Beranda blog Halaman 191

Tayang di Bioskop, Film Tulang Belulang Tulang Angkat Tradisi Mangokal Holi

0

Film Tulang Belulang Tulang besutan sutradara Sammaria Sari Simanjuntak dan Lies Nanci Supangkat produksi Adhya Pictures dan Pomp Pictures siap tayang di layar lebar bioskop pada 26 September 2024.

Film ini menjadi bukti nyata kesuksesan hasil inkubasi program Indonesiana Film 2021 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mendukung inisiatif masyarakat di bidang kebudayaan.

Film ini bercerita tentang tradisi Mangokal Holi, yakni adat istiadat memindahkan tulang belulang para leluhur dengan membongkar kembali makam untuk mengumpulkan sisa tulang belulang dan menempatkannya ke bangunan tugu.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid, menyampaikan tayangnya film Tulang Belulang Tulang di bioskop menandakan terjaga dan makin kuatnya ekosistem  dunia perfilman Indonesia secara baik.

“Ini merupakan hal yang sangat baik dalam penguatan ekosistem film Indonesia. Kemendikbudristek selalu mendukung serta memfasilitasi sineas Indonesia agar terus berkembang, terutama melalui program-program  yang kami laksanakan,” ujar Hilmar, pada Kamis (19/9).

Selanjutnya, Hilmar juga menyampaikan apresiasi terhadap film Tulang Belulang Tulang yang merupakan hasil inkubasi dari program Indonesiana Film 2021 yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek mampu menembus tayang di bioskop Indonesia dalam waktu dekat ini.

Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, memastikan bahwa pemerintah selalu hadir memberikan dukungan kepada para sineas Tanah Air untuk berkarya sehingga memperkuat ekosistem film nasional.

“Setelah produksi yang begitu sistematis, selamat dengan tayangnya film Tulang Belulang Tulang. Kami di Kemendikbudristek akan terus mendukung kerja-kerja kreatif para sineas, agar ke depannya semakin banyak prestasi film Indonesia di kancah internasional,” ucap Mahendra.

Terakhir Mahendra menginginkan ke depannya makin banyak lagi film karya sineas nasional hasil inkubasi Indonesiana Film yang dapat berkiprah lebih jauh, sehingga membuka pintu lebar bagi para sineas nasional untuk unjuk gigi di festival film internasional.

Sementara itu, Sammaria Sari Simanjuntak, selaku sutradara menyampaikan harapannya bahwa film yang ia sutradarai mampu membawa kebahagiaan dan kesenangan bagi yang menontonnya.

Sammaria menyebut, film yang diproduksi dengan semangat kekeluargaan dan latar belakang daerah Sumatera Utara ini ingin mengajak penonton merayakan setiap perjuangan yang dilalui dalam hidup.

“Danau Toba adalah sesuatu yang istimewa. Ada semacam makna simbolis juga antara latar Danau Toba dan permasalahan yang dihadapi keluarga Batak dalam film ini,” papar Sammaria.

Skenario cerita film ini adalah sebuah keluarga Batak ingin melaksanakan tradisi Mangokal Holi, namun koper berisi tulang belulang kakek buyut hilang di bandara. Keluarga tersebut harus segera menemukan tulang belulang tersebut sebab jika tidak akan dikutuk sang nenek dan seluruh keluarga besar yang sudah menunggu siap berpesta di Danau Toba. Perjalanan mencari tulang yang hilang inilah yang menjadi kekuatan dari cerita film ini. (*)

Renungan Harian Kristen, Senin, 23 September 2024: Sasaran Seorang Pengabar Injil 

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Senin, 23 September 2024 berjudul: Sasaran Seorang Pengabar Injil 

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Lukas 18:31

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Sasaran Seorang Pengabar Injil 

Lukas 18:31 – Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu berkata kepada mereka: “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan segala sesuatu yang ditulis oleh para nabi mengenai Anak Manusia akan digenapi.

Pengantar:

Sasaran seorang pengabar Injil ialah untuk melakukan kehendak Allah, bukan untuk menjadi berguna atau untuk memenangkan jiwa yang terhilang. Seorang pengabar Injil memang berguna dan memenangkan jiwa yang terhilang, tetapi itu bukanlah sasarannya. Sasarannya adalah melakukan kehendak Tuhannya.

Renungan Harian Kristen, Senin, 23 September 2024

“Yesus … berkata kepada mereka: Sekarang kita pergi ke Yerusalem ….” (Lukas 18:31)

Dalam kehidupan lahiriah, ambisi kita berubah seiring pertumbuhan kita, tetapi dalam kehidupan kekristenan, sasarannya/golnya telah ditentukan sejak awalnya. Sasaran awal dan akhirnya tepat sama, yaitu Tuhan kita sendiri. Kita mulai dengan Kristus dan kita menyudahi dengan Dia — “sampai kita … mencapai … tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus …” (Efesus 4:13), bukan semata pada gagasan kita sendiri tentang bagaimana seharusnya kehidupan kekristenan.

Sasaran seorang pengabar Injil (dalam teks asli disebut “misionaris”) ialah untuk melakukan kehendak Allah, bukan untuk menjadi berguna atau untuk memenangkan jiwa yang terhilang. Seorang pengabar Injil memang berguna dan memenangkan jiwa yang terhilang, tetapi itu bukanlah sasarannya. Sasarannya adalah untuk melakukan kehendak Tuhannya.

Dalam kehidupan Tuhan kita, Yerusalem adalah tempat Dia mencapai puncak kehendak Bapa-Nya di kayu Salib, dan jika kita tidak pergi ke sana dengan Yesus, kita tidak mempunyai persekutuan dengan Dia. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalihkan perhatian Tuhan Yesus dari perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Dia tidak pernah bergegas meninggalkan kampung-kampung tertentu tempat Dia dianiaya, atau berlama-lama di kampung-kampung lain tempat Dia disambut. Baik rasa berterima kasih maupun tidak berterima kasih dari orang-orang, tidak satu pun dari kedua hal itu yang dapat mengalihkan Tuhan kita sedikit saja dari tujuan-Nya, yaitu “pergi ke Yerusalem”.

“Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba daripada tuannya” (Matius 10:24). Dengan kata lain, hal-hal sama yang terjadi atas Tuhan kita akan terjadi juga atas kita dalam perjalanan kita ke “Yerusalem” kita. Akan ada karya Allah yang dinyatakan melalui kita, orang-orang yang diberkati. Satu atau dua orang akan menunjukkan rasa terima kasih, sedangkan selebihnya akan bersikap sebaliknya. Namun, tidak boleh ada sesuatu pun yang mengalihkan kita dari langkah “pergi ke Yerusalem” kita.

“… mereka menyalibkan Yesus di situ …” (Lukas 23:33), itulah yang terjadi ketika Tuhan Yesus mencapai Yerusalem dan peristiwa itu adalah pintu menuju keselamatan kita. Namun, bagi orang-orang percaya tidak berakhir pada penyaliban; dengan anugerah Tuhan, mereka mengakhiri dalam kemuliaan. Semboyan setiap kita haruslah, “Saya juga pergi ke Yerusalem.”

Demikian Renungan hari ini, Senin, 23 September 2024 diambil dari Lukas 18:31 yang mengisahkan tentang Sasaran Seorang Pengabar Injil dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

Resep Dadar Gulung, Kue Tradisional yang Lezat

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Kue Dadar Gulung by ayuaudrey91. Kue dadar gulung adalah salah satu kue tradisional Indonesia yang sangat digemari.

Berikut adalah ulasan mengenai kue ini:

Rasa dan Aroma

Kue dadar gulung terbuat dari adonan tepung terigu yang diwarnai hijau, biasanya dengan ekstrak daun pandan, yang memberikan aroma harum yang khas. Di dalamnya terdapat isian kelapa manis yang lembut, memberikan kombinasi rasa gurih dan manis yang seimbang. Ketika digigit, sensasi kombinasi rasa dan aroma ini sangat menggugah selera.

Tekstur

Tekstur kulitnya lembut dan kenyal, sementara isian kelapa memberikan kontras yang menarik dengan kelembutan. Kue ini sangat mudah digigit dan memberikan sensasi yang menyenangkan saat dimakan.

Penyajian

Kue dadar gulung biasanya disajikan dalam potongan kecil dan sering kali ditata dengan rapi di atas piring. Warna hijau yang cerah menjadikannya menarik secara visual. Kue ini cocok untuk disajikan pada berbagai acara, mulai dari kumpul keluarga hingga perayaan.

Variasi

Walaupun isian kelapa adalah yang paling umum, ada variasi lain yang dapat ditemukan, seperti isian pisang atau cokelat. Ini memberikan pilihan rasa yang lebih beragam bagi penikmatnya.

Resep Kue Dadar Gulung

  • 600 cc air
  • 25 lbr daun pandan suji

Blender dan saring. Jika menggunakan endapan pandan, air + 2 sendok makan endapan pandan, aduk rata, total akhir 600 cc.

Dalam Wadah Siapkan:

  • 200 gram tepung segitiga biru
  • 50 gram tepung tapioka
  • 1/4 sdt garam
  • 1 sachet kecil vanili bubuk

Tuang cairan pandan ke dalam tepung. Aduk dengan bantuan whisk sampai tercampur rata. Saring.

Kalau unti kelapa relatif, tergantung selera ya. Lebih gampang beli jadi saja.

Cara Membuat Kue Dadar Gulung 

  1. Siapkan teflon dengan api sedang sampai panas. Oles sedikit minyak sayur.
  2. Tuang adonan tipis aja, miringkan teflon sampai adonan merata membentuk bulatan. Jangan terlalu tebal.
  3. Masak sampai permukaan bawah agak kecoklatan. Angkat, lebarkan adonan yang sudah matang di atas talenan.
  4. Taruh 1 sdm unti kelapa, bentuk seperti lipatan amplop, gulung. Lakukan sampai adonan habis. Untuk resep di atas dapat 16 pcs dadar gulung.

Kue dadar gulung adalah camilan yang lezat, dengan kombinasi rasa dan tekstur yang membuatnya sangat memuaskan. Kue ini tidak hanya enak, tetapi juga menggugah selera dengan penampilannya yang menarik. Sebagai salah satu ikon kuliner tradisional Indonesia, kue ini pasti patut dicoba! (*)

Resep Bolu Kukus Santan, Lembut dan Empuk

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Bolu Kukus Santan. Bolu Kukus Santan adalah kue yang menggoda dengan tekstur lembut dan rasa yang khas. Berikut adalah ulasan lebih mendalam tentang kue ini:

Rasa dan Aroma

Bolu kukus santan menawarkan perpaduan rasa manis dan gurih yang seimbang. Santan memberikan kelembutan dan aroma yang khas, menjadikannya berbeda dari bolu biasa. Ketika dikukus, aroma santan yang harum menyebar, membuatnya sangat menggugah selera.

Tekstur

Teksturnya yang lembut dan empuk menjadikan bolu ini sangat menyenangkan saat dimakan. Proses pengukusan membantu mempertahankan kelembapan, sehingga setiap gigitan terasa ringan dan tidak kering.

Penyajian

Bolu kukus santan biasanya disajikan dalam potongan kecil, sering kali dengan hiasan sederhana. Warna-warna cerah dari pewarna makanan dapat menambah daya tarik visual. Kue ini cocok untuk berbagai kesempatan, mulai dari camilan sehari-hari hingga hidangan di acara spesial.

Variasi

Salah satu daya tarik bolu kukus santan adalah kemampuannya untuk diolah dengan berbagai variasi. Penambahan bahan seperti pandan, cokelat, atau buah-buahan memberikan opsi rasa yang beragam, menjadikannya kue yang fleksibel.

Resep Bolu Kukus Santan

Bahan:

  • 4 butir telur
  • 2 gelas gula pasir
  • 1 gelas santan
  • 2 sdm sp atau TBM
  • 3 gelas tepung terigu
  • pewarna sesuai selera

Cara Membuat Bolu Kukus Santan

  1. Campurkan gula pasir, telur dan TBM. Kemudian mixer hingga kental berjejak.
  2. Masukkan santan sambil dimixer.
  3. Masukkan tepung terigu sambil dimixer sampai putih kental berjejak.
  4. Bagi dua adonan, adonan pertama beri warna hijau dan adonan kedua tanpa warna (atau sesuai selera).
  5. Kemudian kukus selama 10 menit.

*Catatan: gelas takaran yang saya pakai ukuran 250 ml.

Secara keseluruhan, bolu kukus santan adalah pilihan kue yang lezat dan mudah dibuat. Kombinasi rasa, tekstur, dan aroma membuatnya menjadi favorit banyak orang. Jika Anda mencari camilan yang memuaskan, bolu kukus santan pasti tidak akan mengecewakan! Selamat mencoba.

Resep Pisang Epe, Jajanan Favorit Khas Makassar

0

Rubrik Selera Nusantara edisi kali ini menyajikan resep Pisang Epe. Pisang epe adalah makanan khas dari Makassar, Sulawesi Selatan, yang terbuat dari pisang kepok yang diolah dengan cara dipanggang dan kemudian ditekan atau “epe.”

Biasanya, pisang ini disajikan dengan saus gula merah yang manis dan kental, memberikan rasa yang lezat dan khas.

Ciri Khas Pisang Epe

  1. Pisang yang Digunakan: Biasanya menggunakan pisang kepok yang matang.
  2. Proses Pembuatan: Setelah dipanggang, pisang ditekan untuk membuatnya lebih pipih dan kenyal.
  3. Saus: Dihidangkan dengan saus gula merah yang dicairkan, kadang ditambahkan dengan susu kental manis atau keju untuk variasi rasa.
  4. Penyajian: Sering kali dijadikan camilan atau makanan penutup, sangat populer di kalangan masyarakat lokal dan wisatawan.

Popularitas

Pisang epe sering ditemukan di warung-warung dan pedagang kaki lima di Makassar. Selain rasanya yang enak, proses penyajiannya yang unik dan aroma yang menggoda membuatnya menjadi salah satu jajanan favorit.

Jika kamu berkesempatan mengunjungi Makassar, jangan lupa untuk mencicipi pisang epe!

Resep Pisang Epe

Bahan :

  • 1 sisir pisang kepok matang atau mengkal (sesuai selera)
  • 300 gram gula aren, serut
  • 150 ml air
  • 1/4 sdt garam
  • 2 lembar daun pandan, simpulkan

Cara Membuat Pisang Epe

  1. Langkah pertama, membuat saus: rebus gula aren beserta air, garam dan daun pandang sampai gula menjadi larut dan kental. Kemudian angkat dan dinginkan.
  2. Selanjutnya, rebus pisang bersama kulitnya sampai matang. Lalu kupas kulitnya. Kemudian tekan-tekan pisang agar menjadi pipih.
  3. Setelah itu, bakar sambil dibolak balik sampai matang. Terakhir, setelah matang, sajikan pisang epe bakar panas dengan saus gula merah yang telah dibuat sebelumnya.
Catatan:
Sebagai variasi rasa, bisa juga ditambahkan saus durian, dengan cara menambahkan sebanyak 5 mata durian matang, ambil dagingnya saja (buang bijinya) saat membuat saus, lalu masak hingga kental. Selamat mencoba! (*)

UPT SPF SMPN 46 Makassar Gelar Acara Maulid

0

Bertempat di Jalan Gunung Latimojong No. 73, UPT SPF SMPN 46 Makassar mengadakan perayaan Maulid pada Minggu, 22 September. Acara ini mengusung tema “Mendidik Generasi dengan Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW.”

Plh Kepala SMPN 46, Sahria SPd, menyampaikan kepada Fajar Pendidikan bahwa kegiatan ini sepenuhnya didukung oleh komite sekolah, dengan partisipasi aktif dari seluruh siswa dan orang tua.

“Saya melihat pelaksanaannya lebih meriah,” ungkapnya.

Jasman Jantang, Ketua Komite, menambahkan, “Alhamdulillah, acara ini berjalan dengan lancar. Semoga semua siswa dapat meneladani akhlak Rasulullah, dan di masa depan, pelaksanaan acara ini bisa lebih khidmat lagi.”

Dalam ceramahnya, Ustad Jamaluddin SPd.I, yang juga merupakan guru di sekolah ini, mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia menyebutkan tiga poin utama: pertama, mengubah perbuatan buruk menjadi baik; kedua, memperbanyak sholawat; dan ketiga, memuliakan orang tua dan guru sebagai pengganti orang tua kita.

Acara ini semakin meriah dengan penampilan siswa yang menyanyikan lagu-lagu sholawat. (AZS)

Renungan Harian Kristen, Minggu, 22 September 2024: Tuan dan Guru bagi Seorang Pengabar Injil

0

Renungan Harian Kristen hari ini, Minggu, 22 September 20244 berjudul: Tuan dan Guru bagi Seorang Pengabar Injil

Bacaan untuk Renungan Harian Kristen hari ini diambil dari Yohanes 13:13, 16

Renungan Harian Kristen hari ini mengisahkan tentang Tuan dan Guru bagi Seorang Pengabar Injil

Yohanes 13:13, 16 13:13 Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.
13:16 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.

Pengantar:

Yesus menjadi Tuan dan Guru bagi saya. Itu berarti, ada seseorang yang mengenal saya lebih daripada diri saya sendiri, yang lebih akrab daripada seorang sahabat, memahami kedalaman hati saya yang terjauh, dan Ia sanggup memuaskannya secara penuh.

Renungan Harian Kristen, Minggu, 22 September 2024

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, … Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi daripada tuannya ….” (Yohanes 13:13, 16)

Mempunyai seorang tuan dan guru tidaklah sama dengan dikuasai/diperhamba dan diajar. Mempunyai seorang tuan dan guru berarti ada seseorang yang mengenal saya lebih daripada diri saya sendiri, yang lebih akrab daripada seorang sahabat, memahami kedalaman hati saya yang terjauh, dan sanggup memuaskannya sepenuhnya. Itu berarti memiliki seseorang yang membuat saya merasa pasti dengan mengetahui bahwa dia telah memenuhi dan mencairkan semua kebimbangan, ketidakpastian, dan masalah dalam pikiran saya. Mempunyai seorang tuan dan guru tidak kurang dari hal ini, “… karena Satu Gurumu, bahkan Kristus …” (for one is your Master, even Christ, Matius 23:10, KJV).

Tuhan kita, Yesus, tidak pernah mengambil langkah untuk menguasai dan memaksa saya melakukan hal yang diinginkan-Nya. Terkadang, saya berharap Allah mau menguasai dan mengendalikan saya untuk membuat saya melakukan hal yang diinginkan-Nya, tetapi Dia tidak mau. Pada kesempatan lain, saya ingin Dia membiarkan saya sendiri, dan itu pun tidak dilakukan-Nya.

“Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan ….” Namun, benarkah kita menyikapi Dia demikian? Guru, Tuan, dan Tuhan tidak terlalu penting dalam perbendaharaan kata kita. Kita lebih menyukai kata-kata Juru Selamat, Pengudus, dan Penyembuh. Satu-satunya kata yang benar-benar menyatakan pengalaman dikuasai ialah kasih, dan kita hanya mengetahui sedikit tentang kasih seperti yang disingkapkan Allah dalam firman-Nya.

Ini terbukti dari cara kita menggunakan kata taat. Dalam Alkitab, ketaatan didasarkan pada hubungan yang setara; misalnya hubungan antara anak dengan bapanya. Tuhan kita, Yesus Kristus, bukan hanya hamba Allah — Dia adalah Anak-Nya. “… sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat …” (Ibrani 5:8).

Jika kita sadar benar bahwa kita sedang dikuasai atau diperhamba, pemikiran seperti itu dengan sendirinya merupakan bukti bahwa kita tidak mempunyai Tuan. Jika itu merupakan sikap kita terhadap Yesus, kita jauh dari mempunyai hubungan yang diinginkan-Nya dengan kita. Dia ingin kita berada dalam hubungan di mana Dia menjadi Tuhan dan Guru, “seperti apa adanya”, tanpa kita menyadarinya — hal yang kita ketahui hanyalah bahwa kita adalah milik-Nya dan taat kepada-Nya.

Demikian Renungan hari ini, Minggu, 22 September 2024 diambil dari Yohanes 13:13, 16  yang mengisahkan tentang Tuan dan Guru bagi Seorang Pengabar Injil dan disadur dari Renungan Oswald Chambers//alkitab.mobi.

6 Posisi Seks yang Ampuh Bakar Kalori saat Morning Sex

0

Berhubungan seksual bukan hanya tentang keintiman, tetapi juga bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk membakar kalori. Beberapa posisi seks dapat meningkatkan pengeluaran energi secara signifikan, menjadikannya alternatif menarik untuk berolahraga.

Olahraga memang dikenal sebagai cara efektif untuk membakar kalori. Namun, tahukah kamu bahwa berhubungan seksual juga dapat membantu dalam proses ini? Aktivitas ini bisa jadi alternatif menarik untuk membakar kalori.

Menurut penelitian dari The Healthy, berhubungan seks selama 25 menit dapat membakar sekitar 100 kalori bagi pria dan 69 kalori bagi wanita. Ini karena pria umumnya memiliki massa tubuh lebih besar, yang membuat pengeluaran energinya lebih tinggi.

Untuk meningkatkan pembakaran kalori, berikut beberapa posisi seks yang efektif:

Missionary

Posisi ini dapat membakar sekitar 143 kalori untuk pria dan 44 kalori untuk wanita. Untuk meningkatkan kalori yang terbakar, wanita bisa mendorong ke belakang saat pria mendorong ke depan, atau mencoba gerakan hip dips untuk melibatkan otot inti dan membakar sekitar 102 kalori.

Doggy Style

Pada wanita, posisi ini dapat membakar sekitar 98 kalori, sementara pria dapat membakar sekitar 151 kalori. Dengan berpegangan pada dinding, wanita bisa meningkatkan pembakaran hingga 118 kalori sekaligus melatih otot bahu dan lengan.

Legs Up

Posisi ini membantu wanita membakar hingga 116 kalori, sedangkan pria membakar 127 kalori. Gerakan ini juga meregangkan otot kaki dengan baik.

Cowgirl

Dalam posisi ini, wanita dapat membakar sekitar 122 kalori. Untuk meningkatkan kalori yang terbakar, wanita bisa melakukan gerakan pinggul ke atas dan ke bawah, yang dapat meningkatkan detak jantung dan membakar hingga 172 kalori.

Spooning

Posisi spooning membakar sekitar 103 kalori untuk wanita dan 113 kalori untuk pria. Dengan mempercepat gerakan pinggul, wanita bisa membakar hingga 153 kalori, sementara pria bisa membakar 173 kalori.

Standing

Posisi berdiri dapat membakar hingga 343 kalori untuk kedua pasangan. Ini adalah salah satu posisi yang paling efektif dalam hal pembakaran kalori.

Dengan menggabungkan kesenangan dan kesehatan, aktivitas seksual bisa jadi cara yang menarik untuk membakar kalori!

Tips Meningkatkan Pembakaran Kalori saat Berhubungan Seks

Menurut Healthline, ada beberapa cara untuk membakar lebih banyak kalori saat bercinta:

  1. Perpanjang Durasi Seks
    Salah satu cara paling sederhana untuk meningkatkan pembakaran kalori adalah dengan memperpanjang waktu berhubungan seks dibandingkan biasanya.
  2. Coba Posisi Berbeda
    Untuk wanita dengan berat sekitar 63 kg, posisi missionary selama 10 menit dapat membakar sekitar 14 kalori, sedangkan pria dengan berat 86 kg dapat membakar sekitar 47 kalori. Di sisi lain, dalam posisi berdiri, wanita dapat membakar sekitar 30 kalori, sementara pria dapat membakar hingga 51 kalori dalam waktu yang sama.

Dengan mencoba tips ini, kamu bisa lebih maksimal dalam membakar kalori sambil tetap menikmati momen bersama pasangan. Sesuaikan dengan kenyamanan dan preferensimu! (*)

Mengenal Morning Sex, Ini 6 Manfaatnya

0

Morning sex adalah pengalaman intim yang banyak pasangan nikmati sebagai cara untuk memulai hari dengan penuh energi dan kedekatan. Di pagi hari, tubuh kita dipenuhi dengan hormon yang meningkatkan mood, seperti endorfin dan testosteron, yang bisa membuat momen ini lebih menyenangkan.

Selain memberikan kesempatan untuk berhubungan intim, morning sex juga bisa meningkatkan keintiman emosional antara pasangan. Ini adalah waktu di mana kalian bisa berbagi momen kebersamaan sebelum menjalani rutinitas sehari-hari.

Namun, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan mengenai preferensi dan kenyamanan masing-masing. Setiap pasangan memiliki ritme dan kebiasaan yang berbeda, jadi saling menghargai sangatlah penting. Dengan pendekatan yang positif dan penuh kasih, morning sex bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menyambut hari baru bersama.

Mana Lebih Dulu: Sarapan atau Morning Sex?

Energi memang diperlukan saat berhubungan intim. Namun, melakukan seks setelah makan berat bisa merusak momen spesialmu. Proses pencernaan memerlukan banyak energi dan darah, yang seharusnya mendukung kinerja tubuh pria saat berhubungan seks.

Ketika pria makan terlalu banyak dan kemudian berhubungan seks, darah dan energi yang seharusnya digunakan untuk ereksi justru dialokasikan ke perut untuk proses pencernaan.

Bagi wanita, perut yang kekenyangan dapat mengganggu dorongan seksual. Rasa kembung membuatnya merasa tidak nyaman dan kurang bergerak. Jadi, setelah makan berat, wanita mungkin tidak lagi merasa butuh kesenangan dari hubungan intim.

Manfaat Morning Sex

  1. Meningkatkan Mood: Aktivitas seksual dapat memicu pelepasan endorfin dan hormon kebahagiaan lainnya, membantu meningkatkan suasana hati di pagi hari.
  2. Meningkatkan Keterikatan Emosional: Morning sex dapat memperkuat ikatan antara pasangan, menciptakan kedekatan yang lebih dalam sebelum memulai aktivitas sehari-hari.
  3. Meningkatkan Energi: Melakukan hubungan intim di pagi hari dapat memberikan dorongan energi, membuat Anda merasa lebih segar dan siap menghadapi hari.
  4. Menurunkan Stres: Seks dapat menjadi cara efektif untuk meredakan stres dan kecemasan, membantu Anda memulai hari dengan pikiran yang lebih jernih.
  5. Kesehatan Fisik: Aktivitas seksual juga bisa menjadi bentuk olahraga ringan, membantu meningkatkan sirkulasi darah dan kesehatan jantung.
  6. Meningkatkan Kualitas Tidur: Aktivitas seksual di pagi hari dapat membantu Anda merasa lebih rileks, yang mungkin berkontribusi pada tidur yang lebih baik di malam hari.

Dengan semua manfaat ini, morning sex bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk menyambut hari baru. Namun, komunikasi dan kenyamanan antara pasangan tetaplah kunci! (*)

Pleno PWI Jabar Dukung Zulmansyah Ketum PWI Pusat

0

Rapat pleno diperluas yang diadakan di Kantor PWI Jawa Barat (Jabar), Jalan Wartawan II, Kota Bandung, pada Jumat (20/9) sore, dipimpin oleh Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat. Rapat ini dihadiri oleh pengurus PWI Jawa Barat, Ketua Dewan Kehormatan Olan Sibarani, Ketua Dewan Penasehat Firman Rahmat, serta seluruh Ketua dan Sekretaris PWI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Pokja Wartawan Gedung Sate dan Kota Bandung.

Hilman Hidayat menekankan dukungan PWI Jawa Barat terhadap kepengurusan PWI Pusat hasil Kongres Luar Biasa (KLB). “Kami tetap solid dan berkomitmen untuk mendukung kepemimpinan Zulmansyah Sekedang sesuai dengan kesepakatan awal. Ini adalah keputusan bersama dari rapat pleno yang kami laksanakan,” tegas Hilman usai rapat.

Hilman menegaskan bahwa semua aktivitas organisasi, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus tetap berjalan dengan baik. “Suka atau tidak, keputusan ini merupakan kesepakatan bersama dari hasil diskusi dalam rapat pleno,” katanya.

“Seluruh peserta rapat, terutama Ketua dan Sekretaris PWI se-Jawa Barat, telah diminta pendapatnya mengenai konflik dalam kepengurusan PWI Pusat. Mereka menyampaikan aspirasi mereka dan sepakat untuk menjalankan serta mengawal keputusan yang diambil oleh Pengurus PWI Jawa Barat. Akhirnya, kita sepakat mendukung hasil KLB dengan kepemimpinan Zulmansyah Sekedang,” tegas Hilman.

Dalam rapat pleno, Ketua Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat, Olan Sibarani, menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pengurus PWI Jawa Barat sudah tepat dan sejalan dengan keputusan Dewan Kehormatan. “Kami mendukung keputusan bersama ini, dan yang terpenting adalah kita harus tetap menjunjung tinggi AD/ART organisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Firman Rahmat dari Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat menekankan bahwa semua anggota dan pengurus PWI se-Jawa Barat wajib mematuhi keputusan rapat pleno. “Konflik yang terjadi telah menimbulkan banyak tafsir jika kita terus gali. Namun, Jawa Barat telah sepakat dalam rapat ini. Artinya, setelah keluar dari ruangan ini, suara Jawa Barat bulat mendukung kepemimpinan Zulmansyah,” tegas pria yang akrab disapa Noe.

Dalam rapat pleno, muncul berbagai tanggapan dari peserta, terutama dari para Ketua PWI se-Jawa Barat yang diminta memberikan pendapat. Tidak ada satu pun yang menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Hendry CH Bangun. Namun, beberapa peserta mengusulkan dan mendukung upaya rekonsiliasi yang terungkap dalam pertemuan antara Zulmansyah Sekedang dan Hendry CH Bangun di Kantor Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) beberapa waktu lalu.

Para ketua PWI Kabupaten/Kota secara serentak menyatakan komitmen untuk mengawal dan mendukung penuh semua keputusan yang diambil oleh Pengurus PWI Jawa Barat. Hilman Hidayat kemudian menegaskan bahwa PWI Jawa Barat mendukung kepemimpinan Zulmansyah Sekedang sebagai Ketua Umum PWI Pusat. (RLS)