Beranda blog Halaman 165

Simak!! 10 Tarian Tradisional Provinsi Gorontalo

Tarian tradisional Gorontalo mengandung makna mendalam yang mencerminkan kehidupan sosial, adat istiadat, dan keagamaan masyarakat. Berikut adalah 10 tarian tradisional dari Gorontalo yang mencerminkan kekayaan budaya daerah tersebut:

  1. Tari Saronde
    Tarian ini merupakan tarian tradisional yang ditampilkan dalam acara pernikahan adat Gorontalo. Tarian ini biasanya ditarikan oleh sepasang penari pria dan wanita dengan gerakan yang elegan menggunakan selendang. Tari Saronde melambangkan kebahagiaan dan kegembiraan dalam pernikahan.
  2. Tari Polopalo
    Tari Polopalo ditarikan dengan menggunakan alat musik tradisional bernama Polopalo yang berbentuk bambu. Tarian ini penuh semangat dengan gerakan yang energik, sering kali dilakukan dalam berbagai perayaan dan upacara adat.
  3. Tari Langga
    Tarian ini berasal dari seni bela diri tradisional Gorontalo dan ditampilkan sebagai simbol keberanian dan ketangguhan. Gerakan dalam Tari Langga menggambarkan teknik pertarungan yang berasal dari tradisi setempat.
  4. Tari Dana-Dana
    Tari Dana-Dana adalah tarian yang menggambarkan kebersamaan dan kekompakan masyarakat Gorontalo. Biasanya ditampilkan dalam acara-acara adat dan keagamaan dengan gerakan yang dinamis dan penuh keceriaan.
  5. Tari Tidi Lo Polopalo
    Tarian ini juga menggunakan alat musik tradisional Polopalo dan ditampilkan dengan gerakan yang lemah gemulai. Tari Tidi Lo Polopalo sering kali dipentaskan dalam acara adat untuk menyambut tamu penting.
  6. Tari Ilangata
    Tarian ini merupakan tarian yang dipentaskan untuk menggambarkan kerja sama masyarakat Gorontalo dalam kegiatan sehari-hari, seperti bertani atau bergotong royong. Gerakannya melambangkan persatuan dan saling tolong menolong.
  7. Tari Elengge
    Tari Elengge adalah tarian yang berasal dari Gorontalo bagian selatan. Tarian ini mengandung nilai-nilai spiritual dan biasanya dipentaskan dalam acara keagamaan. Gerakannya anggun dan mengalir.
  8. Tari Baluhuta
    Tari Baluhuta merupakan tarian penyambutan yang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan. Gerakannya lemah gemulai dengan simbolisasi penghormatan kepada tamu yang datang.
  9. Tari Binte Biluhuta
    Tarian ini dinamai dari salah satu makanan khas Gorontalo, Binte Biluhuta (sup jagung), yang melambangkan kebersamaan dan keberagaman budaya dalam masyarakat. Tarian ini biasanya ditampilkan dalam acara-acara budaya dan festival.
  10. Tari Tanggomo
    Tarian ini menggabungkan seni sastra dan tarian, di mana gerakan tari diiringi dengan syair atau cerita tradisional Gorontalo yang dinyanyikan. Tanggomo berfungsi sebagai media hiburan dan penyampaian pesan moral dalam masyarakat.

Tarian tradisional Gorontalo ini tidak hanya memperlihatkan keindahan gerakan, tetapi juga mengandung makna mendalam yang mencerminkan kehidupan sosial, adat istiadat, dan keagamaan masyarakat Gorontalo.

Mengenal 10 Jenis Tarian Tradisional Provinsi Sulawesi Utara

Sulawesi Utara memiliki beragam tarian tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya suku-suku di wilayah tersebut. Berikut adalah 10 tarian tradisional dari Sulawesi Utara yang kaya akan budaya dan tradisi:

  1. Tari Maengket
    Tarian ini merupakan tarian syukur dari suku Minahasa yang awalnya dipentaskan setelah panen raya. Sekarang, Tari Maengket sering dipertunjukkan dalam berbagai acara adat dan budaya.
  2. Tari Katrili
    Tarian pergaulan yang dipengaruhi budaya Portugis, Tari Katrili ditampilkan dalam acara pernikahan atau pesta dengan gerakan yang ceria dan biasanya dilakukan berpasangan.
  3. Tari Cakalele
    Tarian perang yang menggambarkan keberanian dan kekuatan para prajurit Minahasa. Penari laki-laki menggunakan pakaian perang lengkap dengan pedang dan tameng.
  4. Tari Kabasaran
    Tari perang dari suku Minahasa ini ditarikan oleh para prajurit yang membawa tombak atau parang. Tarian ini merupakan bentuk kesiapan masyarakat dalam menghadapi perang.
  5. Tari Tumatenden
    Tarian ini terinspirasi dari cerita rakyat Minahasa tentang kisah cinta seorang raja dan bidadari. Gerakan tarian ini menggambarkan romansa serta keindahan alam Minahasa.
  6. Tari Lenso
    Tarian yang menggunakan sapu tangan sebagai properti utama ini ditarikan oleh kaum perempuan dalam upacara adat atau acara perayaan. Tari Lenso juga memiliki unsur pergaulan dan kegembiraan.
  7. Tari Ampa Wayer
    Tarian ini berasal dari Sangihe dan Talaud, biasanya dipentaskan dalam acara pernikahan atau penyambutan tamu. Tari Ampa Wayer menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
  8. Tari Poco-Poco
    Meskipun terkenal secara nasional, tari Poco-Poco berasal dari Sulawesi Utara. Tari ini adalah tarian pergaulan yang enerjik dan sering dipentaskan dalam berbagai acara senam dan perayaan.
  9. Tari Masamper
    Tarian ini berasal dari Sangihe dan Talaud, ditarikan secara berkelompok dengan nyanyian bersama. Tari Masamper melambangkan solidaritas dan kebersamaan antar anggota masyarakat.
  10. Tari Musyoh
    Tarian ini digunakan sebagai bagian dari upacara adat untuk mengusir roh jahat atau mendamaikan roh yang meninggal secara tidak wajar. Tari Musyoh dipercaya dapat membawa ketenangan bagi roh yang gelisah.

Tarian tradisional Sulawesi Utara ini tidak hanya menunjukkan keindahan gerak, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sejarah, keberanian, dan keagamaan dalam masyarakat. Setiap tarian di atas memiliki cerita, makna, dan nilai budaya yang mencerminkan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara.

Ini Profil dan Kontroversi Ahmed Al Kaf, Wasit Indonesia vs Bahrain

0

Salah satu faktor yang menghambat tim nasional Indonesia meraih tiga poin dalam pertandingan melawan Bahrain adalah wasit Ahmed Al Kaf. Wasit asal Oman ini menjadi sorotan dalam laga yang berlangsung pada babak lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga, yang dipenuhi dengan berbagai kontroversi.

Latar Belakang Ahmed Al Kaf

Ahmed Al Kaf, lahir di Oman pada 6 Maret 1983, memiliki nama lengkap Ahmed Abu Bakar Said Al Kaf. Ia memulai karier wasitnya di liga domestik Oman pada tahun 2008, dan hanya dalam dua tahun, ia sudah mendapatkan lisensi FIFA untuk memimpin pertandingan internasional.

Al Kaf dikenal sebagai wasit yang rajin mengeluarkan kartu; rata-rata, ia mengeluarkan lima kartu per pertandingan. Hingga kini, ia telah memimpin 114 laga dan mengeluarkan 343 kartu kuning serta 10 kartu merah.

Kontroversi di Pertandingan Indonesia vs Bahrain

Penunjukan Al Kaf sebagai wasit dalam pertandingan ini sudah menuai tanda tanya, mengingat ia berasal dari Oman, negara yang berada dalam satu badan sepak bola dengan Bahrain, yaitu West Asian Football Federation (WAFF).

Meski demikian, menurut aturan Federasi Sepak Bola Asia (AFC), hal tersebut tidak menjadi masalah, karena larangan hanya berlaku untuk wasit dari negara atau grup yang sama.

Dalam pertandingan tersebut, keputusan-keputusan Al Kaf berdampak signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah pengaturan waktu tambahan. Awalnya, pertandingan diberikan tambahan waktu enam menit, seharusnya berakhir di menit 96 saat Indonesia memimpin 2-1.

Namun, peluit akhir baru dibunyikan di menit 98, ketika Bahrain berhasil menyamakan kedudukan. Proses VAR untuk gol tersebut tidak ditayangkan dan keputusan yang diambil lebih cepat dibandingkan dengan gol yang dicetak Ragnar Oratmangoen di babak pertama.

Keputusan Al Kaf memicu kemarahan para pemain dan official Indonesia, yang mengakibatkan protes di pinggir lapangan. Manajer timnas, Sumardji, bahkan mendapatkan kartu merah.

Selain itu, terlihat bahwa Al Kaf cenderung memberikan pelanggaran kepada pemain Bahrain meski terjadi kontak fisik yang minim, sementara Bahrain dikenal sebagai tim yang sering mengulur waktu dalam permainan.

Kontroversi ini semakin memperjelas ketidakpuasan para pendukung dan pemain Indonesia, yang merasa dirugikan oleh keputusan wasit. (*)

Resep Roti Tawar, Lembut dan Empuk

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Roti Tawar. Roti tawar adalah salah satu makanan pokok yang banyak disukai, baik sebagai sarapan, cemilan, atau bagian dari hidangan lainnya. Berikut adalah beberapa aspek yang bisa diulas tentang roti tawar:

Tekstur dan Rasa

Roti tawar biasanya memiliki tekstur yang lembut dan empuk. Rasa netralnya membuatnya mudah dipadukan dengan berbagai bahan, seperti selai, mentega, atau daging.

Kandungan Nutrisi

Roti tawar mengandung karbohidrat yang cukup tinggi, memberikan energi yang diperlukan tubuh. Namun, penting untuk memilih roti tawar yang terbuat dari gandum utuh untuk mendapatkan serat dan nutrisi lebih.

Kelebihan

  • Fleksibel: Dapat diolah menjadi berbagai hidangan, seperti sandwich, toast, atau pudding roti.
  • Mudah Didapat: Tersedia di hampir semua toko dan supermarket.
  • Praktis: Cocok untuk sarapan cepat atau makan siang yang praktis.

Kekurangan

  • Tinggi Kalori: Jika dikonsumsi berlebihan, bisa menyebabkan penambahan berat badan.
  • Kurang Serat: Roti tawar putih biasanya rendah serat dibandingkan dengan roti gandum utuh.

Secara keseluruhan, roti tawar adalah pilihan yang praktis dan serbaguna. Namun, pemilihan jenis roti yang tepat sangat penting untuk kesehatan.

Resep Roti Tawar

Bahan :

  • 125 gr tepung terigu protein tinggi
  • 125 gr tepung terigu protein sedang
  • 25 gr gula pasir
  • 20 gr susu bubuk
  • 1,5 sdt ragi
  • 1 kuning telur
  • 125-140 ml susu cair dingin
  • 35 gr butter/margarin
  • Sejumput garam

Cara Membuat Roti Tawar

  1. Campurkan tepung, susu bubuk, gula dan ragi, aduk rata, tambahkan telur, susu cair sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga setengah kalis, hentikan pemakaian cairan jika dirasa cukup. Tambahkan butter dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Diamkan adonan hingga sedikit mengembang, sekitar 15 menit.
  2. Siapkan loyang yang telah diolesi margarin, loyang 20x10x10 cm. Lalu gilas memanjang, gulung adonan sambil dipadatkan, taruh dalam loyang yang telah dioles margarin. Diamkan adonan hingga mengembang ¾ tinggi loyang.
  3. Setelah mengembang, tutup loyang roti. Panggang hingga matang di oven yang telah dipanasi sebelumnya (sesuaikan oven masing-masing). Setelah matang, olesi butter/ margarin. Tunggu dingin, potong-potong.

Catatan:

Aku pakai oven otang dengan api kecil dipanggang di rak bawah, 50-60 menit. (*)

Resep Kerang Dara Saus Lada Hitam, Pedas dan Gurih

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Kerang Dara Saus Lada Hitam. Kerang Dara Saus Lada Hitam adalah hidangan seafood yang sangat menggugah selera. Berikut adalah ulasan tentang hidangan ini:

Rasa dan Tekstur

Kerang dara yang dimasak dengan saus lada hitam memberikan kombinasi rasa yang sangat nikmat. Saus lada hitam yang pedas dan gurih menambah kedalaman rasa pada kerang yang lembut dan kenyal. Setiap suapan terasa kaya akan bumbu, dengan aroma yang menggoda.

Kelebihan

  1. Rasa yang Kuat: Saus lada hitam memberikan sensasi pedas yang pas, membuat hidangan ini menarik bagi penggemar makanan pedas.
  2. Nutrisi Tinggi: Kerang dara kaya akan protein dan nutrisi, menjadikannya pilihan yang sehat untuk berbagai menu.
  3. Cepat dan Praktis: Proses memasaknya relatif cepat, cocok untuk makan malam yang sederhana namun istimewa.

Kekurangan

  1. Alergi Seafood: Bagi orang yang alergi terhadap seafood, hidangan ini tentunya harus dihindari.
  2. Kualitas Bahan: Rasa kerang sangat bergantung pada kesegaran bahan; kerang yang tidak segar dapat mengurangi kenikmatan hidangan.

Penyajian

Hidangan ini paling baik disajikan dengan nasi putih hangat atau mie, serta tambahan sayuran segar untuk melengkapi menu. Sebagai hiasan, irisan cabai merah atau daun ketumbar bisa menambah daya tarik visual.

Secara keseluruhan, Kerang Dara Saus Lada Hitam adalah pilihan yang lezat dan memuaskan untuk penggemar seafood. Apakah kamu sudah mencoba membuatnya di rumah?

Resep Kerang Dara Saus Lada Hitam

Bahan:

  • 200 gram kerang dara

Bumbu Rebus

  • 1 lembar daun jeruk purut
  • 1 ruas jahe, geprek
  • 1 batang serei, geprek
  • 1 sendok teh garam
  • 2 siung bawang putih
  • Secukupnya air untuk merebus

Bumbu yang Dihaluskan

  • 4 suung bawang putih
  • 3 siung bawang merah

Bumbu yang Ditumis

  • 1 sendok makan lada hitam bubuk
  • 1 sendok teh saus tiram
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok teh saus lada hitam
  • 1 ruas jahe geprek
  • 1 buah bawang bombay iris kecil
  • 2 buah cabe merah/hijau besar
  • Secukupnya air
  • 2 sendok makan larutan tepung maizena
  • 1 batabg daun bawang
  • 5 lembar daun jeruk purut
  • Cuci, lalu iris semua bahan
  • 1/2sendok teh garam
  • 1/2 sendok teh gula pasir

Cara Membuat Kerang Dara Saus Lada Hitam

  1. Siapkan bumbu yang sudah direbus. Masak air hingga mendidih. Masukkan semua bahan rebusan.
  2. Masukkan kerang dara dan rebus hingga matang. Lalu angkat dan tiriskan.
  3. Siapkan semua bahan bumbu yang akan ditumis. Sambil memanaskan minyak untuk menumis bumbu, haluskan lada yang dalam bentuk butiran.
  4. Tumis semua bumbu yang sudah dihaluskan, hingga harum dan layu.
  5. Masukkan lada hitam, saus tiram, garam, gula pasir, saus lada hitam, kecap manis. Aduk hingga tercampur rata.
  6. Koreksi rasa, tumis sebentar lalu tambahkan air, masukkan kerang dara, daun bawang dan daun jeruk.
  7. Masak hingga bumbu meresap. Tambahkan larutan tepung maizena. Kentalkan sedikit bumbu kuah, lalu matikan kompor dan sajikan.

Selamat mencoba dan menikmati. (Ana)

Resep Kue Bawang Gunting, Gurih dan Renyah

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Kue Bawang Gunting by @wawawiati. Kue Bawang Gunting adalah camilan khas Indonesia yang terkenal dengan rasa gurih dan tekstur yang renyah. Kue ini terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, bawang putih, dan bumbu-bumbu lainnya yang memberikan cita rasa khas.

Kelebihan:

  1. Renyah dan Gurih: Tekstur yang krispi dan rasa bawang yang kuat membuatnya sangat menggugah selera.
  2. Mudah Didapat: Bahan-bahannya mudah ditemukan, sehingga siapa pun bisa mencoba membuatnya di rumah.
  3. Cocok untuk Camilan: Kue ini sangat cocok dinikmati saat bersantai atau sebagai teman minum teh.

Kekurangan:

  1. Kalori Tinggi: Sebagai camilan gorengan, kue ini bisa mengandung kalori cukup tinggi.
  2. Bau Bawang: Bagi sebagian orang, aroma bawang bisa terlalu kuat.

Secara keseluruhan, Kue Bawang Gunting adalah pilihan yang lezat untuk pecinta camilan gurih. Apakah kamu sudah mencobanya?

Resep Kue Bawang Gunting

Bahan:

  • 320 gram tepung terigu serbaguna
  • 30 gram tepung maizena
  • 45 gram margarine
  • 3/4 sendok teh garam
  • 3/4 sendok teh kaldu bubuk atau sesuai selera
  • 2 sendok teh gula pasir (optional)
  • 5 butir bawang merah
  • 4 butir bawang putih
  • 3 – 4 tangkai seledri, dicincang (kalau tidak punya, bisa tidak pakai)
  • 120 ml air atau santan, bisa kurang atau lebih, tergantung kalisnya adonan.

Cara Membuat Kue Bawang Gunting

  1. Cincang halus, atau blender kasar bawang putih dan bawang merah (di resep ini bawang putih dan bawang merah diblender kasar dengan air 120 ml), kemudian sisihkan.
  2. Campur dan aduk hingga tercampur rata semua bahan kering. Masukkan margarine dan daun seledri, aduk hingga tercampur rata, lalu tuangi bahan cair, uleni sampai adonan kalis.
  3. Takaran air menyesuaikan sekalisnya adonan. Jangan sampai kelembekan ya.
  4. Setelah adonan kalis, bagi adonan menjadi 2-3 bagian. Bulatkan. Sediakan nampan yang sudah ditaburi tipis dengan tepung terigu.
  5. Ambil satu bagian adonan, gunting gunting di atas nampan. Setelah terkumpul cukup banyak, panaskan minyak secukupnya. Goreng adonan yang telah digunting, dalam minyak yang benar-benar sudah panas. Goreng sampai kering dan berwarna kecokelatan.
  6. Cara lain, bisa langsung digunting di atas wajan yang berisi minyak panas. Gunakan api kecil supaya tidak cepat gosong, angkat lalu tiriskan. Setelah dingin, masukkan ke dalam toples yang tertutup rapat.

Selamat mencoba dan menikmati. (ana)

Manusia

0

Oleh: Farid Achmad Okbah MA

Malaikat diciptakan dari cahaya. Iblis diciptakan dari api. Dan manusia berasal dari tanah. Malaikat diberi akal tanpa nafsu. Binatang dikasih nafsu tapi tidak dikasih akal.

Manusia bila menggunakan akalnya sampai mengalahkan nafsunya, dia bisa melebihi malaikat bahkan malaikat mendoakannya,

اَلَّذِيْنَ يَحْمِلُوْنَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهٗ يُسَبِّحُوْنَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُوْنَ بِهٖ وَيَسْتَغْفِرُوْنَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۚ رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَّعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوْا سَبِيْلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ. رَبَّنَا وَاَدْخِلْهُمْ جَنّٰتِ عَدْنِ ِۨالَّتِيْ وَعَدْتَّهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَاۤىِٕهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ ۗاِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُۙ. وَقِهِمُ السَّيِّاٰتِۗ وَمَنْ تَقِ السَّيِّاٰتِ يَوْمَىِٕذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهٗ ۗوَذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan (malaikat) yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memohonkan ampunan untuk orang-orang yang beriman (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu yang ada pada-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertobat dan mengikuti jalan (agama)-Mu dan peliharalah mereka dari azab neraka yang menyala-nyala.” Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang saleh di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. Dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh, Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS Ghafir, 40: 7-9)

Tapi bila manusia terbawa oleh nafsunya yang mengalahkan akalnya, maka dia lebih rendah dari binatang,

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

“Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.” (QS Al-A’raaf, 7: 179)

Perjanjian manusia dengan Allah subhanahu wa ta’ala melalui 3 rangkap:

Pertama, perjanjian alam ruh,

وَاِذْ اَخَذَ رَبُّكَ مِنْۢ بَنِيْٓ اٰدَمَ مِنْ ظُهُوْرِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَاَشْهَدَهُمْ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْۚ اَلَسْتُ بِرَبِّكُمْۗ قَالُوْا بَلٰىۛ شَهِدْنَا ۛاَنْ تَقُوْلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنْ هٰذَا غٰفِلِيْنَۙ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini._” (QS. Al-A’raaf, 7: 172)

Kedua, perjanjian alam fitrah,

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًاۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَاۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS Ar-Rum, 30: 30).

Ketiga, perjanjian alam akal dengan mengikuti para rasul alaihimussalam agar selamat dunia dan akhirat,

رُسُلًا مُّبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَى اللّٰهِ حُجَّةٌ ۢ بَعْدَ الرُّسُلِ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

Rasul-rasul itu adalah sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, agar tidak ada alasan bagi manusia untuk membantah Allah setelah rasul-rasul itu diutus. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS An-Nisaa, 4: 165)

Kenyataannya, manusia terbagi menjadi 3 golongan:

Pertama, mereka yang beriman (QS. Al-Baqarah, 2: 2-5)

Kedua, mereka yang kafir (QS. Al-Baqarah, 2: 6-7)

Ketiga, mereka munafik dalam keraguan (QS. Al-Baqarah, 2: 8-20)

Beruntunglah mereka yang beriman dan rugilah mereka yang kafir dan munafik.

Makanya Allah turunkan surat Al-Insan untuk berikan pilihan, mau jalan yang benar atau jalan yang salah?

اِنَّا هَدَيْنٰهُ السَّبِيْلَ اِمَّا شَاكِرًا وَّاِمَّا كَفُوْرًا

“Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.” (QS. Al-Insan, 76: 3)

Penentu sikap manusia ada pada dirinya sendiri, sekaligus harus bertanggung jawab atas pilihan itu,

اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ

“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh.” (QS. Al-Ahzaab, 33: 72)

Ada dua hal yang menjadikan manusia itu salah jalan, yaitu kezaliman dan kebodohan.

Mengapa manusia berbuat zalim?

Karena dia tahu yang benar tapi melanggar. Sementara kebodohan itu karena manusia tidak berilmu sehingga sembarangan berbuat.

Makanya Nabi ﷺ memberitahukan bahwa,

القُضَاةُ ثَلاَثَةٌ: قَاضِيَانِ فِي النَّارِ، وَقَاضٍ فِي الجَنَّةِ، رَجُلٌ قَضَى بِغَيْرِ الحَقِّ فَعَلِمَ ذَاكَ فَذَاكَ فِي النَّارِ، وَقَاضٍ لاَ يَعْلَمُ فَأَهْلَكَ حُقُوقَ النَّاسِ فَهُوَ فِي النَّارِ، وَقَاضٍ قَضَى بِالحَقِّ فَذَلِكَ فِي الجَنَّةِ

“Hakim itu ada tiga model: dua di neraka dan satu di surga. (1) Seorang hakim yang memutuskan hukum tidak berdasarkan kebenaran padahal ia mengetahuinya, maka di neraka. (2) Seorang hakim yang memutuskan hukum tanpa ilmu sehingga hilanglah hak-hak manusia, maka ia di neraka. Dan (3) seorang hakim yang memutuskan berdasarkan kebenaran, maka ia di surga.” (HR. Turmudzi)

Itulah mengapa kita dalam shalat-shalat kita selalu minta ihdinash shiraathal mustaqim. Yaitu ilmu dan amal. Dan jangan seperti orang yang dimurkai Allah karena zalim dan tersesat jalan karena bodoh. Orang yang benar bisa ditandai dari qalbu dan lisannya.

Lukman al-Hakim, seorang bijak yang namanya diangkat oleh Al-Qur’an, diminta oleh bosnya untuk menyembelih kambing dan diminta untuk mengeluarkan bagian yang paling bernilai di kambing itu. Ternyata dia keluarkan hati dan lisannya.

Kemudian disuruh untuk menyembelih lagi dan diminta untuk mengeluarkan bagian yang terburuk dari kambing itu. Ternyata dia keluarkan yang sama hati dan lisannya.

Mengapa? Katanya, dua bagian itulah yang menentukan manusia baik dan buruknya. (Raudhatul Uqala’ wa Jannatul Fudhala oleh Ibnu Hibban Al-Basti, hal. 29)

Semoga kita mampu membawa diri kita menjadi orang yang beriman sesuai perjanjian kita dengan Allah. Wallahul Musta’an.

Repost: Abdullah Al Faqir/AS

Renungan Harian Kristen, Jumat, 11 Oktober 2024: Ketika Allah Diam — Sepertinya Tidak Mendengarkan Anda

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Jumat, 11 Oktober 2024 berjudul: Ketika Allah Diam — Sepertinya Tidak Mendengarkan Anda

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Yohanes 11:6

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Ketika Allah Diam — Sepertinya Tidak Mendengarkan Anda

Yohanes 11:6 – Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;

Pengantar:

Pikirkanlah hari-hari keheningan yang dalam di Betania. Lazarus sakit, Yesus ada. Namun, Ia “sengaja tinggal dua hari” sebelum bertindak. Dapatkah Allah “memercayakan” kepada Anda keadaan seperti itu? Apakah Anda masih meminta jawaban yang dapat dilihat? Allah dapat saja memberi berkat-berkat yang Anda minta, tetapi diamnya Allah adalah tanda bahwa Dia akan membawa Anda ke dalam pemahaman yang mengagumkan tentang diri-Nya.

Renungan Harian Kristen, Jumat, 11 Oktober 2024

Sudahkan Allah memercayai Anda dengan diamnya Allah — suatu keadaan yang mempunyai makna besar? Keheningan Allah, “God’s silence”, adalah jawaban-Nya.

Pikirkanlah hari-hari keheningan yang mendalam di rumah, di Betania, dalam nas di atas! Apakah ada sesuatu yang sejalan dengan hari-hari dalam hidup Anda? Dapatkah Allah memercayakan kepada Anda keadaan seperti itu, atau apakah Anda masih meminta jawaban yang dapat dilihat?

Allah dapat saja memberi Anda berkat-berkat yang Anda minta, tetapi diamnya Allah adalah tanda bahwa Dia akan membawa Anda ke dalam pemahaman yang mengagumkan tentang diri-Nya.

Apakah Anda gundah di hadapan Allah karena Anda belum mendapatkan respons yang dapat terdengar? Ketika Anda tidak dapat mendengar Allah, Anda akan menemukan bahwa Dia telah memercayakan kepada Anda dengan cara yang paling akrab, dengan keheningan yang dalam, bukan keheningan yang menekan, tetapi keheningan yang memberikan kepuasan karena Allah melihat Anda dapat kuat dan tahan menerima suatu penyingkapan yang lebih besar.

Jika Allah telah memberikan kepada Anda keheningan-Nya, pujilah Dia, Dia membawa Anda ke dalam tujuan-Nya yang besar. Manifestasi dari jawaban (Allah) pada waktunya adalah semata-mata kedaulatan Allah.

Waktu tidak ada artinya bagi Allah. Untuk sementara, mungkin Anda berkata, “Aku meminta kepada Allah untuk memberiku roti, tetapi Dia memberiku batu” (lih. Matius 7:9). Sesungguhnya, Dia tidak memberi Anda batu dan hari ini Anda menemukan Dia memberi Anda “roti kehidupan” (Yohanes 6:35).

Suatu hal yang ajaib tentang diamnya Allah adalah bahwa keteduhan-Nya yang besar dan dapat dirasakan orang lain masuk ke dalam diri Anda, dan Anda menjadi penuh keyakinan mengatakan, “Aku tahu Allah telah mendengar saya.”

Keheningan Allah sungguh merupakan bukti bahwa Dia mempunyai jawaban untuk Anda. Selama Anda memiliki pandangan bahwa Allah akan memberkati Anda dalam jawaban doa, Dia akan melakukannya, tetapi Dia tidak akan pernah memberi Anda karunia keheningan-Nya.

Jika Yesus Kristus hendak membawa Anda ke dalam pengertian bahwa doa adalah untuk memuliakan Bapa-Nya, Dia akan memberikan tanda pertama dari keakraban-Nya, yaitu keheningan-Nya.

Demikian Renungan hari ini, Jumat, 11 Oktober 2024 diambil dari Yohanes 11:6 yang mengisahkan tentang Ketika Allah Diam — Sepertinya Tidak Mendengarkan Anda dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

Mengenal Kadin Indonesia, Sejarah, Tugas dan Fungsinya

0

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia adalah organisasi yang berfungsi sebagai induk bagi dunia usaha di Indonesia, mencakup sektor usaha negara, koperasi, dan swasta. Kadin didirikan pada 24 September 1968 dan diakui sebagai satu-satunya organisasi yang menaungi pelaku bisnis melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987. Keberadaan Kadin bertujuan strategis untuk mendukung pengembangan perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sejarah Pembentukan Kadin Indonesia

Sejarah Kadin dimulai pada tahun 1968, saat organisasi ini didirikan oleh Kadin Daerah Tingkat I. Meskipun telah ada, Kadin baru diakui secara resmi oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 49 Tahun 1973. Pengakuan ini menjadi langkah awal bagi Kadin untuk menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai wakil dunia usaha.

Pada tahun 1987, Kadin mengalami revitalisasi melalui Musyawarah Pengusaha Indonesia yang berlangsung pada 24 September. Dalam acara tersebut, Kadin dibentuk kembali dengan dukungan dari Dewan Koperasi Indonesia dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 menjadi landasan hukum bagi Kadin untuk menjalankan perannya dalam memperkuat perekonomian bangsa.

Dengan jaringan luas di seluruh provinsi, Kadin berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional. Melalui perannya, Kadin berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri Indonesia di tingkat global.

Tugas Utama Kadin

Kadin memiliki peran penting dalam menyelesaikan konflik antar pengusaha. Sebagai mediator, Kadin memfasilitasi penyelesaian masalah secara damai dan profesional, sehingga pengusaha dapat menghindari proses hukum yang panjang dan mahal.

Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Organisasi ini juga bertanggung jawab dalam pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, Kadin berupaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja di berbagai sektor industri. Dengan SDM yang berkualitas, dunia usaha Indonesia akan lebih siap menghadapi persaingan global.

Fungsi Utama Kadin dalam Perekonomian

Selain itu, Kadin memiliki sejumlah fungsi utama yang mendukung penguatan perekonomian Indonesia. Salah satunya adalah menciptakan iklim usaha yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi.

Kadin berperan dalam merumuskan kebijakan yang mendorong investasi, baik domestik maupun asing. Dengan kebijakan yang pro-bisnis, Kadin membantu menciptakan stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya tarik investasi di Indonesia.

Kadin juga memperkuat kolaborasi antar berbagai sektor usaha. Mereka aktif menjalin kerja sama antara perusahaan besar dan UKM, serta membuka akses bagi UKM ke pasar yang lebih luas. Kolaborasi ini penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang inklusif, di mana setiap pihak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. (*)

Raffi Ahmad Jadi Waketum, Apa itu KADIN? Ini Penjelasannya

0

Kabar terbaru dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia adalah penunjukan Raffi Ahmad, pengusaha sekaligus selebriti, sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) untuk bidang Pariwisata dan Industri Kreatif. Pengumuman ini dilakukan pada Senin (7/10) di Menara Kadin Indonesia, disaksikan oleh Ketua Umum KADIN, Anindya Bakrie, dan sejumlah anggota penting lainnya.

Penunjukan Raffi Ahmad menjadi topik hangat karena kesuksesannya di dunia hiburan dan bisnis. Sebagai Waketum KADIN, ia menghadapi tanggung jawab besar dalam mendukung sektor pariwisata dan industri kreatif.

Respon Raffi Ahmad

Raffi Ahmad menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kadin. Ia menyampaikan, “Terima kasih kepada Pak Anindya Bakrie yang telah mempercayakan kami di posisi ini. Saya bersama Pak Bobby siap menjalankan tugas ini.”

Sebagai seorang pengusaha yang bergerak di berbagai sektor seperti entertainment, kuliner, dan properti, Raffi menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menjalankan tanggung jawab barunya.

Ia optimis bahwa hubungan antara pengusaha dan pemerintah akan semakin kuat setelah pelantikan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden pada 20 Oktober 2024.

“Kami berharap sinergi antara Kadin dan pemerintah akan semakin baik setelah pelantikan Pak Prabowo dan Mas Gibran. Semoga Mas Anin bisa terus menjembatani keinginan para pelaku bisnis untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Apa Itu KADIN

Namun, banyak orang yang mungkin belum sepenuhnya memahami apa itu KADIN dan fungsi serta tugas utamanya dalam perekonomian Indonesia.

KADIN, atau Kamar Dagang dan Industri Indonesia, adalah salah satu organisasi penting dalam perekonomian nasional. Organisasi ini berperan sebagai jembatan antara sektor swasta dan pemerintah, dengan pengaruh signifikan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi di Indonesia.

KADIN didirikan pada 24 September 1968 untuk mewakili kepentingan dunia usaha. Pada awal pembentukannya, Indonesia berada dalam masa pemulihan ekonomi setelah pergantian rezim politik di tahun 1960-an, dan KADIN hadir untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dan dunia usaha.

Organisasi ini tidak hanya fokus pada industri besar, tetapi juga mencakup sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Peran penting KADIN semakin diperkuat dengan diterbitkannya Undang-undang No. 1 Tahun 1987 tentang Kamar Dagang dan Industri, menjadikannya satu-satunya organisasi resmi yang mewakili dunia usaha di Indonesia.

Dengan jaringan luas di seluruh provinsi, KADIN berfungsi sebagai penghubung antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas internasional. Melalui perannya, KADIN berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing industri Indonesia di tingkat global. (*)