Beranda blog Halaman 190

Rektor IAIN Bone Bawakan Hikmah Maulid di Mako Batalyon C, Ajak Teladani Rasulullah

0
Bone — Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone, Prof. Syahabuddin, memberikan tausiyah agama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babul Ikhlas, Mako Batalyon C Pelopor, Kamis (19/9/2024). Mengusung tema “Dengan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Kita Tingkatkan Keimanan dan Kinerja Guna Mewujudkan Pemilukada Aman dan Sukses”, acara ini dihadiri oleh jajaran personel Brimob Bone dan Bhayangkari Ranting Batalyon C Pelopor.

Acara dimulai dengan Dzikir Asmaul Husna dan pembacaan Yasin yang dipimpin oleh personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dan Bhayangkari. Turut hadir dalam kegiatan ini Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor, AKBP Nur Ichsan, bersama Ketua Bhayangkari Ranting Batalyon C Pelopor, Ny. Upik Ichsan, serta jajaran pengurus Bhayangkari dan jamaah setempat.

Dalam tausiyahnya, Prof. Syahabuddin mengajak seluruh jamaah, terutama personel Brimob Bone, untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi ini sebagai momentum peningkatan keimanan dan pengamalan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW.

“Nabi Muhammad memiliki sifat Sidiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menasehati), dan Fathanah (cerdas). Sikap dan karakter ini sejalan dengan visi dan misi Polri, khususnya Batalyon C Pelopor, yakni profesional, modern, dan terpercaya. Semoga peringatan Maulid ini dapat meningkatkan keimanan kita semua,” ungkap Prof. Syahabuddin.

Sementara itu, dalam sambutannya, Danyon AKBP Nur Ichsan menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki makna penting dalam mengenang jasa-jasa Rasulullah yang telah membawa umat manusia dari kegelapan menuju cahaya terang.

“Kita bisa meneladani sikap, perilaku, dan ajaran Nabi Muhammad dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menjalankan tugas. Semoga peringatan ini memperkuat iman dan taqwa kita, terutama dalam menghadapi pengamanan Pilkada 2024 mendatang,” ujar Danyon Nur Ichsan.

Tradisi menarik yang selalu hadir dalam peringatan Maulid Nabi di Mako Batalyon C Pelopor adalah “Male”, bingkisan berisi ketan, telur, dan buah-buahan yang menjadi bagian dari tradisi peringatan Maulid di Sulawesi Selatan. Male tersebut dibagikan kepada jamaah usai acara sebagai simbol kebersamaan.

Peringatan Maulid Nabi di Gattareng, Bupati Barru Resmikan Masjid Baburrahman

0

Barru — Bupati Barru, Ir. H. Suardi Saleh, M.Si, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Barru, drg. Hj. Ulfah Nurulhuda Suardi, Mars, meresmikan Masjid Baburrahman di Dusun Pising, Desa Gattareng, Kecamatan Pujananting, pada Ahad (22/09/2024). Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Acara ini sekaligus dirangkaikan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam sambutannya, Bupati Suardi Saleh menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya terhadap warga Dusun Pising yang telah berinisiasi membangun masjid. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Barru untuk mewujudkan daerah yang Sejahtera, Maju, Mandiri, Berkeadilan, dan Bernafaskan Keagamaan.

“Membangun masjid itu mudah, tetapi tantangannya adalah bagaimana kita bisa memakmurkannya. Masjid harus menjadi pusat ibadah dan aktivitas sosial yang mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Suardi Saleh.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Suardi Saleh juga menekankan pentingnya menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen untuk meningkatkan ketaqwaan dan mengikuti teladan Nabi. Ia mengajak seluruh umat Islam agar senantiasa terinspirasi oleh ajaran dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

Selain itu, Suardi Saleh mengingatkan masyarakat untuk menjaga ukhuwah dan kebersamaan, khususnya menjelang Pilkada 2024. Ia berharap agar perbedaan pilihan politik tidak memecah belah masyarakat.

“Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi. Mari kita jaga persatuan dan membantu aparat keamanan agar Pilkada berlangsung damai dan sejuk,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan OPD, Camat Pujananting, Kapolsek Pujananting, Kepala Desa Gattareng, serta tokoh masyarakat setempat.

Mengenal Sejarah Perkembangan Teater Dari Berbagai Era dan Budaya

Sejarah teater adalah perjalanan panjang yang berkembang dari ritual kuno menjadi bentuk seni pertunjukan yang beragam di berbagai budaya di seluruh dunia. Berikut adalah rangkuman singkat sejarah teater dari berbagai era dan budaya:

1. Teater Prasejarah

  • Asal Usul Ritual dan Pertunjukan: Teater awal berakar dari ritual dan upacara keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat purba. Mereka menggunakan tarian, nyanyian, dan cerita lisan untuk menghormati dewa-dewi atau roh alam. Banyak antropolog percaya bahwa teater lahir dari upacara ritual yang melibatkan cerita dan dramatisasi untuk menghibur atau menenangkan kekuatan alam atau spiritual.

2. Teater Yunani Kuno (5 SM)

  • Awal Mula Teater Formal: Teater formal pertama kali berkembang di Yunani Kuno sekitar abad ke-5 SM. Perayaan untuk menghormati Dewa Dionysus, dewa anggur dan drama, menjadi cikal bakal teater Yunani. Pertunjukan pertama kali dilakukan di teater terbuka yang besar dengan ratusan, bahkan ribuan penonton.
  • Tragedi dan Komedi: Teater Yunani terbagi menjadi dua genre utama, yaitu tragedi dan komedi. Penulis tragedi terkenal termasuk Aeschylus, Sophocles, dan Euripides, sedangkan Aristophanes adalah penulis komedi terkemuka. Mereka menampilkan tema-tema tentang nasib, kehendak para dewa, dan kehidupan manusia.
  • Amfiteater: Pertunjukan diadakan di amfiteater terbuka dengan penataan panggung yang memungkinkan interaksi visual antara aktor dan penonton.

3. Teater Romawi Kuno (240 SM – 476 M)

  • Pengaruh Yunani: Teater Romawi banyak dipengaruhi oleh teater Yunani. Mereka mengadaptasi banyak drama Yunani ke dalam budaya Romawi dan mengembangkan bentuk hiburan baru yang lebih ringan, seperti komedi rakyat dan mimik.
  • Teater Gladiator dan Pantomim: Selain drama, Romawi juga memperkenalkan bentuk hiburan seperti pertunjukan gladiator, balapan kereta, dan pantomim yang sering kali menampilkan adegan tanpa dialog.
  • Bangunan Teater: Teater Romawi biasanya lebih mewah daripada teater Yunani, dengan struktur bangunan yang lebih besar dan lebih rumit.

4. Teater Abad Pertengahan (500-1500 M)

  • Pengaruh Agama Kristen: Setelah jatuhnya Kekaisaran Romawi, gereja Kristen menjadi pusat kehidupan sosial dan budaya di Eropa. Pada awalnya, teater dianggap sebagai hiburan yang tidak bermoral, tetapi kemudian gereja mulai menggunakan drama liturgis untuk menyampaikan ajaran agama.
  • Drama Keagamaan: Banyak teater abad pertengahan menampilkan drama keagamaan seperti “misteri”, “mirakel”, dan “moralitas”, yang menceritakan kisah-kisah dari Alkitab atau tentang kehidupan orang suci. Pertunjukan ini sering dilakukan di gereja atau di luar gedung gereja saat perayaan keagamaan.
  • Teater Keliling: Selain di gereja, kelompok teater keliling mulai berkembang, menghibur masyarakat di desa-desa dengan cerita-cerita rakyat dan satir sosial.

5. Teater Renaisans (1500-1700 M)

  • Kebangkitan Seni dan Sastra: Periode Renaisans menandai kebangkitan kembali minat pada seni dan budaya klasik, termasuk teater. Di Italia, opera mulai berkembang sebagai bentuk seni baru yang menggabungkan musik dan drama.
  • Teater Elizabethan di Inggris: Era Elizabeth I di Inggris dikenal sebagai masa kejayaan teater Inggris, dengan William Shakespeare sebagai penulis drama paling terkenal. Karyanya seperti Hamlet, Macbeth, dan Romeo and Juliet menjadi dasar bagi teater modern. Bangunan teater terkenal pada masa ini termasuk The Globe Theatre di London.
  • Commedia dell’Arte (Italia): Di Italia, bentuk teater komedi yang disebut commedia dell’arte berkembang, menggunakan improvisasi dan karakter-karakter tetap seperti Harlequin dan Pantalone.

6. Teater Modern Awal (1700-1900 M)

  • Realisme: Pada abad ke-19, teater mulai beralih dari tema-tema fantasi dan mitos ke tema-tema yang lebih realistis. Penulis seperti Henrik Ibsen dan Anton Chekhov menulis drama yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dan konflik emosional yang lebih dalam.
  • Melodrama: Bentuk teater ini menjadi populer pada awal abad ke-19, menampilkan karakter yang ekstrem dan plot yang penuh emosi, dengan kejahatan yang digambarkan secara dramatis dan pahlawan yang sangat mulia.
  • Teater Eksperimental: Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, muncul berbagai eksperimen dalam bentuk dan isi teater, seperti gerakan teater simbolis dan teater absurd.

7. Teater Kontemporer (1900 – Sekarang)

  • Teater Absurd: Berkembang pada pertengahan abad ke-20, teater absurd menantang logika dan struktur naratif tradisional. Tokoh penting dalam gerakan ini termasuk Samuel Beckett dengan karyanya Waiting for Godot.
  • Teater Realisme Sosial: Drama-drama yang menekankan pada isu-isu sosial seperti kemiskinan, ketidakadilan, dan konflik politik berkembang pada era modern. Drama seperti A Streetcar Named Desire oleh Tennessee Williams dan Death of a Salesman oleh Arthur Miller menonjolkan masalah-masalah sosial di masyarakat.
  • Teater Eksperimental dan Avant-Garde: Banyak teater kontemporer melakukan eksperimen dalam hal bentuk, termasuk teater fisik, teater interaktif, teater imersif, dan pertunjukan multimedia. Teater jenis ini sering kali berusaha menantang konvensi tradisional dan melibatkan penonton dalam cara-cara baru.
  • Teater Musikal: Musikal terus berkembang, terutama di panggung Broadway di Amerika Serikat, dengan pertunjukan terkenal seperti The Phantom of the Opera, Les Misérables, Hamilton, dan The Lion King.
  • Teater Jalanan dan Teater Komunitas: Jenis teater ini bertujuan untuk membawa seni pertunjukan lebih dekat dengan masyarakat, dengan pertunjukan yang dilakukan di ruang terbuka dan mengangkat isu-isu lokal.

Teater terus berkembang hingga saat ini, dengan bentuk-bentuk baru yang menggabungkan teknologi modern, multimedia, dan interaktivitas. Meski mengalami banyak perubahan, esensi dasar teater—yaitu sebagai medium untuk mengekspresikan cerita, emosi, dan gagasan—tetap bertahan sejak ribuan tahun lalu. Itulah penjelasan mengenai sejarah teater.

Mengenal 10 Jenis Teater Yang Populer

Teater memiliki berbagai jenis yang mencerminkan perbedaan budaya, bentuk, gaya, serta pendekatan artistik. Berikut adalah jenis-jenis teater yang populer:

1. Teater Klasik

  • Teater Yunani Kuno: Merupakan cikal bakal teater dunia, berkembang di Yunani sekitar abad ke-5 SM. Teater ini dibagi menjadi dua jenis utama: tragedi dan komedi, dengan penulis terkenal seperti Sophocles dan Aristophanes.
  • Teater Romawi: Berkembang dari Teater Yunani, tetapi lebih menekankan pada hiburan dan aksi fisik. Tragedi Romawi dan komedi Romawi memiliki pengaruh besar dalam perkembangan teater Barat.
  • Teater Elizabethan: Berkembang di Inggris pada era Ratu Elizabeth I, dengan karya terkenal dari William Shakespeare seperti Hamlet, Othello, dan Romeo and Juliet.

2. Teater Modern

  • Realisme: Teater yang menampilkan kehidupan sehari-hari dan menggambarkan karakter serta situasi yang realistis. Penulis seperti Henrik Ibsen (A Doll’s House) dan Anton Chekhov (The Cherry Orchard) adalah tokoh besar dalam teater realisme.
  • Eksistensialisme dan Teater Absurd: Teater ini berfokus pada pandangan eksistensialis dan absurditas kehidupan. Contoh penulis teater absurd adalah Samuel Beckett dengan karyanya Waiting for Godot.
  • Teater Musikal: Jenis teater yang menggabungkan akting, musik, dan tarian. Contoh terkenal adalah produksi Broadway seperti The Phantom of the Opera, Les Misérables, dan Hamilton.

3. Teater Tradisional

  • Wayang Orang (Indonesia): Bentuk teater tradisional yang berasal dari Jawa, di mana aktor menggunakan kostum dan karakter berdasarkan cerita wayang seperti Mahabharata atau Ramayana.
  • Ludruk (Indonesia): Teater rakyat dari Jawa Timur yang menyajikan drama kehidupan sehari-hari dengan dialog yang sering diselingi komedi dan kritik sosial.
  • Ketoprak (Indonesia): Bentuk teater tradisional Jawa yang mengangkat cerita kerajaan atau sejarah, dengan elemen musik gamelan dan tari.
  • Noh dan Kabuki (Jepang): Noh adalah teater klasik Jepang yang bersifat spiritual, penuh dengan simbolisme dan gerakan yang lambat. Kabuki, di sisi lain, lebih dinamis dengan kostum dan riasan yang mencolok serta sering kali berisi kisah-kisah epik.

4. Teater Eksperimental

  • Teater Fisik: Jenis teater yang menekankan pada penggunaan gerakan tubuh untuk menyampaikan cerita. Ini sering kali tidak memiliki dialog dan mengandalkan kekuatan ekspresi tubuh.
  • Pantomim: Teater yang seluruhnya disampaikan tanpa kata-kata, menggunakan gerakan tubuh dan ekspresi wajah. Seniman pantomim terkenal termasuk Marcel Marceau.
  • Teater Absurd: Sebuah gaya teater yang sering kali menantang logika dan struktur tradisional cerita. Contoh teater absurd adalah karya Samuel Beckett dan Eugene Ionesco.

5. Teater Jalanan

  • Seni Pertunjukan Jalanan: Teater yang dilakukan di ruang terbuka atau tempat umum tanpa panggung formal. Sering kali melibatkan elemen improvisasi dan interaksi langsung dengan penonton. Pertunjukan ini bisa berbentuk drama, tari, atau aksi fisik.

6. Teater Boneka

  • Wayang Kulit (Indonesia): Teater boneka bayangan dari Indonesia yang menggunakan layar putih dan boneka kulit untuk menceritakan kisah-kisah mitologi.
  • Teater Boneka Marionette: Teater di mana boneka digerakkan dengan tali dan tangan, sering digunakan untuk cerita rakyat atau dongeng.

7. Monolog

  • Monodrama: Bentuk teater di mana hanya ada satu aktor yang berbicara atau menyampaikan seluruh cerita. Monolog ini bisa sangat emosional dan penuh dengan ekspresi pribadi.

8. Improvisasi (Improvised Theatre)

  • Teater yang dilakukan tanpa naskah tetap, di mana para aktor menciptakan dialog dan adegan secara spontan berdasarkan situasi atau masukan dari penonton. Jenis teater ini sering kali menghibur dan lucu.

9. Opera

  • Teater yang menggabungkan musik orkestra dan vokal. Opera menampilkan seluruh dialog dalam bentuk nyanyian dengan alur cerita yang dramatis dan emosional. Opera terkenal seperti Carmen dan The Magic Flute adalah contoh dari genre ini.

10. Teater Musikal

  • Teater yang menggabungkan akting, nyanyian, dan tarian untuk menyampaikan cerita. Produksi terkenal seperti The Lion King, Chicago, dan Wicked sering dipentaskan di Broadway dan West End.

Setiap jenis-jenis teater memiliki ciri khas dan tujuan tersendiri, tetapi semuanya berfungsi untuk menghibur, mendidik, dan mengungkapkan ide-ide serta perasaan melalui seni pertunjukan. Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis teater.

Teater : Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi

Salah satu jenis seni prtunjukan adalah teater. Teater adalah seni akting dan mendramatisasi cerita di atas panggung. Artikel ini berisi penjelasan mengenai pengertian, ciri-ciri dan fungsi teater.

Pengertian Teater

Teater adalah seni pertunjukan yang melibatkan akting atau dramatisasi cerita di atas panggung, di mana aktor-aktor membawakan karakter tertentu untuk menghidupkan sebuah naskah atau cerita di hadapan penonton. Teater mencakup berbagai bentuk, mulai dari drama klasik hingga teater modern, dan sering kali menggabungkan elemen-elemen visual, auditori, serta gerakan tubuh untuk menciptakan pengalaman yang mendalam.

Ciri-Ciri Teater

  1. Adanya Naskah atau Skenario: Teater umumnya didasarkan pada sebuah naskah yang mengandung dialog dan arahan untuk aktor.
  2. Interaksi Langsung dengan Penonton: Teater selalu dipentaskan langsung di depan penonton, sehingga menciptakan hubungan langsung antara aktor dan penonton.
  3. Aktor: Ada pemain atau aktor yang berperan menjadi karakter dalam cerita. Aktor inilah yang menghidupkan naskah melalui akting, ekspresi, dan dialog.
  4. Penggunaan Properti dan Kostum: Properti dan kostum digunakan untuk mendukung visualisasi cerita dan karakter. Ini membantu menciptakan suasana serta memperjelas latar atau tema cerita.
  5. Panggung: Pertunjukan teater selalu memiliki panggung yang menjadi area di mana para aktor tampil. Panggung bisa berupa ruang tertutup (teater gedung) atau terbuka (teater jalanan).
  6. Elemen Drama: Konflik atau situasi yang melibatkan karakter, yang menimbulkan alur cerita dramatis dengan klimaks tertentu.
  7. Sutradara: Seorang sutradara bertugas mengarahkan seluruh unsur teater, mulai dari penafsiran naskah, penataan panggung, hingga interaksi antar karakter.

Fungsi Teater

  1. Sarana Hiburan: Teater dapat menjadi media hiburan bagi masyarakat. Melalui akting dan cerita, penonton diajak untuk berpartisipasi secara emosional.
  2. Sarana Pendidikan: Banyak teater yang mengangkat tema sosial, sejarah, atau moral yang bertujuan untuk mendidik masyarakat. Teater menjadi alat untuk menyampaikan pesan-pesan penting dengan cara yang menarik.
  3. Sarana Ekspresi Diri: Bagi aktor dan seniman, teater adalah wadah untuk mengekspresikan emosi, gagasan, dan kreativitas.
  4. Sarana Kritik Sosial: Teater sering digunakan untuk menyampaikan kritik terhadap isu-isu sosial, politik, atau budaya. Dengan satire atau parodi, teater dapat membuka diskusi dan menyadarkan penonton tentang masalah-masalah yang ada di masyarakat.
  5. Sarana Pelestarian Budaya: Beberapa bentuk teater tradisional, seperti wayang orang atau teater rakyat, bertujuan untuk melestarikan budaya dan tradisi setempat.

Teater terus berkembang seiring waktu, namun tetap menjadi salah satu bentuk seni yang kuat dalam menyampaikan cerita dan ide kepada masyarakat. Itulah penjelasan mengenai pengertian, ciri-ciri dan fungsi teater.

Yuk Simak!! Apa Yang Dimaksud Seni Pertunjukan atau Performing Arts

Seni Pertunjukan (Performing Arts) adalah bentuk seni yang melibatkan tindakan langsung dari pelaku atau seniman yang tampil di hadapan penonton. Ini mencakup berbagai disiplin seni yang menekankan pada gerakan, suara, dan ekspresi. Seni pertunjukan berpusat pada interaksi langsung dengan penonton dan dapat mencakup elemen drama, musik, tari, dan keterampilan fisik. Berikut adalah beberapa contoh utama seni pertunjukan:

1. Teater

  • Seni akting dan mendramatisasi cerita di atas panggung, sering kali menggabungkan dialog, gerak, musik, serta desain panggung. Teater bisa mencakup berbagai genre, seperti drama, komedi, tragedi, dan musikal.

2. Tari

  • Seni gerakan tubuh yang disusun sedemikian rupa untuk mengekspresikan perasaan, ide, atau cerita. Tarian bisa bermacam-macam, mulai dari balet klasik, tarian kontemporer, hingga tarian tradisional dan tarian urban modern.

3. Musik

  • Seni yang melibatkan produksi suara melalui instrumen musik atau vokal. Dalam seni pertunjukan, musik dapat meliputi konser solo, orkestra, atau paduan suara. Genre musik bisa bervariasi dari klasik, jazz, pop, hingga musik tradisional.

4. Opera

  • Bentuk seni pertunjukan yang menggabungkan musik, drama, dan kadang-kadang tari, di mana dialog dinyanyikan alih-alih diucapkan. Opera biasanya melibatkan orkestra dan penyanyi profesional yang terlatih dalam teknik vokal klasik.

5. Sirkus

  • Seni hiburan yang sering mencakup aksi akrobatik, sulap, badut, dan keterampilan fisik lainnya. Sirkus menekankan pada keahlian fisik dan visual, menciptakan pertunjukan yang menghibur dan menegangkan.

6. Seni Pantomim

  • Seni bercerita tanpa kata-kata melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan gestur. Pantomim sering digunakan untuk mengekspresikan cerita atau emosi tanpa dialog verbal.

7. Tari Tradisional

  • Tari yang mencerminkan budaya atau adat istiadat suatu daerah atau bangsa. Tari tradisional sering kali mengandung unsur ritual, kepercayaan, atau cerita sejarah, seperti Tari Piring dari Sumatera Barat atau Tari Kecak dari Bali.

8. Seni Tari Kontemporer

  • Tarian yang lebih modern dan eksperimental, sering kali menggabungkan elemen dari berbagai jenis tarian klasik dan tradisional, dengan penekanan pada interpretasi pribadi dan inovasi.

9. Stand-Up Comedy

  • Bentuk seni pertunjukan yang menggunakan humor untuk menghibur penonton. Pelawak tunggal atau komedian berdiri di atas panggung dan menyampaikan monolog lucu tentang berbagai topik, dari kehidupan sehari-hari hingga masalah sosial.

10. Drama Musikal

  • Kombinasi antara teater, musik, dan tari yang menampilkan cerita dengan dialog yang diselingi oleh nyanyian dan tarian. Drama musikal populer di panggung teater Broadway dan dunia hiburan lainnya.

Seni pertunjukan bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana untuk menyampaikan cerita, budaya, dan emosi, serta memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman kolektif dan individu di masyarakat.

Mengenal Beragam Jenis Seni Di Dunia

Seni adalah ekspresi kreatif manusia yang digunakan untuk menyampaikan ide, emosi, atau pesan melalui berbagai medium dan bentuk. Ada berbagai macam jenis seni yang dikenal di seluruh dunia, dan masing-masing jenis mencakup berbagai medium, teknik, serta gaya. Artikel ini akan menjelaskan jenis-jenis seni yang umum.

  1. Seni Rupa (Visual Art)
    • Lukisan: Seni menciptakan gambar di atas kanvas atau permukaan lainnya menggunakan cat, pastel, atau media lain.
    • Patung: Seni menciptakan bentuk tiga dimensi menggunakan bahan seperti kayu, batu, logam, atau tanah liat.
    • Grafik: Seni menciptakan gambar melalui teknik cetak seperti litografi, etsa, atau pencetakan digital.
    • Fotografi: Seni menangkap gambar melalui kamera.
    • Seni Digital: Seni yang dibuat dengan teknologi digital, termasuk animasi, ilustrasi komputer, dan manipulasi foto.
  2. Seni Pertunjukan (Performing Arts)
    • Teater: Seni pertunjukan yang melibatkan akting di atas panggung, sering kali menggabungkan elemen-elemen cerita, musik, dan tari.
    • Tari: Seni yang mengungkapkan perasaan dan cerita melalui gerakan tubuh.
    • Musik: Seni yang melibatkan suara dan ritme, termasuk alat musik, vokal, dan komposisi.
    • Sirkus: Seni pertunjukan yang melibatkan akrobat, ilusi, dan keterampilan hiburan lainnya.
  3. Seni Sastra (Literary Arts)
    • Puisi: Bentuk seni sastra yang menggunakan bahasa secara estetis, sering kali berirama atau berima.
    • Prosa: Narasi atau cerita yang ditulis dalam bentuk novel, cerpen, esai, dan genre sastra lainnya.
    • Drama: Karya sastra yang ditulis untuk dipentaskan sebagai drama atau teater.
  4. Seni Terapan (Applied Arts)
    • Desain Grafis: Seni menggunakan elemen visual untuk menyampaikan pesan, seperti dalam iklan, poster, atau logo.
    • Arsitektur: Seni merancang dan membangun struktur fisik, termasuk bangunan, jembatan, dan ruang publik.
    • Desain Produk: Seni menciptakan produk yang estetis dan fungsional, seperti furnitur, peralatan, atau pakaian.
  5. Seni Tradisional
    • Batik: Seni tekstil tradisional yang berasal dari Indonesia, menggunakan teknik pewarnaan lilin.
    • Wayang: Seni boneka bayangan tradisional dari Indonesia, sering mengisahkan cerita dari mitologi atau sejarah.
    • Ukiran: Seni memahat kayu atau bahan lainnya untuk menciptakan karya yang bersifat dekoratif atau simbolis.

Setiap jenis-jenis seni dapat berkembang dan dipengaruhi oleh budaya, teknologi, serta zaman, menghasilkan berbagai sub-genre dan gaya yang unik.

Resep Salad Buah Mayo, Segar, Sehat dan Super Enak!

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Salad Buah Mayo. Salad buah adalah hidangan segar dan sehat yang cocok dinikmati kapan saja.

Berikut adalah ulasan tentang salad buah:

Rasa dan Aroma: Salad buah menawarkan kombinasi rasa manis, asam, dan segar dari berbagai buah. Umumnya, campuran buah-buahan seperti mangga, apel, anggur, dan kiwi memberikan kesegaran yang menggugah selera, sementara saus, seperti yogurt atau madu, menambah kelezatan.

Tekstur: Tekstur salad buah sangat menarik, dengan kombinasi antara buah yang renyah dan lembut. Kelembutan daging buah yang matang berpadu dengan sensasi crunch dari beberapa buah, menciptakan pengalaman makan yang menyenangkan.

Penyajian: Salad buah sering disajikan dalam mangkuk besar atau porsi individu, membuatnya menjadi hidangan yang mudah dinikmati. Biasanya dihias dengan daun mint atau taburan kacang untuk menambah estetika dan rasa.

Kelezatan: Selain nikmat, salad buah juga kaya akan vitamin dan serat, menjadikannya pilihan sehat. Cocok untuk camilan atau penutup, salad buah selalu menjadi favorit di acara santai atau perayaan.

Secara keseluruhan, salad buah adalah pilihan yang menyegarkan dan bergizi, ideal untuk mengisi perut dengan cara yang lezat. Jika Anda mencari hidangan sehat yang menggoda, salad buah adalah jawabannya!

Resep Salad Buah Mayo

Bahan: Buah-buahan, bebas ya, potong dadu:

  • 1/2 buah semangka
  • 1/2 buah melon
  • 1 buah pir (kupas kulitnya)
  • Secukupnya anggur (belah 2, buang biji)
  • Secukupnya nata de coco

Saus:

  • 160 gr Mayonaise
  • 160 gr susu skm putih
  • 160 gr yogurt plain
  • Secukupnya keju cheddar untuk parutan

Cara Membuat Salad Buah Mayo

  1. Potong dadu semua buah, masukkan ke dalam wadah.
  2. Membuat saus: masukkan pada lain wadah mayonaise, yogurt, susu skm hingga tercampur rata. Tes rasa, jika kurang manis tambahkan skm.
  3. Tuangkan saus di atas buah-buahan, lalu paruti dengan keju. Masukkan ke dalam kulkas, santap ketika dingin. (*)

Resep Karedok Terong, Segar dan Pedas

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Karedok Terong by @yzmalicious. Karedok terong adalah salah satu sajian khas dari Indonesia, khususnya Jawa Barat. Hidangan ini terkenal dengan rasa segar dan pedasnya, serta penggunaan bahan-bahan alami.

Bahan Utama: Karedok terong biasanya terdiri dari terong mentah, sayuran segar seperti mentimun, tauge, dan kol, serta bumbu kacang yang kaya rasa. Terong yang digunakan biasanya adalah terong ungu atau terong hijau, yang memberikan tekstur lembut saat digigit.

Rasa: Rasa karedok terong sangat khas, dengan perpaduan rasa manis, pedas, dan gurih dari bumbu kacang. Bumbu kacangnya biasanya terbuat dari kacang tanah yang dihaluskan, dicampur dengan cabai, gula merah, dan air asam, memberikan keseimbangan rasa yang sempurna.

Kelezatan: Karedok terong menjadi semakin nikmat dengan kehadiran sayuran segar yang memberikan crunch dan kesegaran. Ini menjadikannya pilihan yang baik untuk menu yang sehat dan bergizi.

Penyajian: Hidangan ini biasanya disajikan sebagai salad atau pendamping nasi, cocok untuk hidangan sehari-hari maupun acara spesial.

Secara keseluruhan, karedok terong adalah pilihan yang lezat dan menyehatkan. Kombinasi bahan-bahan segar dan bumbu yang kaya membuatnya menjadi hidangan yang disukai banyak orang. Jika Anda mencari makanan yang enak dan menyegarkan, karedok terong pasti layak dicoba!

Resep Karedok Terong 

Bahan Utama:

  • 6 buah terong segar
  • 1 genggam daun kemangi
  • 6 buah rawit merah
  • 2 buah cabe merah keriting
  • 2 cm kencur
  • 1 butir bawang putih
  • 4 sdm kacang tanah goreng
  • Garam dan gula merah secukupnya
  • 1 buah jeruk limo
  • Air secukupnya

Cara Membuat Karedok Terong

  1. Ulek duo cabe, kencur, bawang putih dan kacang goreng. Tambahkan garam dan gula. Ulek kembali. Tes dan koreksi rasa.
  2. Tambahkan air. Aduk merata. Tambahkan kemangi dan potongan terong. Aduk sampai rata.
  3. Kasih kucuran air jeruk limo. Aduk kembali. Sajikan. (*)

Resep Ayam Goreng Lengkuas, Juicy dan Empuk

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Ayam Goreng Lengkuas Bumbu Padang⁣ oleh @cheche_kitchen. Ayam Goreng Lengkuas adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang sangat menggugah selera.

Ayamnya dimarinasi dengan bumbu lengkuas, bawang, dan rempah-rempah lainnya, memberikan cita rasa yang kaya dan unik. Proses penggorengan yang tepat membuat kulit ayamnya renyah, sementara dagingnya tetap juicy dan empuk.

Keunikan dari Ayam Goreng Lengkuas terletak pada aroma lengkuas yang khas dan cita rasa gurih yang mendalam. Hidangan ini biasanya disajikan dengan nasi hangat dan sambal, menambah kenikmatan saat menyantapnya. Cocok untuk berbagai kesempatan, dari makan malam keluarga hingga acara spesial.

Secara keseluruhan, Ayam Goreng Lengkuas adalah pilihan yang tepat bagi pecinta kuliner yang ingin menikmati cita rasa otentik Indonesia. Jika Anda belum mencobanya, pasti sangat direkomendasikan!

Resep Ayam Goreng Lengkuas

Bahan :⁣

  • 1 ekor Ayam broiler ⁣
  • 300 gr lengkuas parut ⁣
  • 2 butir telur⁣
  • 1 btg serai⁣
  • 2 lembar daun salam⁣
  • 3 lbr daun jeruk (suwir2) + 2 lembar daun jeruk⁣
  • Minyak goreng⁣
  • Kaldu ayam bubuk⁣
  • 200 ml Air⁣

Bumbu Halus:⁣

  • 6-7 siung bawang putih⁣
  • 1 ruas jahe⁣
  • 1 ruas kunyit (kurang lebih 3cm)⁣
  • 1/2 sdt lada bubuk⁣
  • 1 sdm ketumbar⁣
  • garam⁣

Cara Membuat Ayam Goreng Lengkuas:

  1. Cuci bersih ayam, potong sesuai selera.
  2. Campurkan ayam dengan bumbu halus + lengkuas + daun jeruk yang telah disuwir sambil cubit-cubit daging ayam agar bumbu merata gampang meresap, lalu diamkan (marinasi) di kulkas minimal 1 jam, makin lama makin meresap ke dalam daging ayam.
  3. Keluarkan ayam dari kulkas, lalu ungkep ayam, tambahkan serai + daun salam dan air dikit.
  4. Ungkep dengan api sedang hingga empuk dan bumbu menyusut. Angkat dan tiriskan ayam, pisahkan bumbu dengan ayam, biarkan ayam dingin.⁣
  5. Kocok lepas telur dan tambahkan sisa bumbu ungkep (buang daun-daun disisa bumbu ungkep) aduk sampai rata.⁣
  6. Panaskan minyak goreng, masukkan ayam ke dalam campuran telur.⁣
  7. Goreng ayam hingga kuning kecokelatan, balik sesekali agar matang merata.⁣
  8. Setelah matang, angkat dan tiriskan⁣.
  9. Setelah itu kurangi minyak, lalu goreng semua bumbu yang telah dicampur dengan telur, tambahkan 2 lembar daun jeruk, goreng hingga berubah menjadi lebih gelap, kuning kecokelatan.⁣
  10. Tiriskan dan taburi bumbu di atas ayam⁣. (*)