estetika, tetapi juga memiliki makna simbolis yang mendalam dalam konteks kisah yang dibawakan.

5. Busana Tari Serimpi

Busana dalam Tari Serimpi merupakan busana tradisional Jawa yang mencerminkan kehalusan budaya keraton. Penari Serimpi biasanya mengenakan:

  • Kebaya: Penari mengenakan kebaya dengan hiasan yang anggun dan biasanya berwarna cerah atau netral, yang melambangkan kesucian dan keindahan.
  • Kain Batik: Kain batik tradisional Jawa dengan motif yang halus dikenakan sebagai sarung atau kain panjang yang diikat di pinggang.
  • Sanggul: Rambut penari ditata dengan sanggul besar khas Jawa, menambah kesan formal dan elegan.
  • Perhiasan: Gelang, kalung, dan aksesoris lain sering kali dikenakan untuk mempercantik penampilan dan mencerminkan status sosial penari dalam konteks budaya keraton.

Busana yang dikenakan penari Serimpi menekankan kesederhanaan yang elegan, tanpa terlalu banyak hiasan yang mencolok.

6. Musik Pengiring

Tari Serimpi diiringi oleh gamelan Jawa, yang terdiri dari berbagai alat musik tradisional seperti:

  • Saron: Instrumen logam ini menghasilkan suara melodi utama dalam gamelan.
  • Kendang: Kendang digunakan untuk mengatur tempo dan irama gerakan penari.
  • Bonang, Gong, dan Kenong: Alat-alat musik ini memberikan lapisan harmoni yang mendalam pada musik pengiring.
  • Gender: Gender memainkan melodi halus yang berpadu dengan gamelan lainnya.

Irama musik dalam Tari Serimpi sangat pelan dan lembut, menyesuaikan dengan gerakan tarian yang halus. Musik gamelan dalam pertunjukan ini menciptakan suasana yang khidmat dan menambah dimensi mistis dalam tarian. Itulah penjelasan mengenai Sejarah Tari Serimpi, Makna Tari Serimpi dan Pakaian yang dikenakan oleh para penarinya.

Tari Topeng Jawa Barat : Sejarah, Makna, Gerakan, Properti, dan Busananya

Tari Topeng Cirebon adalah salah satu tarian tradisional khas dari Cirebon, Jawa Barat. Tarian ini dikenal karena penarinya menggunakan topeng, yang memberikan karakter dan ekspresi tertentu dalam setiap pertunjukannya. Tari Topeng Cirebon memiliki sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan perkembangan budaya serta keagamaan di wilayah Cirebon. Artikel ini akan membahas mengenai Sejarah Tari Topeng, Makna Tari Topeng dan Pakaian yang dikenakan oleh para penarinya.

1. Sejarah Tari Topeng Cirebon

Tari Topeng Cirebon memiliki sejarah yang sangat tua dan diyakini sudah ada sejak zaman Kerajaan Sunda dan Majapahit. Tari ini awalnya digunakan sebagai bagian dari ritual keagamaan serta sarana untuk menyampaikan pesan moral dan ajaran keagamaan kepada masyarakat. Tari Topeng juga sering dikaitkan dengan penyebaran agama Islam di Jawa Barat oleh para wali, khususnya Sunan Gunung Jati, yang menggunakan seni sebagai sarana dakwah.

Seiring waktu, Tari Topeng Cirebon berkembang menjadi bentuk hiburan yang populer di kalangan masyarakat, namun tetap mempertahankan elemen spiritual dan filosofis yang mendalam. Tarian ini sering ditampilkan dalam berbagai upacara adat, perayaan kerajaan, serta acara-acara kebudayaan.

2. Makna Tari Topeng Cirebon

Setiap topeng yang digunakan dalam Tari Topeng Cirebon memiliki makna simbolis yang mendalam. Topeng melambangkan karakter-karakter tertentu yang diwakili oleh warna dan bentuk topeng. Secara umum, tarian ini menceritakan kisah perjalanan spiritual manusia, dari kehidupan duniawi menuju kesempurnaan jiwa.

Beberapa tokoh dalam Tari Topeng Cirebon diwakili oleh jenis-jenis topeng yang berbeda, yaitu:

  • Topeng Panji: Melambangkan keluguan dan kesucian. Gerakan dalam tarian ini lembut dan penuh kehati-hatian, mencerminkan kemurnian jiwa.
  • Topeng Samba (Pamindo): Melambangkan kehidupan anak muda yang penuh dengan semangat dan ambisi. Gerakannya ceria, dinamis, dan cepat.
  • Topeng Rumyang: Melambangkan tahap perkembangan emosi manusia. Gerakannya mengekspresikan rasa senang dan marah.
  • Topeng Tumenggung: Melambangkan sosok pemimpin atau kesatria yang kuat dan berwibawa. Gerakannya tegas, penuh kekuatan, dan mendominasi.
  • Topeng Kelana: Melambangkan nafsu duniawi dan kemarahan. Gerakannya agresif dan liar, menggambarkan konflik batin manusia yang harus diatasi.

Setiap karakter yang diwakili oleh topeng memiliki pesan moral yang berbeda, yang mengajarkan tentang perjalanan hidup dan cara mengendalikan emosi serta keinginan.

3. Gerakan Tari Topeng Cirebon

Gerakan Tari Topeng Cirebon sangat bervariasi dan mencerminkan karakter dari topeng yang dipakai penari. Beberapa ciri khas dari gerakan Tari Topeng Cirebon meliputi:

  • Gerakan Kepala: Karena penari memakai topeng, ekspresi wajah tidak terlihat, sehingga ekspresi emosi harus disampaikan melalui gerakan kepala yang teratur dan bermakna.
  • Gerakan Tangan: Tangan penari bergerak secara halus atau cepat, sesuai dengan karakter topeng yang dimainkan, menambah keanggunan dan kekuatan pada tarian.
  • Gerakan Kaki: Langkah-langkah kaki dalam Tari Topeng Cirebon mengikuti ritme musik gamelan yang dinamis. Gerakan kaki penari biasanya bervariasi antara cepat dan lambat tergantung pada karakter topeng yang dibawakan.

Setiap topeng memiliki gaya gerakan yang berbeda, dari yang lembut hingga yang agresif, mencerminkan berbagai aspek kehidupan manusia.

4. Properti dalam Tari Topeng Cirebon

Salah satu properti utama dalam Tari Topeng Cirebon adalah topeng itu sendiri. Topeng yang dipakai oleh penari terbuat dari kayu dan dicat dengan warna-warna mencolok, yang disesuaikan dengan karakter yang dibawakan. Warna dan ekspresi pada topeng tersebut sangat menentukan suasana dan makna dari tarian.

Selain topeng, kadang-kadang penari juga menggunakan kipas atau selendang sebagai bagian dari tarian untuk memperindah gerakan dan menambah elemen visual pada pertunjukan.

5. Busana Tari Topeng Cirebon

Busana dalam Tari Topeng Cirebon umumnya mencerminkan pakaian adat khas Cirebon dengan sentuhan tradisional Jawa Barat. Beberapa elemen busana yang dikenakan oleh penari antara lain:

  • Kain Batik Cirebon: Penari mengenakan kain batik dengan motif khas Cirebon, seperti mega mendung. Kain ini biasanya dililitkan di bagian bawah tubuh.
  • Baju Tradisional: Baju yang dikenakan oleh penari biasanya berwarna cerah dengan hiasan-hiasan khas.
  • Sabuk: Penari mengenakan sabuk atau ikat pinggang yang sering kali berwarna kontras dengan kain yang dikenakan.
  • Hiasan Kepala: Selain topeng, penari biasanya memakai hiasan kepala sederhana atau mahkota kecil untuk melengkapi penampilan mereka.

Busana ini berfungsi untuk menambah estetika tarian dan mencerminkan karakter dari setiap topeng yang dibawakan.

6. Musik Pengiring

Musik pengiring dalam Tari Topeng Cirebon adalah gamelan Cirebon yang terdiri dari alat-alat musik tradisional seperti:

  • Kendang: Kendang atau gendang memegang peran penting dalam menentukan tempo dan ritme tarian.
  • Saron, Bonang, Gong: Alat musik gamelan ini digunakan untuk memberikan melodi yang harmonis dan mendalam selama pertunjukan.
  • Rebab: Instrumen petik tradisional ini menambah nuansa melodi yang mendayu dan penuh emosi.

Musik yang dimainkan disesuaikan dengan karakter topeng yang sedang dibawakan, sehingga menciptakan suasana yang sesuai dengan gerakan penari dan cerita yang disampaikan. Itulah penjelasan mengenai Sejarah Tari Topeng, Makna Tari Topeng dan Pakaian yang dikenakan oleh para penarinya.

Tari Jaipong Jawa Barat : Sejarah, Makna, Gerakan, Properti, dan Busananya

Tari Jaipong adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Tarian ini terkenal karena gerakannya yang dinamis, energik, dan penuh semangat. Tari Jaipong menggabungkan elemen tarian rakyat, silat, serta seni musik tradisional Sunda. Jaipong muncul pada era 1970-an dan menjadi ikon seni pertunjukan Jawa Barat hingga saat ini. Simak penjelasan mengenai Sejarah Tari Jaipong, Makna Tari Jaipong, Gerakan, Properti, dan Busana yang dikenakan penarinya.

1. Sejarah Tari Jaipong

Tari Jaipong diciptakan oleh seorang seniman bernama Gugum Gumbira pada awal 1970-an di Bandung, Jawa Barat. Gugum Gumbira terinspirasi untuk menciptakan tarian ini setelah pemerintah Indonesia saat itu mendorong seniman untuk menggali seni budaya lokal. Sebagai musisi dan koreografer, Gugum meneliti berbagai seni tradisional Jawa Barat, termasuk pencak silat, ketuk tilu (tarian rakyat Sunda yang mengandung unsur gendang), dan tarian rakyat lainnya, lalu menggabungkannya menjadi satu bentuk tarian yang dikenal sebagai Jaipong.

Pada awal kemunculannya, Tari Jaipong sempat dianggap kontroversial karena gerakannya yang dinamis dan ekspresif, terutama gerakan pinggul yang sangat enerjik. Namun, seiring waktu, Jaipong diterima dengan baik oleh masyarakat luas dan menjadi bagian dari kebanggaan budaya Sunda.

2. Makna Tari Jaipong

Tari Jaipong memiliki makna yang cukup mendalam dalam budaya Sunda. Jaipong melambangkan semangat, kegembiraan, dan keceriaan rakyat Sunda. Gerakan-gerakannya yang enerjik dan lincah mencerminkan kehidupan yang dinamis dan semangat pantang menyerah. Selain itu, tarian ini juga menampilkan keindahan seni bela diri tradisional melalui kombinasi elemen pencak silat.

Jaipong juga melambangkan rasa kebersamaan, karena dalam beberapa pertunjukan, tarian ini sering dipentaskan oleh beberapa penari sekaligus dalam suasana perayaan atau upacara adat.

3. Gerakan Tari Jaipong

Gerakan Tari Jaipong sangat khas dan menjadi daya tarik utama tarian ini. Gerakannya yang dinamis, cepat, serta melibatkan hampir seluruh bagian tubuh, termasuk tangan, kaki, dan pinggul, menjadikan tarian ini penuh energi. Berikut beberapa ciri khas gerakan Tari Jaipong:

  • Gerakan Pinggul: Salah satu gerakan yang paling ikonik dari Tari Jaipong adalah gerakan pinggul yang dinamis, sering kali dengan sentakan dan gerakan melingkar yang enerjik.
  • Gerakan Tangan: Gerakan tangan dalam Jaipong sangat bervariasi, mulai dari gerakan memutar, mengayun, hingga gerakan yang mengekspresikan kelincahan dan keceriaan.
  • Gerakan Kaki: Gerakan kaki cepat dan sering melibatkan langkah-langkah kecil, lompatan, atau hentakan kaki yang mengikuti irama gendang.
  • Gerakan Silat: Beberapa gerakan pencak silat juga disisipkan dalam tarian ini, memperlihatkan elemen pertahanan diri yang kuat dan tegas.

Keunikan dari Jaipong adalah penggunaan gerakan tubuh secara keseluruhan yang menunjukkan keluwesan dan kelincahan penari, sambil tetap mempertahankan unsur kegembiraan dan semangat.

4. Properti dalam Tari Jaipong

Tari Jaipong umumnya tidak menggunakan properti yang rumit. Penari hanya mengandalkan gerakan tubuh mereka untuk mengekspresikan keindahan tarian. Namun, beberapa elemen busana, seperti selendang (sampur), menjadi bagian penting dari tarian ini:

  • Selendang (Sampur): Selendang yang dikenakan penari digunakan untuk memperindah gerakan, terutama gerakan tangan dan pinggul. Sampur juga sering kali dipegang dan dilambaikan sesuai irama tarian, menambah dinamika visual dalam pertunjukan.

5. Busana Tari Jaipong

Busana dalam Tari Jaipong mencerminkan keindahan pakaian adat Sunda yang penuh warna dan aksesoris. Beberapa elemen busana Tari Jaipong antara lain:

  • Kebaya dan Kain: Penari Jaipong biasanya mengenakan kebaya ketat yang terbuat dari bahan berkilau dengan motif bunga atau corak yang cerah. Bagian bawahnya memakai kain tradisional (kain batik atau kain polos) yang diikat rapi.
  • Sampur (Selendang): Penari selalu menggunakan selendang yang dililitkan di leher atau di pinggang, digunakan dalam gerakan tarian untuk memperindah gerakan tangan.
  • Mahkota atau Hiasan Kepala: Penari Jaipong sering memakai hiasan kepala atau mahkota kecil yang menghiasi rambut, menambah kesan anggun pada penampilan.
  • Aksesoris: Gelang dan kalung sering digunakan untuk mempercantik penampilan penari, memberikan kilau pada gerakan tarian.

6. Musik Pengiring

Musik pengiring dalam Tari Jaipong adalah musik tradisional Sunda yang dimainkan dengan menggunakan alat musik seperti:

  • Gendang: Instrumen utama yang mengatur tempo dan ritme tarian. Gendang Jaipong dimainkan dengan cepat dan penuh semangat, menciptakan suasana dinamis.
  • Gamelan Sunda: Alat musik lain seperti saron, bonang, dan gong juga sering mengiringi Tari Jaipong, menambah harmoni dan kedalaman pada musik pengiring.
  • Kendang Jaipong: Instrumen kendang ini memiliki peran sentral, memberikan irama yang memandu setiap gerakan tarian.

Irama musik Jaipong biasanya cepat, dengan ketukan gendang yang bertenaga, mencerminkan semangat dan keceriaan yang menjadi karakteristik utama tarian ini. Itulah penjelasan mengenai Sejarah Tari Jaipong, Makna Tari Jaipong, Gerakan, Properti, dan Busana yang dikenakan penarinya.