Beranda blog Halaman 17

Pengamat Kritik Usulan Hak Pengelolaan Tambang oleh Perguruan Tinggi, Sebut Langgar UU Pendidikan

0

PALU – Pengesahan usulan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara oleh DPR RI menuai kontroversi. Salah satu poin yang disoroti adalah tambahan Pasal 51A, yang memberikan prioritas Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mineral logam dan batubara kepada perguruan tinggi.

Meski bertujuan membuka opsi pendanaan baru bagi perguruan tinggi, sejumlah pihak menilai langkah tersebut bertentangan dengan Undang-Undang Pendidikan dan berpotensi menciptakan konflik kepentingan.

Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Aristan, dari Partai Nasdem, menyebut usulan tersebut sebagai langkah yang mengabaikan fungsi utama perguruan tinggi.

“Ini bertentangan dengan akal sehat. Perguruan tinggi diberi izin mengelola tambang? Menurut saya, itu seperti menghina esensi dunia pendidikan,” tegas Aristan melalui sambungan telepon, Jumat (24/1/2025).

Aristan menambahkan, perguruan tinggi seharusnya tetap fokus pada perannya sebagai institusi pencetak sumber daya manusia berkualitas dan pusat penelitian ilmu pengetahuan, bukan terjun ke dunia usaha.

“Perguruan tinggi adalah kontrol sosial masyarakat, bukan entitas bisnis. Jangan sampai peran ini tercampur aduk. Langkah ini perlu dikritik dan direvisi agar perguruan tinggi tetap berada pada jalur yang benar,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof. Dr. Slamet Riadi Cante, M.Si. Ia menilai, memberikan hak pengelolaan tambang kepada perguruan tinggi adalah langkah keliru yang bertentangan dengan Tridharma Perguruan Tinggi.

“Perguruan tinggi harus menjalankan Tridharma, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Memberikan hak pengelolaan tambang justru menggeser fokus utama ini,” kata Prof. Slamet, yang juga Dewan Pakar Pengurus Pusat Indonesian Association for Public Administration (IAPA).

Menurutnya, pemerintah seharusnya memperkuat pendanaan riset ketimbang memberikan hak pengelolaan tambang kepada perguruan tinggi.

“Riset adalah salah satu pilar utama dalam Tridharma. Jika ingin berkontribusi lebih besar, negara harus mendukung riset perguruan tinggi dengan memperkuat pendanaannya. Fokus perguruan tinggi adalah transfer ilmu, penelitian, dan pengabdian masyarakat, bukan bisnis tambang,” tegas Guru Besar Kebijakan Publik FISIP Untad ini.

Usulan dalam draf RUU ini memicu kekhawatiran akan tergesernya peran perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan menjadi entitas bisnis. Para pengamat pun mendesak revisi pasal tersebut untuk memastikan perguruan tinggi tetap menjalankan fungsi utamanya bagi masyarakat. (RN)

Kemenkum Sulteng Gelar Penandatanganan Komitmen Bersama, Wujud Nyata Pembangunan Zona Integritas

0

PALU – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sulawesi Tengah (Kanwil Kemenkum Sulteng) melaksanakan penandatanganan Komitmen Bersama, Pakta Integritas, dan Perjanjian Kinerja sebagai langkah nyata dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) tahun 2025.

Acara yang digelar di Ruang Garuda, Jumat (24/1/2025), ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkum Sulteng, Rakhmat Renaldy, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Tengah, Iqbal Andi Magga, dan Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Tengah, Edy Suharto. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh pimpinan tinggi pratama dari berbagai unit kerja, termasuk Pemasyarakatan, Imigrasi, dan Kemenkum Sulteng.

Dalam sambutannya, Rakhmat Renaldy menegaskan bahwa penandatanganan Perjanjian Kinerja bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pencapaian target kinerja di lingkungan Kementerian Hukum.

“Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sulawesi Tengah,” ujar Rakhmat.

Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari agenda nasional pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi, dengan integritas sebagai nilai utama yang harus melekat dalam setiap aspek pelayanan.

“Kita perlu menghadirkan inovasi pelayanan, menjaga profesionalisme, dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini. Keberhasilan pembangunan Zona Integritas adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

Rakhmat juga memaparkan beberapa poin penting yang menjadi fokus utama dalam membangun Zona Integritas:

  1. Nilai Integritas: Menjadikan integritas sebagai landasan utama dalam setiap keputusan.
  2. Kualitas Pelayanan: Memberikan layanan yang cepat, transparan, dan bebas dari pungutan liar.
  3. Monitoring dan Evaluasi: Konsisten mengevaluasi capaian target kinerja.
  4. Inovasi: Menciptakan solusi efektif sesuai perkembangan era digital.

Ia mengajak seluruh jajaran untuk berkolaborasi, berdedikasi, dan terus berinovasi demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

“Pembangunan Zona Integritas ini harus menjadi momentum untuk membangun budaya kerja yang lebih baik, demi kemajuan institusi dan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu membawa perubahan positif di lingkungan Kemenkum Sulteng, sekaligus menjadi langkah konkret menuju birokrasi yang bersih dan melayani.(RN)

Mahasiswa Untar Edukasi Siswa SD 138 Timusu, Kepsek Berikan Apresiasi

0

BONE – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmayana Universitas Tarumanegara (Untar) menggelar edukasi bagi murid SD Negeri 138 Timusu, Desa Timusu, Kecamatan Ulaweng, Kabupaten Bone, Jumat (24/1/2025). Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Sekolah SD Negeri 138 Timusu, Idnan Iwanu.

“Kegiatan mahasiswa Untar ini sangat positif bagi murid-murid di sekolah. Kami, pihak sekolah, sangat mengapresiasi inisiatif seperti ini,” ujar Idnan Iwanu kepada Fajar Pendidikan saat ditemui di sekolahnya.

Edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Metta Day Ke-30 yang digelar UKM Darmayana Untar. Dalam program ini, sebanyak 10 dokter dari Jakarta hadir memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat sekitar.

Flyer yang beredar menyebutkan, Metta Day Ke-30 menawarkan beragam layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan penyakit umum, perawatan gigi, cek kesehatan, operasi minor, hingga khitanan.

Koordinator Metta Day Ke-30, Cindy, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa Untar terhadap kesehatan dan pendidikan masyarakat. Selain edukasi di sekolah, program ini juga memberikan layanan kesehatan tanpa biaya kepada masyarakat setempat.

“Untuk di Desa Timusu, kami menyediakan layanan kesehatan gratis seperti pemeriksaan gula darah, kolesterol, asam urat, serta operasi minor dan khitanan. Masyarakat bisa langsung datang tanpa dipungut biaya apa pun,” kata Cindy, Kamis (23/1/2025).

Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA dengan layanan tanpa batas kuota, namun tetap mengacu pada waktu registrasi. Cindy juga menyebutkan bahwa usai kegiatan di Desa Timusu, Metta Day akan dilanjutkan di Vihara Dharma Palakka, Bone Kota, serta beberapa kecamatan lainnya di Kabupaten Bone.

Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pihak sekolah, mencerminkan semangat kepedulian mahasiswa Untar dalam mendukung kesehatan dan pendidikan di daerah pelosok.

Renungan Harian Kristen, Minggu, 26 Januari 2025: Pandanglah pada Allah

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Minggu, 26 Januari 2025 berjudul: Pandanglah pada Allah

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Matius 6:30

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Pandanglah pada Allah

Matius 6:30 – Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Pengantar:

Membiarkan “kekhawatiran dunia ini” masuk dalam pikiran kita dan melupakan janji “terlebih lagi” dari Bapa surgawi, seperti yang disebutkan dalam Matius 13:22, merupakan pikiran yang tidak hormat pada firman Tuhan. Hal ini dapat mengakibatkan kita surut dalam persekutuan dengan Tuhan. Bagaimana seharusnya? Mari, kita simak dalam renungan hari ini.

Renungan Harian Kristen, Minggu, 26 Januari 2025

Pernyataan Yesus yang sederhana selalu menjadi teka-teki bagi kita karena kita tidak bersikap sederhana. Bagaimana kita dapat memperoleh kesederhanaan Yesus agar kita dapat memahami Dia?

Dengan menerima Roh-Nya, mengenal, dan mengandalkan Dia, serta mematuhi-Nya (mengenal, mengandalkan Dia, dan mematuhi-Nya). Ketika Dia membawa kita kepada kebenaran firman-Nya, hidup akan menjadi sederhana, tetapi mengagumkan.

Yesus meminta kita merenungkan, “… jika demikian Allah mendandani rumput di ladang”, betapa “terlebih lagi” Dia akan mendandani Anda, asalkan Anda tetap menjalin hubungan yang benar dengan Dia.

Setiap kali kita surut atau mundur dalam persekutuan kita dengan Allah, itu karena kita mempunyai pemikiran yang sangat tidak patut, tidak hormat, merasa lebih tahu daripada Yesus Kristus. Kita telah membiarkan “kekhawatiran dunia ini” masuk (pikiran kita) (Matius 13:22), dan melupakan janji “terlebih lagi” dari Bapa surgawi.

“Pandanglah burung-burung di langit ….” (Matius 6:26) Tugas burung-burung tersebut ialah mematuhi naluri yang telah diberikan Allah dan Allah menjaga mereka. Yesus berkata bahwa bila Anda mempunyai hubungan yang baik dengan Dia dan mematuhi Roh-Nya (dalam diri Anda), Allah akan memelihara Anda.

“Perhatikanlah bunga bakung di ladang ….” (Matius 6:28) Mereka tumbuh di lahan tempat mereka ditanam. Banyak di antara kita menolak untuk tumbuh di tempat Allah menempatkan kita. Oleh karena itu, kita tidak berakar sama sekali.

Yesus mengatakan bahwa jika kita mematuhi Allah, Dia akan mengurus semua hal yang lain. Berdustakah Yesus kepada kita? Apakah kita sedang mengalami “terlebih lagi” yang dijanjikan-Nya itu?

Jika tidak, itu karena kita tidak mematuhi Allah dan mengusutkan hari kita dengan pikiran-pikiran yang membingungkan dan mencemaskan. Berapa banyak waktu yang terbuang karena menanyakan pertanyaan bodoh tanpa arti kepada Allah, padahal seharusnya kita sepenuhnya memusatkan perhatian terhadap pelayanan kita bagi-Nya?

Pengudusan adalah tindakan memisahkan diri (saya) secara terus-menerus dari segala sesuatu, selain yang ditetapkan Allah untuk dilakukan. Hal itu bukanlah suatu pengalaman sesaat melainkan proses yang terus berlangsung. Apakah saya terus-menerus memisahkan diri sambil memandang kepada Allah setiap hari dalam hidup saya?

Demikian Renungan hari ini, Minggu, 26 Januari 2025 diambil dari Matius 6:30 yang mengisahkan tentang Pandanglah pada Allah dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

Bostek 2024: Membentuk Kader Teknik yang Berkarakter dan Militan

0

Sebanyak 69 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Fajar (Unifa) mengikuti kegiatan Bina Orientasi dan Sosialisasi Teknik (Bostek) 2024 yang bertempat di Bumi Perkemahan dan Edukasi Surandar, Kabupaten Maros, 24-26 Januari 2025. Dengan mengusung tema “Membentuk Regenerasi yang Berkarakter dan Loyal Agar Terciptanya Kader Teknik yang Militan”, acara ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter, loyalitas, dan daya juang kepada mahasiswa baru.

Peserta mulai berkumpul pada Jumat pagi, 24 Januari 2025, di Gedung Serba Guna Universitas Fajar untuk mengikuti acara pelepasan resmi yang dipimpin oleh Deputi Rektor 3. Setelah pelepasan, peserta melaksanakan persiapan keberangkatan dan melakukan perjalanan ke lokasi perkemahan usai shalat Jumat, pukul 14:00.

Ketua SMFT memberikan sambutan yang memotivasi para peserta untuk menghadapi tantangan dengan penuh semangat dan inovasi. Dia menekankan pentingnya potensi diri untuk memajukan Fakultas Teknik di masa depan.

Dari sisi DPM FT, sambutan juga menyoroti tujuan besar kegiatan ini, yaitu mencetak generasi berkarakter dan memiliki daya juang yang tinggi. “Melalui kegiatan ini, kami berharap lahirnya kader-kader teknik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan,” ujar perwakilan DPM FT.

Deputi Rektor 3 juga memberikan pesan yang mendalam mengenai esensi Bostek 2024. “Kegiatan ini tak hanya tentang mengenal kehidupan kampus, tetapi juga sebagai pondasi dasar untuk masa depan. Mahasiswa akan dihadapkan pada tantangan dan kesempatan yang membentuk pribadi mereka menjadi lebih baik, tangguh, dan siap menghadapi dunia profesional,” ungkapnya dalam sambutan.

Tujuan dan Harapan Kegiatan

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan pengalaman yang dirancang untuk membangun karakter dan loyalitas. Dengan harapan, kegiatan ini mampu menciptakan kader teknik yang tidak hanya militan, tetapi juga memiliki semangat tinggi untuk memajukan fakultas dan berkontribusi di dunia profesional.

Bostek 2024 menjadi salah satu langkah strategis Fakultas Teknik Universitas Fajar dalam membentuk mahasiswa baru agar tidak hanya mengenal kehidupan kampus, tetapi juga mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berdaya saing, tangguh, dan berkarakter. (*)

K3S Galut Takalar Gelar Rapat Kordinasi

0

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Galesong Utara (Galut), Kabupaten Takalar menggelar Rapat Kordinasi, Sabtu, 25 Januari 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh Kordinator Wilayah, H Ahmad Tamanggong, SAg; Pengawas, Drs H Nungka MM dan Ketua K3S, Wawan Kurniawan SPd MPd.

Rapat yang diikuti oleh para kepala SD/SMP se-Kecamatan Galesong Utara ini dilaksanakan untuk mengordinasikan seluruh kegiatan-kegiatan di satuan pendidikan masing-masing.

“Semoga semua program yang disusun oleh sekolah dapat berjalan dengan baik,” harap Ketua K3S, Wawan Kurniawan saat ditemui disela-sela pertemuan.

Sementara Pengawas, H Nungka berpesan kepada para kepala sekolah untuk menggunakan dana RKAS dengan baik dan bijak. “Semoga kita dapat menjalankan tuga-tugas kita dengan baik,” ujarnya. (SRY)

Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Galesong Utara (Galut), Kabupaten Takalar menggelar Rapat Kordinasi
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Galesong Utara (Galut), Kabupaten Takalar menggelar Rapat Kordinasi.

Renungan Harian Kristen, Sabtu, 25 Januari 2025: Memberi Tempat kepada Allah

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Sabtu, 25 Januari 2025 berjudul: Memberi Tempat kepada Allah

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Galatia 1:15

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Memberi Tempat kepada Allah

Galatia 1:15 – Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,

Pengantar:

Saya pikir, betapa seringnya kita mempunyai keinginan yang sepertinya baik, tetapi ternyata salah. Kita mengharapkan Allah datang dengan cara-cara yang kita kehendaki. Menurut renungan hari ini, bagian kita adalah memberi tempat seluas-luasnya bagi Allah. Allahlah yang memutuskan cara bagaimana Dia datang!

Renungan Harian Kristen, Sabtu, 25 Januari 2025

Sebagai hamba-hamba Allah, kita harus memberi tempat bagi Dia — memberi tempat yang cukup luas bagi Allah. Kita merancang, memperhitungkan, dan memperkirakan terjadi ini atau itu, tetapi kita lupa untuk memberi tempat bagi Allah agar Ia dapat masuk seperti yang dikehendaki-Nya.

Akankah kita terkejut jika Allah masuk dalam kebaktian kita atau dalam pemberitaan firman kita dengan cara yang tidak pernah kita duga atau harapkan? Janganlah berharap Allah datang dengan cara khusus, melainkan Dia sendirilah yang kita cari (bukan cara). Cara kita memberi tempat kepada-Nya dalam mengharapkan Dia datang, itulah yang penting, bukan mengharapkan Dia datang menurut cara tertentu menurut kemauan kita.

Tidak jadi soal seberapa baik kita mengenal Allah, pelajaran besar yang harus dipelajari adalah bahwa Allah dapat datang setiap saat. Kita cenderung mengabaikan unsur dadakan ini, tetapi Allah tidak pernah bekerja dengan cara lain. Tanpa kita sadari, tiba-tiba saja Allah menemui hidup kita — “… sewaktu Allah … berkenan ….”

Peliharalah hidup Anda agar senantiasa berhubungan dengan Allah sedemikian rupa sehingga kuasa-Nya yang mengejutkan itu dapat menerobos setiap saat. Hiduplah selalu dalam pengharapan dan sediakanlah tempat bagi Allah untuk masuk sebagaimana Dia memutuskan sesuai kehendak-Nya.

Demikian Renungan hari ini, Sabtu, 25 Januari 2025 diambil dari Galatia 1:15 yang mengisahkan tentang Memberi Tempat kepada Allah dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

Renungan Harian Kristen, Jumat, 24 Januari 2025: Maksud Allah bagi Hidup Kita

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Jumat, 24 Januari 2025 berjudul: Maksud Allah bagi Hidup Kita

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Kisah Para Rasul 26:16

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Maksud Allah bagi Hidup Kita

Kisah Para Rasul 26:16 – Tetapi sekarang, bangunlah dan berdirilah. Aku menampakkan diri kepadamu untuk menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi tentang segala sesuatu yang telah kaulihat dari pada-Ku dan tentang apa yang akan Kuperlihatkan kepadamu nanti.

Pengantar:

Dalam teks aslinya, renungan hari ini berjudul: “God’s Overpowering Purpose”, yang secara bebas dapat diterjemahkan, “maksud Allah yang kepadanya kita diminta tunduk”. Bahkan, Paulus menggunakan kata-kata yang menarik untuk menegaskan hal tunduk tersebut: “tidak pernah tidak taat”.

Mengapa dan bagaimana Paulus “tidak pernah tidak taat”? Renungan ini mengajak kita belajar dari Paulus yang ditundukkan oleh dan tunduk pada maksud Tuhan.

Renungan Harian Kristen, Jumat, 24 Januari 2025

Penglihatan atau visi yang diperoleh Paulus dalam perjalanan ke Damsyik bukanlah suatu pengalaman emosional sepintas begitu saja, melainkan penglihatan yang memberikan petunjuk yang jelas dan tegas kepadanya.

Tentang hal itu Paulus menyatakan, “… kepada penglihatan yang dari surga itu tidak pernah aku tidak taat” (Kisah Para Rasul 26:19). Tuhan kita sebenarnya berkata kepada Paulus, “Seluruh hidupmu itu Ku-kuasai, engkau tidak mempunyai apa pun, kecuali tujuan, cita-cita, dan maksud-Ku.”

Kepada kita, Tuhan juga berkata, “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi ….” (Yohanes 15:16)

Ketika kita dilahirkan kembali, bila kita benar-benar rohani, kita mempunyai penglihatan mengenai rencana yang Yesus ingin agar hal itu diwujudkan dalam hidup kita. Sangat penting bagi saya untuk selalu belajar untuk “tidak pernah tidak taat kepada penglihatan surgawi itu” — untuk tidak meragukan bahwa hal itu dapat dicapai.

Tidaklah cukup untuk memberikan persetujuan yang logis bahwa Allah telah menebus dunia. Bahkan, tidak cukup untuk mengetahui bahwa Roh Kudus dapat mewujudkan semua perbuatan Yesus menjadi kenyataan dalam hidup saya. Saya harus mempunyai landasan hubungan pribadi dengan Dia.

Kepada Paulus tidak diberikan suatu amanat atau doktrin untuk diumumkan. Akan tetapi, dia dibawa kepada suatu hubungan yang hidup, yang pribadi, dan hubungan yang tunduk pada Yesus Kristus.

Kisah Para Rasul 26:16 menjelaskannya dengan sangat tegas, “… menetapkan engkau menjadi pelayan dan saksi ….” Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa adanya hubungan pribadi. Paulus mengabdi kepada seorang Pribadi, bukan kepada suatu alasan tertentu. Dia sepenuhnya mutlak milik Yesus Kristus.

Paulus tidak memandang apa pun yang lain dan tidak hidup bagi siapa pun yang lainnya. Seperti dikatakannya, “Aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (1 Korintus 2:2).

Demikian Renungan hari ini, Jumat, 24 Januari 2025 diambil dari Kisah Para Rasul 26:16 yang mengisahkan tentang Maksud Allah bagi Hidup Kita dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

BPJN Sulteng Siapkan Jembatan Darurat Pasca Longsor di Jalan Trans Sulawesi Togulu – Tentena

0

PALU-Curah hujan tinggi selama beberapa pekan yang melanda wilayah Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Poso, diduga menjadi pemicu terjadinya longsor di ruas jalan Togulu – Tentena di STA 5+400, tepatnya di Desa Watuwau yang menjadi jalur utama Trans Sulawesi.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng Dedi Muradi yang dikonfirmasi terkait putusnya jalan tersebut mengatakan, pihaknya telah melakukan langkah antisipasi dengan menyiapkan pembangunan jembatan darurat.

“Telah terjadi bencana tanah longsor di ruas jalan Togulu – Tentena di STA 5+400 tepatnya di Desa Watuwau yang merupakan jalur utama Trans Sulawesi akibat hujan deras sejak sore hingga pagi hari yang mengakibatkan jalan terputus. Tim PPK 4.1 BPJN Sulteng telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Poso untuk mengalihkan arus lalu lintas ke jalan alternatif, yakni jalan desa sepanjang 400 meter,” kata Dadi Muradi, Kamis (23/1/2025)

Namun, kata Dadi Muradi, pengalihan arus lalu lintas ke jalan alternatif tersebut khusus untuk kendaraan kecil. “Sementara truk besar belum bisa, kami sudah turunkan tim ke lokasi dan menyiapkan jembatan Bally serta alat berat yang akan dikirim ke lokasi,” terangnya. (RN)

Inspektorat Sulteng Ingatkan Kepala Sekolah Gunakan Dana BOS Sesuai Aturan

0

PALU-Plh. Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Salim, Sos, M,Si menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan menghimbau kepada Kepala Sekolah (SMA Negeri/SMK Negeri dan Swasta) agar mematuhi petunjuk penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan dan peraturan yang berlaku.

“Saya ingatkan dan sarankan dalam melaksanakan belanja wajib, penggunaan dana BOS harus berpedoman pada Permendiknas No. 63 Tahun 2022/2023. Permendagri No. 3 Tahun 2023 PMK. N0. 204 Tahun 2022.Saya tutup hati apabila kami temukan atau ketahuan menyalahgunakan dana BOS, kami akan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Diantaranya akan meneruskan informasi yang kami peroleh ke Aparat Penegak Hukum (APH),” kata Plt Inspektorat Salim saat melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah. Kamis (23/1/2025)

Menurut Salim, hingga saat ini dirinya bersama tim inspektorat Sulteng lainnya telah mendatangi beberapa kabupaten. Hal itu dilakukan untuk melihat langsung penggunaan Dana BOS.

“Sudah ke Poso, besok ke Tojo Una dan lusa ke Banggai. Ini dalam rangka monitoring pelaksanaan audit Dana BOS. Saya juga kumpulkan seluruh kepala sekolah, bendahara dan pengurus barang masing-masing kabupaten. Untuk saya bimbing dan arahkan terkait pengelolaan Dana BOS agar tidak terjadi kesalahan atau penyimpangan yang berujung pada korupsi,” terangnya.

Salim menjelaskan inti arahannya adalah untuk menghentikan penyalahgunaan BOS. Ia pun mengungkapkan saat ini baru tiga kabupaten yang dikunjungi.

“Untuk Poso 8 sekolah, Tojo Una 8 dan Banggai 12 sekolah. Untuk yang lainnya menyusul. Sampai saat ini proses audit masih berlangsung, mudah-mudahan tidak ada pelanggaran yang berat. Dan saya ingatkan agar berhati-hati,” tuturnya. (RN)