Beranda blog Halaman 183

Simak Beberapa Macam Tari Yang Ada Di Asia

Tari Asia mencakup berbagai bentuk seni tari yang berasal dari berbagai negara di benua Asia, masing-masing dengan gaya, gerakan, dan makna yang khas. Tari-tarian ini sering kali berkaitan dengan budaya, kepercayaan, dan sejarah masyarakat setempat. Berikut adalah beberapa bentuk tari yang terkenal di Asia:

1. Indonesia

Indonesia memiliki ribuan tarian tradisional yang mencerminkan keberagaman budaya dan suku. Setiap daerah memiliki tarian yang unik.

  • Tari Saman (Aceh): Tari yang berasal dari suku Gayo di Aceh. Tarian ini biasanya ditarikan oleh sekelompok penari laki-laki yang duduk berjajar, dengan gerakan tangan yang cepat dan kompak.
  • Tari Kecak (Bali): Tari tradisional Bali yang biasanya ditampilkan untuk menceritakan kisah Ramayana. Tari ini melibatkan puluhan pria yang duduk melingkar sambil bersorak “cak” secara ritmis.
  • Tari Piring (Sumatera Barat): Tarian yang menggunakan piring sebagai properti utama, menggambarkan keterampilan dan kelincahan penari dalam memutar dan mengayunkan piring tanpa terjatuh.

2. India

India dikenal dengan tarian klasik yang penuh dengan aturan dan teknik. Tari-tarian ini sering mengandung makna spiritual dan filosofis.

  • Bharatanatyam (Tamil Nadu): Salah satu tari klasik India yang berasal dari Tamil Nadu. Tarian ini menekankan gerakan tangan (mudra), ekspresi wajah, dan postur tubuh yang anggun.
  • Kathakali (Kerala): Tari drama tradisional yang menampilkan kisah-kisah dari epos Hindu seperti Mahabharata dan Ramayana. Penarinya memakai kostum dan riasan wajah yang rumit.
  • Kathak (Uttar Pradesh): Tari klasik yang sering dikaitkan dengan narasi cerita melalui gerakan kaki cepat dan putaran berulang, biasanya diiringi oleh musik dan nyanyian.

3. Tiongkok

Tiongkok memiliki sejarah panjang dalam seni tari yang sering dikaitkan dengan teater dan opera. Tari-tariannya sangat terstruktur dan menggunakan banyak simbol.

  • Tari Naga: Tari tradisional yang melibatkan belasan penari yang memegang boneka naga besar. Tari ini biasanya ditampilkan pada perayaan Tahun Baru Imlek untuk membawa keberuntungan.
  • Tari Singa: Tarian yang dilakukan untuk mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan, biasanya dilakukan saat acara penting seperti pernikahan atau pembukaan bisnis baru.
  • Tari Klasik Tiongkok: Tari yang memiliki gerakan anggun dan penuh makna, sering digunakan dalam opera tradisional Tiongkok.

4. Jepang

Jepang memiliki berbagai bentuk tarian yang bervariasi dari tari rakyat hingga tari yang lebih formal dan ritualistik.

  • Kabuki: Seni tari teater Jepang yang berkembang pada abad ke-17, menampilkan gerakan tari yang dramatis dengan kostum dan riasan yang sangat mencolok.
  • Noh: Tari teater yang penuh dengan simbolisme, ditampilkan dengan gerakan lambat dan ekspresi minimalis, serta topeng untuk menggambarkan karakter.
  • Bon Odori: Tari rakyat yang dilakukan selama festival Obon untuk menghormati leluhur, biasanya diiringi oleh musik tradisional.

5. Thailand

Tari tradisional Thailand sering kali berhubungan dengan ritual keagamaan atau upacara kerajaan.

  • Tari Ram Thai: Tari klasik yang anggun dengan gerakan halus dan kostum yang indah, sering kali dipertunjukkan dalam acara-acara resmi kerajaan.
  • Khon: Tari drama yang menggambarkan kisah epik Ramakien (versi Thailand dari Ramayana), dengan penari yang mengenakan topeng dan kostum yang megah.
  • Tari Fon Leb: Tari yang ditampilkan oleh wanita Thailand dengan kuku jari yang dipanjangkan menggunakan benda perak, memperlihatkan gerakan tangan yang anggun.

6. Korea

Seni tari di Korea sering kali bersifat spiritual dan mengandung makna ritual.

  • Tari Buchaechum: Tarian kipas tradisional Korea yang ditampilkan oleh wanita dengan kostum hanbok, menggunakan kipas besar berwarna cerah untuk membentuk pola-pola indah.
  • Tari Talchum: Tarian topeng tradisional yang berisi unsur humor dan sindiran sosial, biasanya dibawakan dalam drama tari yang menggambarkan kehidupan rakyat.
  • Seungmu: Tari ritual Buddha yang dilakukan oleh para biksu, dengan gerakan lambat dan penuh dengan keheningan spiritual.

7. Filipina

Tarian tradisional Filipina banyak dipengaruhi oleh sejarah kolonial dan keanekaragaman suku bangsa.

  • Tinikling: Tari rakyat yang menggambarkan gerakan burung tikling, dilakukan dengan melompat di antara bambu yang dipukul secara bergantian.
  • Singkil: Tari tradisional dari suku Maranao di Mindanao yang melibatkan gerakan melompat antara batang bambu sambil menari dengan kostum tradisional.
  • Maglalatik: Tari perang yang melibatkan prajurit mengenakan batok kelapa, menggambarkan pertempuran antara suku Moro dan prajurit Filipina.

8. Vietnam

Tarian Vietnam sering kali berkaitan dengan kehidupan agraris dan kepercayaan spiritual.

  • Tari Lotus: Tarian yang menggambarkan keindahan bunga lotus, yang melambangkan kesucian dalam budaya Vietnam. Gerakan tarian ini sangat anggun dan ritmis.
  • Tari Caping (Nón Lá): Tari yang menggunakan caping (topi kerucut khas Vietnam) sebagai properti utama, sering dipertunjukkan pada acara-acara kebudayaan.
  • Múa Rối Nước: Seni tari boneka air yang merupakan tradisi tua di Vietnam, di mana boneka-boneka kayu menari di atas air diiringi musik tradisional.

9. Kamboja

Seni tari di Kamboja erat kaitannya dengan agama Hindu dan Buddha serta budaya kerajaan.

  • Apsara Dance: Tari klasik Kamboja yang menampilkan penari dengan gerakan tangan yang sangat halus dan anggun, menggambarkan bidadari surgawi (Apsara) dari mitologi Hindu.
  • Robam Tep Apsara: Versi modern dari Apsara Dance yang sering dipertunjukkan dalam acara-acara resmi, menggambarkan keindahan seni dan budaya Kamboja.

10. Malaysia

Tarian tradisional Malaysia mencerminkan keberagaman etnis yang ada di negara ini.

  • Tari Zapin: Tari Melayu yang diiringi oleh musik gambus, biasanya ditampilkan dalam acara pernikahan atau perayaan keagamaan.
  • Tari Joget: Tarian berpasangan yang sangat populer di kalangan masyarakat Melayu, dengan gerakan yang energik dan cepat.
  • Tari Ngajat: Tari tradisional suku Dayak di Sarawak yang biasanya dilakukan oleh laki-laki dengan menggunakan pakaian perang tradisional.

Setiap negara di Asia memiliki seni tari yang mencerminkan budaya, kepercayaan, dan identitas mereka, memperlihatkan betapa kaya dan beragamnya seni tari di benua ini.

Mengenal Tari Berdasarkan Wilayah Geografis

Pembagian tari berdasarkan wilayah geografis menggambarkan keragaman budaya dan tradisi di setiap wilayah di dunia. Setiap wilayah memiliki ciri khas dalam seni tari yang dipengaruhi oleh faktor sejarah, kepercayaan, serta lingkungan sosial dan politik. Berikut adalah beberapa contoh tari berdasarkan wilayah geografis:

1. Tari Asia:

Seni tari di Asia kaya akan simbolisme dan spiritualitas, dengan gaya yang bervariasi antara satu negara dengan negara lain.

  • Indonesia: Tarian Indonesia mencerminkan keanekaragaman budaya, dengan ratusan tarian tradisional dari berbagai daerah. Contoh: Tari Saman (Aceh), Tari Kecak (Bali), Tari Reog (Ponorogo).
  • India: India dikenal dengan tarian klasiknya yang memiliki aturan gerakan ketat dan penuh makna, seperti Bharatanatyam dan Kathakali.
  • Tiongkok: Tari tradisional Tiongkok menekankan kehalusan gerakan, warna, dan kostum yang memukau. Contoh: Tari Naga, Tari Singa.
  • Jepang: Tari tradisional Jepang seperti Kabuki dan Noh sering kali memiliki unsur drama yang kuat dan menggunakan topeng serta kostum yang mencolok.
  • Thailand: Tarian di Thailand seperti Tari Ram Thai menggabungkan gerakan anggun dengan kostum megah dan sering dipertunjukkan dalam upacara kerajaan.

2. Tari Timur Tengah:

Seni tari dari wilayah Timur Tengah seringkali dikaitkan dengan gerakan tubuh yang lembut dan sensual.

  • Belly Dance (Raqs Sharqi): Tari perut yang terkenal di Mesir dan negara-negara Timur Tengah ini melibatkan gerakan pinggul yang rumit dan gemulai.
  • Dabke: Tari yang biasa dilakukan secara berkelompok dalam lingkaran di Lebanon, Palestina, dan Suriah, sering dipertunjukkan di acara pernikahan atau perayaan.

3. Tari Afrika:

Seni tari di Afrika sangat dinamis dan sering dikaitkan dengan musik perkusi. Tarian ini biasanya memiliki makna spiritual, ritual, atau sosial.

  • Tari Zulu: Tarian perang dari Afrika Selatan ini dilakukan dengan gerakan yang energik dan sering diiringi dengan nyanyian dan alat musik tradisional.
  • Tari Maasai: Tarian ini biasanya dilakukan oleh para pria Maasai di Kenya dan Tanzania, dengan gerakan melompat yang khas.
  • Tari Djembe: Berasal dari Afrika Barat, tari ini dilakukan untuk menghormati alam, leluhur, atau untuk upacara tertentu.

4. Tari Eropa:

Tari-tarian dari Eropa biasanya dipengaruhi oleh perkembangan seni teater, balet, dan tari rakyat yang berkembang di setiap negara.

  • Balet (Ballet): Balet klasik berasal dari Prancis dan Italia, namun berkembang pesat di Rusia. Tari ini melibatkan teknik-teknik yang sangat formal dan elegan.
  • Tari Flamenco: Berasal dari Spanyol, flamenco adalah tarian ekspresif yang diiringi oleh gitar dan tepukan tangan, dengan fokus pada ritme dan emosi.
  • Tari Polka: Tari rakyat Eropa Tengah ini memiliki irama cepat dan sering ditarikan dalam pertemuan sosial di Polandia, Ceko, dan negara-negara sekitarnya.

5. Tari Amerika Latin:

Tarian di Amerika Latin sangat beragam dan sering kali memiliki unsur perayaan yang meriah.

  • Salsa: Berasal dari Kuba dan Puerto Rico, salsa adalah tarian berpasangan yang ritmis dan energik, sering diiringi oleh musik Latin yang cepat.
  • Tango: Tango adalah tarian penuh gairah yang berasal dari Argentina, terkenal dengan gerakan yang dramatis dan ekspresi emosional.
  • Samba: Berasal dari Brasil, samba adalah tarian yang berirama cepat dan sering dipertunjukkan selama festival seperti Karnaval Rio.

6. Tari Amerika Utara:

Di Amerika Utara, seni tari mencakup berbagai gaya mulai dari tari rakyat hingga tari modern yang dipengaruhi oleh imigran dari berbagai negara.

  • Hip Hop: Hip hop adalah tarian jalanan yang berkembang di kota-kota besar Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Tari ini mencakup berbagai gerakan seperti breakdance, popping, dan locking.
  • Square Dance: Tari rakyat yang populer di Amerika Serikat, biasanya ditarikan dalam kelompok dengan formasi tertentu, sering diiringi oleh musik country.
  • Pow Wow Dance: Tarian tradisional penduduk asli Amerika yang biasanya dilakukan dalam lingkaran dengan kostum adat dan diiringi musik drum.

7. Tari Oseania:

Seni tari di wilayah Oseania sering kali mencerminkan hubungan erat masyarakatnya dengan alam dan kehidupan spiritual.

  • Haka: Tarian perang tradisional dari Maori di Selandia Baru yang dilakukan dengan gerakan tubuh kuat, teriakan, dan ekspresi wajah yang intens.
  • Tari Hula: Berasal dari Hawaii, hula adalah tarian yang menceritakan kisah-kisah melalui gerakan tangan dan tubuh yang lembut.
  • Tari Asmat: Tari tradisional dari Papua yang dilakukan untuk menghormati nenek moyang, dengan gerakan dinamis dan iringan alat musik khas.

Pembagian tari berdasarkan wilayah geografis ini menunjukkan betapa kayanya ragam budaya tari yang ada di seluruh dunia, dengan setiap wilayah memiliki gaya dan filosofi yang unik dalam menyampaikan cerita, ekspresi, dan nilai-nilai tradisional.

Renungan Harian Kristen, Senin, 30 September 2024: Panggilan dan Pembentukan Menurut Cara Allah

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Senin, 30 September 2024 berjudul: Panggilan dan Pembentukan Menurut Cara Allah

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Kolose 1:24

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Panggilan dan Pembentukan Menurut Cara Allah

Kolose 1:24 – Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.

Pengantar:

Tetaplah benar di hadapan Allah dan biarkan Dia berbuat sekehendak-Nya membentuk Anda, maka Anda akan mendapati Dia menghasilkan jenis roti dan anggur yang akan bermanfaat bagi anak-anak-Nya yang lain.

Renungan Harian Kristen, Senin, 30 September 2024

“Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat.” (Kolose 1:24)

Kita mungkin pernah melakukan penahbisan rohani kita sendiri dan mencoba menjadikannya sebagai panggilan Allah. Namun, saat kita benar dengan Dia, Dia akan menyisihkan semuanya itu. Kemudian, Dia mengizinkan kita merasakan suatu kepedihan yang dalam dan luar biasa untuk mengarahkan perhatian kita pada sesuatu, yang bahkan tidak pernah kita mimpikan bahwa ini mungkin panggilan-Nya bagi kita. Dalam sesaat yang cemerlang dan bersinar, kita melihat maksud-Nya dan kita berkata, “Ini aku, utuslah aku!” (Yesaya 6:8).

Panggilan ini tidak ada kaitannya dengan pengudusan pribadi, tetapi dibentuk menjadi roti yang dipecahkan dan anggur yang dicurahkan. Meskipun demikian, Allah tidak pernah dapat menjadikan kita anggur, jika kita menolak jari-jari yang dipilih-Nya sendiri dan cara-Nya sendiri untuk dipakai memeras kita.

Kita berkata, “Kalau saja Allah mau menggunakan jari-jari-Nya sendiri dan menjadikanku roti yang dipecahkan dan anggur yang dicurahkan dengan cara yang khusus, aku takkan berkeberatan!” Akan tetapi, kemudian, ketika Dia memakai seseorang yang tidak kita sukai — atau serangkaian situasi yang kepadanya kita katakan tidak akan mau tunduk — untuk memeras kita, kita berkeberatan.

Kita sekali-kali tidak boleh mencoba untuk memilih “tempat martir” kita sendiri. Jika kita akan dijadikan anggur yang tercurah, kita harus diperas. Buah anggur akan menjadi air anggur hanya bila buah itu diperas.

Saya ingin tahu apakah jari dan jempol Allah telah digunakan untuk memeras Anda? Apakah Anda telah menjadi sekeras batu pualam dan meloloskan diri? Jika Anda belum cukup masak dan Allah memeras Anda juga, anggur yang dihasilkan akan terasa sangat pahit.

Untuk menjadi seorang kudus berarti unsur-unsur hidup lahiriah mengalami hadirat Allah yang sesungguhnya, sedangkan unsur-unsur itu dalam kasih karunia-Nya dihancurkan dalam pelayanan-Nya. Kita harus ditempatkan dalam Allah dan dibawa bersesuaian dengan maksud-Nya, sebelum kita dapat menjadi roti yang dipecahkan di tangan-Nya.

Tetaplah benar di hadapan Allah dan biarkan Dia berbuat sekehendak-Nya dalam diri Anda, maka Anda akan mendapati Dia menghasilkan jenis roti dan anggur yang akan bermanfaat bagi anak-anak-Nya yang lain.

Demikian Renungan hari ini, Senin, 30 September 2024 diambil dari Kolose 1:24  yang mengisahkan tentang Panggilan dan Pembentukan Menurut Cara Allah dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

Mengenang Peristiwa G30S PKI, Kronologi dan Tokoh yang Gugur

0

G30S PKI adalah peristiwa bersejarah yang berlangsung pada malam 30 September hingga awal 1 Oktober 1965 di Indonesia. Peristiwa ini juga dikenal dengan sebutan Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) dan Gestok (Gerakan Satu Oktober).

Kronologi Peristiwa G30S PKI

Peristiwa G30S PKI dimulai pada malam hari, tepatnya pada 30 September 1965. Gerakan ini dipimpin oleh Dipa Nusantara Aidit (DN Aidit), ketua PKI, dengan tujuan menggulingkan Pemerintahan Presiden Soekarno dan menjadikan Indonesia sebagai negara komunis.

PKI melaksanakan aksinya dengan menculik dewan jenderal dan perwira tinggi untuk melemahkan pertahanan militer Indonesia. Gerakan penculikan dimulai di Jakarta, dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung Syamsuri, Komandan Batalyon I Cakrabirawa.

Berikut adalah kronologinya:

  • 30 September 1965: Letkol Untung menunjuk Lettu Dul Arief sebagai ketua pelaksanaan penculikan para jenderal dan perwira tinggi militer.
  • Pukul 03.00 WIB: Pasukan Cakrabirawa dan anggota PKI bergerak dari Halim Perdanakusuma menuju rumah para perwira tinggi militer.
  • Pembunuhan: Pasukan Cakrabirawa membunuh Letjen Ahmad Yani, Mayjen MT Haryono, dan Brigjen DI Panjaitan di rumah masing-masing.
  • Penangkapan: Pasukan Cakrabirawa menangkap Mayjen S. Parman, Brigjen Sutoyo, dan Kapten Tendean (yang salah diidentifikasi sebagai Jenderal AH Nasution).
  • Pelarian Jenderal Nasution: Jenderal AH Nasution berhasil melarikan diri melalui dinding yang berbatasan dengan taman di Kedutaan Besar Irak.
  • Jenazah di Lubang Buaya: Pasukan Cakrabirawa membawa jenazah ketiga perwira yang dibunuh dan kemudian juga membunuh tiga lainnya di Lubang Buaya.
  • Pembuangan Jenazah: Keenam jenazah perwira tinggi dimasukkan ke dalam sumur di Lubang Buaya, dengan diameter 75 sentimeter dan kedalaman 12 meter.
  • Penyebaran Gerakan: Gerakan ini juga menyebar ke Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
  • Penguasaan RRI: PKI mengambil alih Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) dan mengumumkan Dekrit No 01 yang menyatakan G30S sebagai upaya penyelamatan negara dari Dewan Jenderal yang ingin merebut kekuasaan.
  • Penemuan Jenazah: Pada 3 Oktober 1965, setelah melakukan pencarian, keenam perwira tinggi militer ditemukan di Lubang Buaya, Jakarta Timur.
  • Penangkapan DN Aidit: DN Aidit ditangkap pada 22 November 1965 di Desa Sambeng, Solo dan dieksekusi mati keesokan harinya.
  • Pembubaran PKI: Pada 12 Maret 1966, PKI dibubarkan melalui Keputusan Presiden Nomor 1/3/1966.

Tokoh Perwira Tinggi yang Gugur dalam G30S PKI

Berikut adalah para dewan jenderal dan perwira tinggi yang meninggal akibat kekejaman G30S/PKI dan ditemukan di sumur Lubang Buaya:

1. Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
2. Mayor Jenderal Raden Soeprapto
3. Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
4. Mayor Jenderal Siswondo Parman
5. Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan
6. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
7. Kapten Lettu Pierre Andreas Tendean

(*)

10 Manfaat Puasa Sunnah Senin-Kamis

0

Puasa Senin dan Kamis, meskipun merupakan sunnah dan bukan kewajiban seperti puasa Ramadan, memiliki manfaat yang luar biasa. Selain pahala yang didapat, puasa ini juga memberikan keuntungan bagi kesehatan fisik.

Orang yang melaksanakan puasa ini akan meraih pahala, sementara yang tidak melakukannya tidak akan mendapatkan dosa. Namun, ibadah sunnah ini jelas memberikan banyak manfaat bagi yang menjalankannya, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berikut adalah beberapa manfaat dari puasa Senin-Kamis:

1. Peremajaan Sel Kulit
Puasa membantu menggantikan sel-sel kulit yang mati. Metabolisme tubuh yang melambat saat berpuasa memungkinkan sel-sel bekerja lebih aktif, sehingga kulit menjadi lebih segar.

2. Mengencangkan Kulit
Puasa sehari penuh memberi waktu bagi metabolisme tubuh untuk beristirahat, sehingga organ luar, termasuk kulit, menjadi lebih sehat dan kencang.

3. Mengeluarkan Racun
Puasa dapat membantu mengeluarkan racun yang terakumulasi dalam tubuh. Dengan tidak mengonsumsi makanan dan minuman, racun dapat dikeluarkan secara efektif melalui keringat, urine, atau buang air besar.

4. Istirahat untuk Organ Pencernaan
Organ pencernaan memerlukan waktu istirahat agar dapat berfungsi optimal. Puasa Senin-Kamis memberikan kesempatan bagi organ ini untuk beristirahat dan mengeluarkan racun.

5. Menurunkan Kadar Lemak
Kelebihan lemak dalam tubuh dapat menimbulkan berbagai penyakit. Puasa, bersama dengan olahraga dan pola makan sehat, efektif dalam menurunkan kadar lemak.

6. Mempercantik Kulit Secara Alami
Dengan puasa, sel-sel tubuh mengalami peremajaan, yang membuat kulit wajah terlihat lebih bersih dan segar. Ini sangat bermanfaat bagi wanita yang ingin tampil cantik dan awet muda.

7. Menenangkan Jiwa dan Pikiran
Puasa membantu meningkatkan kontrol atas pikiran dan perasaan, memberikan ketenangan bagi mereka yang sering mengalami stres atau kecemasan.

8. Mengendalikan Hawa Nafsu
Mereka yang rutin berpuasa lebih mampu mengendalikan hawa nafsu, membantu mencegah perilaku negatif yang bisa merugikan diri sendiri.

9. Peka terhadap Lingkungan
Pengalaman lapar saat berpuasa meningkatkan kepedulian terhadap orang-orang di sekitar, terutama mereka yang kurang beruntung.

10. Meningkatkan Amal
Mereka yang terbiasa puasa cenderung lebih aktif dalam beramal, seperti membantu fakir miskin dan anak yatim, sehingga mendapatkan pahala yang berlipat.

Dengan banyaknya manfaat ini, puasa Senin-Kamis bukan hanya ibadah, tetapi juga cara untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. (Ana)

Mengenal Sejarah dan Fakta di Balik Peristiwa G30S PKI

0

G30S PKI adalah peristiwa bersejarah yang terjadi antara malam tanggal 30 September dan awal 1 Oktober 1965 di Indonesia. Acara ini dikenal juga sebagai Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh) dan Gestok (Gerakan Satu Oktober).

Peristiwa ini melibatkan pembunuhan enam perwira tinggi militer Indonesia dan beberapa individu lainnya dalam upaya kudeta yang kemudian dituduhkan kepada anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sejarah G30S PKI

Peristiwa G30S PKI terjadi pada masa pemerintahan Presiden Sukarno, yang menerapkan sistem “Demokrasi Terpimpin”. PKI, sebagai partai Stalinis terbesar di luar Tiongkok dan Uni Soviet, memiliki anggota yang sangat banyak, mencapai lebih dari 20 juta orang, serta mengontrol serikat buruh dan gerakan petani di Indonesia.

Pada Juli 1959, parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi melalui dekret presiden dengan dukungan PKI. Ia juga memperkuat angkatan bersenjata dengan mengangkat para jenderal militer ke posisi strategis. PKI menyambut baik sistem “Demokrasi Terpimpin” dan merasa memiliki mandat untuk berkontribusi dalam aliansi Nasionalis, Agama, dan Komunis (NASAKOM).

Namun, kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum borjuis nasional dalam menekan gerakan buruh dan petani tidak berhasil mengatasi masalah politik dan ekonomi yang mendesak. Masalah ekonomi, seperti penurunan pendapatan ekspor, inflasi tinggi, dan korupsi di kalangan birokrat dan militer semakin memburuk.

PKI juga menguasai banyak organisasi massa yang dibentuk oleh Sukarno untuk mendukung rezim Demokrasi Terpimpin. Dengan persetujuan Sukarno, PKI memulai kampanye untuk membentuk “Angkatan Kelima” yang terdiri dari pendukung bersenjata mereka, meskipun hal ini ditentang oleh para petinggi militer.

Dari tahun 1963, PKI berusaha menghindari bentrokan antara aktivis massanya dengan polisi dan militer, menjaga “kepentingan bersama” antara polisi dan rakyat. Pemimpin PKI, D.N. Aidit, mempromosikan slogan “Untuk Ketenteraman Umum Bantu Polisi”. Pada Agustus 1964, Aidit mengimbau anggota PKI untuk menjaga hubungan baik dengan angkatan bersenjata dan mendorong seniman kiri untuk mendukung “massa tentara”.

Menjelang akhir tahun 1964 dan awal 1965, terjadi gerakan petani yang merebut tanah dari pemilik besar, yang memicu bentrokan dengan polisi dan tuan tanah. Untuk mencegah konfrontasi yang lebih besar, PKI mengimbau pendukungnya untuk tidak menggunakan kekerasan dan meningkatkan kerja sama dengan angkatan bersenjata.

Pada awal 1965, buruh mulai menyita perusahaan-perusahaan karet dan minyak milik Amerika Serikat. PKI kemudian mengambil langkah untuk terlibat dalam pemerintahan secara resmi, sementara jenderal militer juga bergabung dalam kabinet. Para menteri PKI berupaya menunjukkan bahwa angkatan bersenjata adalah bagian dari revolusi demokratis rakyat.

Fakta-fakta di Balik Peristiwa G30S PKI

Target Perwira Tinggi TNI AD

Gerakan yang dipimpin DN Aidit ini menargetkan sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Dari enam orang yang menjadi sasaran, tiga di antaranya terbunuh di rumah mereka, sementara yang lainnya diculik dan dibawa ke lokasi di Lubang Buaya.

Jumlah Pasukan yang Terlibat

Sebelum peristiwa G30S/PKI, beredar kabar mengenai adanya pasukan lengkap yang terdiri dari satu batalyon Cakrabirawa, Brigif I Kodam Jaya, Pasukan Gerak Tjepat, dan Pasukan Pertahanan Pangkalan. Namun, kenyataannya, jumlah pasukan yang terlibat ternyata kurang dari 100 orang.

Kesalahan Sasaran

Dalam rencana G30S/PKI, Jenderal Abdul Haris Nasution adalah salah satu target utama. Namun, pasukan yang ditugaskan malah salah sasaran, dan peluru mereka mengenai Kapten Pierre Tendean, Ade Irma Nasution, dan Mardiah, yang semuanya tewas akibat tembakan tersebut. Sementara itu, Jenderal Nasution berhasil melarikan diri melalui tembok belakang rumahnya. (*)

Resep Es Nangka Alpukat Jelly, Minuman Segar Menggugah Selera

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Es Nangka Alpukat Jelly. Es Nangka Alpukat Jelly adalah minuman segar yang sangat cocok untuk dinikmati di hari panas. Kombinasi dari tekstur jelly yang kenyal, daging alpukat yang lembut, dan potongan nangka yang manis menciptakan sensasi yang menggugah selera.

Rasa dan Tekstur

Rasa: Manis alami dari alpukat dan nangka berpadu dengan creamy-nya susu membuat setiap suapan terasa lezat. Sirup yang ditambahkan bisa disesuaikan, memberikan keleluasaan untuk menyesuaikan tingkat manis sesuai selera.

Tekstur: Perpaduan jelly kenyal, alpukat lembut, dan potongan nangka yang juicy menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan. Es serut menambah kesegaran.

Penyajian

Visual: Penyajian yang menarik dengan warna-warna cerah dari buah dan jelly membuatnya tampak menggoda. Sangat cocok untuk disajikan dalam acara kumpul keluarga atau saat hangout dengan teman.

Kesegaran: Minuman ini sangat menyegarkan dan ideal untuk menghilangkan dahaga, terutama di cuaca panas.

Variasi

Anda bisa bereksperimen dengan menambahkan bahan lain, seperti:
– Kelapa muda untuk tekstur tambahan.
– Biji selasih yang menambah keunikan.
– Susu kental manis untuk rasa yang lebih kaya.

Es Nangka Alpukat Jelly adalah pilihan yang tepat untuk menyegarkan hari Anda. Kombinasi rasa dan tekstur yang harmonis menjadikannya favorit banyak orang. Cobalah resep ini dan nikmati sensasi segar yang ditawarkannya!

Resep Es Nangka Alpukat Jelly

Bahan:

  • 2 buah alpukat ukuran sedang
  • 6 butir buah nangka
  • Agar-agar siap pakai secukupnya
  • 65 ml santan instan
  • 500 ml air
  • 1 lembar daun pandan
  • 4 sdm gula pasir, sesuai selera
  • 1/2 sdt garam
  • Kental manis secukupnya
  • Es batu secukupnya

Cara Membuat Es Nangka Alpukat Jelly

  1. Potong-potong nangka dan alpukat sesuai selera. Lalu potong kasar agar-agarnya.
  2. Campur jadi satu santan, air, gula, garam, dan daun pandan, rebus sampai mendidih sambil diaduk, biarkan dingin.
  3. Campur jadi satu semua bahan, aduk rata, sesuaikan manisnya, tuang dalam ke gelas saji.

Selamat mencoba. (*)

Resep Opor Ayam, Hidangan Tradisional Kaya Rasa

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Opor Ayam by @bunda_didi. Opor ayam adalah salah satu hidangan ikonik dari Indonesia, khususnya saat perayaan Lebaran. Hidangan ini dikenal dengan rasa kaya rempah dan aroma yang menggugah selera.

Berikut adalah ulasan tentang opor ayam:

Rasa dan Aroma: Opor ayam memiliki cita rasa yang lembut dan gurih, berkat penggunaan santan yang melimpah dan bumbu-bumbu rempah seperti ketumbar, kunyit, dan serai. Rasa pedasnya yang halus membuat hidangan ini sangat cocok bagi semua kalangan.

Tekstur: Daging ayam yang digunakan biasanya sangat empuk, karena dimasak dalam waktu yang cukup lama, sehingga meresap bumbu dengan baik. Santan kental menambah kelezatan dan memberikan tekstur krimi yang khas.

Penyajian: Opor ayam biasanya disajikan dengan nasi putih hangat dan seringkali dipadukan dengan ketupat atau lontong, terutama saat Lebaran. Pelengkap seperti sambal dan kerupuk juga sering disajikan untuk menambah kenikmatan.

Kelezatan: Hidangan ini sangat disukai banyak orang karena kombinasi rasa yang harmonis. Opor ayam menjadi simbol kebersamaan dan tradisi, membuatnya lebih istimewa saat dinikmati bersama keluarga.

Secara keseluruhan, opor ayam adalah hidangan yang kaya rasa, penuh kehangatan, dan cocok untuk berbagai kesempatan. Jika Anda mencari hidangan tradisional yang memuaskan, opor ayam adalah pilihan yang sempurna!

Resep Opor Ayam

Bahan:

  • 1 ekor ayam kampung kecil
  • 2 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, memarkan
  • 2 daun jeruk
  • 1 sereh, geprek
  • 1 sdk mkn gula merah
  • 2 sdk teh kaldu ayam
  • 1/ 4 sdk teh garam ( sesuai selera )
  • 1000 ml santan

Bumbu Halus:

  • 6 bawang merah
  • 3 bawang putih
  • 4 kemiri sangrai
  • 1 sdk teh ketumbar sangrai
  • 1/2 sdk teh merica
  • 1/4 sdk teh jintan
  • 2 cm kunyit

Cara Membuat Opor Ayam

  1. Tumis bumbu halus.
  2. Masukkan ayam.
  3. Aduk hingga berubah warna.
  4. Masukkan santan dan semua bumbu.
  5. Masak dengan api kecil hingga meresap.
  6. Cek rasa, angkat lalu sajikan. (*)

Renungan Harian Kristen, Minggu, 29 September 2024: Kesadaran Akan Panggilan Allah

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Minggu, 29 September 2024 berjudul: Kesadaran Akan Panggilan Allah

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari 1 Korintus 9:16

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Kesadaran Akan Panggilan Allah

1 Korintus 9:16 – Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.

Pengantar:

Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil. (1 Korintus 9:16)

Renungan Harian Kristen, Minggu, 29 September 2024

Kita cenderung melupakan jamahan Allah yang sangat “mistis” dan adikodrati. Jika Anda sanggup mengatakan dengan tepat tempat Anda berada ketika Anda menerima panggilan Allah dan dapat menjelaskan semua tentang hal itu, saya meragukan apakah Anda benar-benar telah dipanggil. Panggilan Allah tidak datang seperti itu; ia itu lebih adikodrati.

Pewujudan panggilan Allah dalam kehidupan seseorang mungkin datang seperti sambaran petir atau secara berangsur-angsur seperti fajar menyingsing. Akan tetapi, betapa pun tiba-tiba atau lambat kesadaran ini datang, ia selalu diiringi suatu perasaan adikodrati — sesuatu yang tidak terungkapkan dengan kata-kata, dan menghasilkan suatu semangat yang menyala-nyala. Kesadaran akan panggilan adikodrati yang dapat datang setiap saat dengan tiba-tiba menerobos menguasai hidup Anda ini dapat disertai bahana — “… Akulah yang memilih kamu …” (Yohanes 15:16).

Panggilan Allah tidak ada hubungannya dengan keselamatan dan pengudusan. Anda tidak dipanggil untuk memberitakan Injil oleh karena Anda telah dikuduskan; panggilan untuk memberitakan Injil itu berbeda sama sekali. Paulus melukiskannya sebagai keharusan yang ditaruhkan dalam dirinya.

Jika Anda telah mengabaikan dan karenanya menyebabkan panggilan adikodrati dari Allah ini tersisihkan dalam hidup Anda, tinjaulah kembali situasi Anda. Periksalah di mana Anda telah meletakkan gagasan Anda sendiri tentang pelayanan atau kemampuan tertentu Anda di atas panggilan Allah. Paulus menyatakan, “Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil!” Dia telah menyadari panggilan Allah, dan keharusannya untuk “memberitakan Injil” sedemikian kuatnya sehingga tidak ada sesuatu pun yang lain yang menghalangi.

Jika seseorang dipanggil Allah, tidaklah menjadi soal betapa pun sulitnya situasinya. Allah mengatur dengan indah agar setiap kekuatan bekerja bagi maksud-Nya. Jika Anda mau sejalan dengan maksud Allah, Dia akan membawa bukan hanya tingkat kesadaran Anda, melainkan juga tingkat yang lebih dalam segi-segi hidup Anda, ke dalam keserasian yang sempurna, yang Anda sendiri tidak dapat mencapainya.

Demikian Renungan hari ini, Minggu, 29 September 2024 diambil dari 1 Korintus 9:16 yang mengisahkan tentang Kesadaran Akan Panggilan Allah dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

Maba: PKKMB Unifa Seru dan Bermanfaat Banget!

0

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Fajar 2024 resmi berakhir setelah berlangsung selama sepekan penuh, sejak 23-28 September 2024.

Kegiatan ini diikuti dengan penuh semangat oleh para mahasiswa dari berbagai program studi. Acara yang mengusung tema “Biondigipreneur Transformation” sukses memberikan banyak pengalaman baru, pengetahuan, dan kebersamaan.

Yolanda, salah satu mahasiswa baru dari program studi Akuntansi, mengungkapkan rasa gembiranya mengikuti PKKMB ini.

“Sangat seru, belajar banyak hal, dan yang paling menyenangkan adalah bisa mengenal banyak teman-teman dari berbagai prodi,” ujarnya dengan antusias.

Yolanda merasakan langsung manfaat dari kegiatan ini, tidak hanya dari sisi akademik, tapi juga dari sisi sosial yang membuatnya semakin percaya diri memasuki dunia perkuliahan.

Sementara itu, Priska dari program studi Manajemen merasakan hal yang sama. “Saya merasa senang banget dan excited bisa bermain games bersama teman-teman. Banyak hal yang saya dapatkan, terutama materi-materi seperti public speaking dan English Weekend yang sangat membantu untuk meningkatkan kemampuan komunikasi saya,” jelasnya.

Gita, yang juga berasal dari program studi Akuntansi, turut berbagi pengalamannya. “PKKMB ini sangat seru. Saya belajar banyak hal dan bertemu banyak teman-teman baru,” ungkapnya. Gita merasa bahwa kegiatan ini membuka wawasan dan memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan pertemanan sebelum mulai kuliah.

Asri Mulya Setiawan selaku Ketua Panitia PKKMB, mengungkapkan kebanggaannya atas kesuksesan acara tersebut. “Kami sangat senang melihat antusiasme para mahasiswa baru. Mereka tidak hanya aktif mengikuti setiap sesi, tetapi juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dengan semangat luar biasa. Ini menjadi tanda positif bahwa mereka siap menghadapi dunia perkuliahan yang lebih dinamis dan penuh tantangan,” tuturnya.

Asri juga menjelaskan inovasi yang dilakukan dalam pelaksanaan PKKMB tahun ini. “Pada PKKMB kali ini, kami menyematkan games atau permainan di setiap sesinya dengan harapan bahwa substansi materi tetap mereka dapatkan, tetapi dikemas dengan konsep permainan. Public speaking, English Weekend, karakter building, dan leadership adalah beberapa materi yang kami sampaikan dalam bentuk permainan, sehingga mahasiswa baru tetap enjoy dalam menerima materi-materi tersebut,” jelasnya.

Dengan berakhirnya PKKMB ini, Universitas Fajar berharap mahasiswa baru dapat menerapkan semua ilmu yang mereka dapatkan selama kegiatan. Unifa berupaya agar PKKMB tidak sekedar menjadi ajang perkenalan kampus, tetapi juga momen untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, dan membangun jejaring sosial yang kuat. (*)