Beranda blog Halaman 3334

3CM: Giat ‘Pendekar Anak Makassar’ Setop Eksploitasi Anak

Children Care Community Makassar (3CM)

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id-Algha Sanjaya, salah satu mahasiswa berprestasi Universitas Negeri Makassar (UNM) 2016, merupakan otak di balik lahirnya Children Care Community Makassar atau dikenal dengan 3CM.

3CM lahir dari sebuah keresahan atas fenomena kekerasan yang menimpah anak-anak di bawah umur. Mulai dari kasus narkoba, pergaulan bebas hingga eksploitasi anak.

“Dari situ, founder 3CM (Algha Sanjaya) berdiskusi dengan beberapa teman dan dosen hingga akhirnya terbentuklah komunitas yang concern kepada pendidikan dan pemenuhan hak-hak anak, yaitu Children Care Community Makassar (3CM) yang lahir pada 22 Mei 2016,” jelas Ahmad Rif’an Muzaqi, Wakil Presiden 3CM.

Zaky, begitu sapaan akrabnya, juga menjelaskan bahwa diusia 3CM yang hampir menyentuh usia dua tahun, 3CM sudah memiliki 80 volunteer dari dua generasi yang dinamakan ‘Pendekar Anak Makassar’. “Bulan ini akan ada perekrutan Pendekar Anak Makassar Generasi 3,” kata mahasiswa prodi pendidikan teknologi pertanian UNM itu.

“Pendekar kan artinya orang yang gagah berani atau suka membela yang lemah. Jadi maknanya, kita mau volunteer 3CM bisa dengan ikhlas membantu yang lemah. Nah, dalam hal ini, anak-anak Makassar,” jelas Zaky saat ditanya makna dibalik pemberian nama ‘Pendekar Anak Makassar’ kepada para volunteer.

Selain itu, Zaky juga menjelaskan tujuan didirikan 3CM adalah untuk menyadarkan masyarakat dan juga pemerintah bahkan pihak-pihak terkait tentang hak-hak anak yang harus dilindungi.

Pemberian bantuan berupa pakaian dan buku kepada pengelola Panti Asuhan Al-Muallaf

Goal-nya kita ingin menyadarkan masyarakat Makassar. Khususnya pemuda, bahwa masih ada loh anak-anak Makassar yang masih butuh perhatian kita. Selain itu, kita juga ingin pemerintah tidak segan-segan memberantas narkoba dan miras yang menurut kami sangat merusak moral anak,” papar Zaky.

Zaky mengatakan, untuk mencapai tujuan dari 3CM tersebut, baik pengurus maupun volunteer 3CM, giat melakukan kampanye bertajuk “3CM in Action and Public Campaign” yaitu kampanye malam minggu sehat tanpa SAD (Free Sex, Alcohol and Drugs) kepada warga masyarakat Makassar yang dilakukan di Pantai Losari.

“Selain kampanye malam minggu sehat tanpat SAD, 3CM juga pernah kampanye jangan takut-takuti anak dengan hantu. Nah, bentuk kegiatannya kita dandan hantu tapi hantunya lucu. Tujuannya untuk menyadarkan orang tua bahwa sering menakut-nakuti anak, akan membuat mentalnya lembek dan mudah takut,” bebernya.

Tak hanya berhenti pada kegiatan giat kampanye. 3CM juga melakukan forum diskusi dan bakti sosial atau baksos. “Pada forum diskusi diantara pengurus dan volunteer 3CM, kita mendiskusikan perkembangan kasus anak di Makassar. Nah, hasil dari diskusi tersebut yang kita bawa ke 3CM in action. Kalau baksos, rencana kita akan mengadakan baksos lokasinya belum ditentukan. Pada intinya, item kegiatan di baksos nanti tetap pendidikan dan penyuluhan,” paparnya.

3CM juga memiliki panti asuhan binaan; yaitu Panti Asuhan Al-Muallaf yang lokasinya di belakang puskesmas Kassi-kassi Makassar. Di panti asuhan binaan, para ‘Pendekar Anak Makassar’ melakukan proses belajar mengajar kepada anak-anak panti yang berusia SD, SMP, dan SMA. Pelajaran yang diberikan adalah semua mata pelajaran umum. Tetapi lebih difokuskan kepada mata pelajaran matematika, bahasa Inggris, dan agama.

“Selain pendidikan, kita juga mengumpulkan donasi baik itu baju bekas, atau pun donasi lainnya untuk disumbangkan ke panti tersebut. Alhamdulillah, sudah hampir dua tahun kami bina panti tersebut. Dari awalnya panti itu kurang mendapatkan donasi hingga sekarang alhamdulillah bantuan dari dermawan selalu ada,” tuturnya.

Meski demikian, dikatakan Zaky, semua yang telah dilakukan oleh 3CM belum sepenuhnya efisien dalam mencapai tujuan awal didirikan 3CM. “Memang belum. Kami juga meminta dukungan dari semua pihak, baik itu pemerintah maupun teman-teman dari komunitas lain. Karena kami percaya kalau kebaikan dikerjakan bersama-sama akan menghasilkan hal yang jauh lebih baik,” ungkapnya.

Namun kekurangan-kekurangan tersebut tidak sedikit pun menyurutkan keseriusan ‘Pendekar Anak Makassar’ melalui 3CM untuk memberantas fenomena kekerasan kepada anak. Hal itu dibuktikan dengan adanya tanda tangan petisi pada saat launching 3CM di Pantai Losari.

“Saat launching, ada 1000 Tanda Tangan Peduli Anak Indonesia. Jadi pada saat launching, ada tiga kegiatan waktu itu. Menyadarkan dan mengajak masyarakat untuk berprestasi aktif dalam perlindungan dan penjagaan akan; bekerja sama pemerintah dan instansi untuk lebih peduli anak; dan Launching 3CM,” jelasnya.

Terlepas dari itu, Zaky juga mengungkapkan alasannya tertarik bergabung bersama 3CM. “Alasan pertama sih, karena saya suka main sama anak-anak. Kedua saya suka di 3CM lebih mementingkan kekeluargaan dibanding kepentingan lain. Jadi nyaman gitu. Dan mungkin karena saya miris sih melihat banyaknya anak-anak yang sudah kecanduan narkoba, pergaulan bebas yang sudah kelewat batas apa lagi eksploitasi anak,” ceritanya.

Oleh karena itu, Zaky berharap semoga dengan adanya 3CM, banyak orang-orang yang awalnya apatis bisa lebih care dengan lingkungannya  terutama dengan anak-anak. “Kami juga berharap pemerintah juga mendukung kegiatan seperti ini,” harapnya. (FP)

Gallery Foto: Perayaan Milad ke IX Aksara FIP UNM

Tari Kreasi Balla Highland (Foto: Ist)
Tari Kreasi Balla Highland (Foto: Ist)

 

Teater Pelayaran Kau Jual Kami Beli (Foto: Ist)
Teater Pelayaran Kau Jual Kami Beli (Foto: Ist)
Tarian Tradisi Pakarena Bonto Bangun. (Foto: Ist)
Tarian Tradisi Pakarena Bonto Bangun. (Foto: Ist)
Sastra Pelayaran Cinta. (Foto: Ist)
Sastra Pelayaran Cinta. (Foto: Ist)

Perayaan Milad ke IX Aksara FIP UNM Mengusung Tema Selayar

Pemotongan tumpeng oleh Widya Nurmalasari S Pd, M Pd Selaku pembina Aksara FIP UNM (Foto: Ist)
Pemotongan tumpeng oleh Widya Nurmalasari S Pd, M Pd Selaku pembina Aksara FIP UNM (Foto: Ist)

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Bila tahun – tahun sebelumnya mengusung tema Mandar, Mamasa, maka pada perayaan Milad ke IX Lembaga Aksara Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengangkat tema Selayar “Allo Kalusukang Kaasa Mange Ri Sampulo” dengan menampilan kesenian – kesenian yang berasa dari Selayar.

Tak jauh berbeda dengan perayaan milad pada tahun – tahun sebelumnya, tahun ini pun pelataran Kampus FIP UNM masih menjadi lokasi pusat perayaan milad.

“Kan ini bentuk perekrutan anggota baru, jadi disini kami mementaskan apa yang telah kami pelajari dari kegiatan – kegiatan sebelumnya. Tujuan lainnya yaitu, yang menjadi calon anggota baru dalam kegiatan kami ini bisa lebih berpengalaman lagi dalam dunia pementasan,” jelas Nur Fadillah, Ketua Angkatan IX saat ditanya menganai tujuan kegiatan.

Fadillah juga berharap di ulang tahun ke IX, Lembaga Aksara bisa jauh lebih baik dari tahun – tahun sebelumnya. “Semoga Aksara bisa jauh lebih sukses. Bisa menjadi lembaga yang lebih eksis lagi di kalangan kampus maupun masyarakat,” harapnya. (FP)

Dosen UINAM ikuti International Workshop for Peace Educator di Korsel

(Foto: Ist)
(Foto: Ist)

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Tiga dosen UIN Alauddin bertolak ke Korea Selatan dalam rangka mengikuti kegiatan International Workshop for Peace Educator.

Kegiatan ini merupakan wujud MoU antara HWPL (Heavenly Culture World Peace Restoration of Light) dan UIN Alauddin.

International Workshop for Peace Educator ini berlangsung selama empat hari; sejak tanggal 4 hingga 7 Mei 2018 yang dilaksanakan di Jounju Korea Selatan.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal tentang kurikulum perdamaian yang bisa diajarkan berbagai institusi pendidikan, khusunya perguruan tinggi.

Workshop dihadiri oleh berbagai peserta termasuk delegasi UIN Alauddin, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sumatera Utara, UIN Banten, STAI As’adiyah Sengkang.(*)

Bupati Barru Apresiasi Penamatan Siswa SMA N 1 Barru 2018

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id – Bupati Barru Ir. H Suardi Saleh M,Si didampingi Ketua LPMP Prov.SulSel Dr. Halim Muharram, dan Kabag Humas Pemkab Barru Yossy Febrisiyah S, STp M,Si, menghadiri Penamatan dan Pelepasan Siswa Siswi SMA Negeri 1 Barru 2018 (Smabar18) di Aulah SMA Negeri 1 Barru Sumpang Binangae Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan pada hari Kamis (3/5).

Selain Bupati Barru bersama rombongan juga tampak hadir Ketua Komite Dr. H. Irham Jalil S,Pd. M,Ag, Kepala UPT Wlayah 8  dan para unsur UPT Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Para Kepala Sekolah UPT SMA se – Kabupaten Barru, para Guru SMA N 1 Barru, para orang tua Siswa beserta 640 Siswa  Alumni yang menggelar dirinya alumni “Silent 18, 14 Nama 1 Cerita”, (Student Of Intelligence Unlimited Tallent).

Mengawali acara Kepala SMA 1Barru Drs.H Umar M, MM dalam penyampaiannya terlebih dahulu memperkenalkan sejarah berdirinya Smabar yang lahir pada 21 September 1964 lalu, kemudian lahirlah alumni pertama pada tahun 1966 lalu,” terkait sejarah tersebut berarti sekolah kita hingga saat ini telah memproduksi alumni sebanyak 51alumni, sebagai mana di tahun 2017 lalu kita telah merayakan 50 Alumni emas pada Dekade pertama, berarti penamatan anak- anak kita di 2018 ini adalah alumni pertama pada Dekade ke dua sejak berdirinya Sekolah kita ini “, kata H.Umar

Lanjut H. Umar menjelaskan bahwa Smabar saat ini telah menamatkan sebanyak 460 siswa dan siswi, terdiri dari 277 jurusan IPA, dan 183 IPS,” syukur Alhamdulillah  kami telah mendapat informasi bahwa Sekolah kita ini lulus seratus persen dengan memperoleh peringkat kelulusan tingkat Provinsi Sulsel, dari sebanyak 502 Upt SMA se- Sul Sel, sekolah kita ini mendududuki peringkat 126 di jurusan IPA, sementara jurusan IPS dari 491Sekolah, kita berada pada peringkat 108 besar, olehnya itu kami berharap pada penamatan tahun berikutnya sekolah kita ini dapat meraih peningkatan peringkat yang lebih baik lagi”, tuntas Kepsek juga Alumni Smabar83 ini.

Kemudian Bupati Barru dalam Sambutannya, terlebi dahulu mengapresiasi acara penamatan dan pelepasan 460 Siswa yang mengelar berbagai pementasan dari karya dan kreasi para Alumni Silent Smabar18 tersebut, ” terlebi dahulu saya ucapkan selamat kepada anak- anaku yang baru saja menyelesaikan pendidikannya dengan bergai prestasi yang telah dicapai di Sekolah kita ini “, ujar Bupati.

Lanjut H.Suardi Saleh menyampaikan rasa terima kasinya kepada pihak SMA Negeri 1 Barru yang telah mengangkat nama baik Kabupaten Barru dengan peningkatan peringkat pada tingkat kelulusan se- Provinsi Susel, khususnya terhadap para Guru selaku tenaga pendidik yang dinilai telah berhasil meningkatkan kuwalitas dan mutu pendidikan di Kab.Barru,” olehnya itu pada kesempatan ini saya mengucapkan terima kasi kepada seluru tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolh kita ini, yang telah berhasil menamatkan siswa siswi kita dengan berbagai prestasi gemilang, sehingga dapat meloloskan Siswa dan Siswi kita pada puluhan perguruan  tinggi bergengsi di nusantara, olehnya itu saya berharap kedepan agar lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya.

Reporter : Abd Latif Ahmad

Ponpes Al-Junaidiyah Cetak 28 Santri Penghafal Al-Quran

 

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id, – Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Al-Junaidiyah Biru mengikuti Perpisahan Santri Madrasah Tsanawiyah Angkatan XXX, Madrasah Aliyah Angkatan XXIX dan Wisuda Hafalan Al-Quran 10 juz, 20 Juz, dan 30 Juz, Kamis (3/5/2018).

Kegiatan yang dihadiri perwakilan Forkopimda dan orang tua santri ini, digelar di aula Ponpes Al Junaidiyah, Jl Jend Sudirman, Bone.

Adapun jumlah santri yang dikhatamkan sebanyak 177 orang. Terdiri dari 28 orang tahfidz Madrasah Tahfizhil Quran, 92 orang MTs dan 56 orang santri MA.

Pimpinan Pondok Kh Jamaluddin A MThI mengharapkan, semua wisudawan sukses dalam hidupnya, mencapai cita-cita berguna bagi bangsa dan agamanya. Selain itu, Ia juga mengimbau orang tua santri agar selektif memilihkan sekolah untuk buah hantinya.

“Pilih sekolah yang mendidik anak untuk saleh,” kata Jamaluddin

Reporter: Abustan

Bantu Pemerataan Pendidikan, Relawan Pendidikan Dibutuhkan

Makassar, FAJARPENDIDIKAN.co.id –  Sudah sejak lama masalah kesetaraan, akses, dan kualitas masih jadi momok utama dalam pendidikan Indonesia. Tak semua anak bisa menikmati pendidikan yang layak terutama bagi anak-anak di daerah pelosok.

Menjamurnya komunitas pendidikan menjadi oase bagi pendidikan di daerah pelosok. Komunitas ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk turut andil dalam pemerataan pendidikan. Hal inilah yang menjadi bahasan dalam Talkshow Pendidikan yang digelar oleh Sikola Inspirasi Alam (SIA) yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional di Gedung PKK, Jl Anggrek, Rabu (2/5) malam lalu.

Salah satu rangkaian kegiatan Milad ke-2 Relawan SIA ini menghadirkan pemateri dari Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Sulsel, Abdul Wahid Nara, Kabid Manajemen Guru dan Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan Kota Makassar, Pantja Nurwahidin, Pendiri SIA, Andi Irwansyah, dan Guru Sukarela SD Cindakko, Abdul Azis. Talkshow ini dipandu oleh Presenter iNewsTV Makassar, Ulfah Djalawali.

Dalam Talkshow tersebut, Ketua IGI mengakui jika pemerataan pendidikan di Indonesia memang masih jauh dari kata “ideal”. Terbukti dengan masih banyaknya anak-anak yang belum bisa menikmati pendidikan yang layak.

“Masih banyak sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana sekolah yang layak. Mata pelajaran yang bisa diajarkan itu sangat terbatas. Kurikulum yang diajarkan tidak bisa disamakan dengan sekolah-sekolah yang ada di kota,” katanya Wakasek SMAN 11 Unggulan Pinrang ini saat diskusi tersebut.

Karena itu, ia sangat mengapresiasi adanya komunitas pendidikan yang peduli pendidikan sehingga anak-anak di daerah pelosok bisa menikmati pendidikan yang layak.

Kabid Manajemen Guru dan Tenaga Pendidik Dinas Pendidikan Kota Makassar, Pantja Nurwahidin menjelaskan persoalan pemerataan pendidikan disebabkan oleh mindset masyarakat atau orang tua siswa di pelosok yang masih kurang terhadap pentingnya pendidikan, terutama bagi masyarakat ekonomi lemah.

“Ada hubungan yang ajeg dan positif antara kemampuan ekonomi dengan perhatian terhadap pendidikan. Itu sudah jadi teori yang umum,” katanya.

Permasalahan pendidikan, tuturnya, menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya dari pemerintah tapi masyarakat juga. “Masalah pendidikan ini harus dituntaskan bersama,” katanya.

Sementara itu, salah satu guru sukarela SD Cindakko, Abd Azis menceritakan perjuangannya mengajar di Dusun Cindakko, Desa Bontosomba, Kec Tompobulu, Maros. Ia menuturkan jika warga Cindakko sangat menginginkan anak-anaknya sekolah. Hanya saja, anak-anak tidak bisa mendapatkan pendidikan yang layak karena fasilitas yang minim. Belum lagi sekolah hanya bisa diakses dengan jalan kaki sekitar 5 km dengan jalan yang terjal dan menukik.

Beruntung ia dibantu oleh relawan dari Sikola Inspirasi Alam yang setiap bulan mengirim relawan untuk mengajar di sekolah tersebut. “Saya sangat terbantu dengan adanya relawan dari Sikola Inspirasi Alam. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, dan segalanya untuk bisa mengajar disana. Saya sangat terbantu,” katanya.

Pendiri SIA, Andi Irwansyah menuturkan konsep relawan pendidikan sangat membantu dalam proses penyetaraan pendidikan, terutama di daerah yang kesulitan karena akses, seperti Cindakko. Karena itulah, berjamurnya komunitas yang bergerak di bidang pendidikan haruslah di dukung oleh pemerintah.
“Kami ada sebagai bentuk keprihatinan kami terhadap dunia pendidikan. Kita tidak bisa berharap sepenuhnya kepada pemerintah. Karena itulah, kami ada, ” katanya.

Sikola Inspirasi Alam adalah komunitas kesukarelawan di bidang pendidikan untuk daerah terpencil dan telah berdiri sejak 2 Mei 2016. Komunitas yang menerapkan pendidikan alam sebagai basis ajar ini telah merekrut 293 relawan selama 19 kali pemberangkatan. Sebagai sekolah alternatif, Sikola Inspirasi Alam bekerjasama dengan Sekolah Dusun Cindakko untuk menyediagkan tenaga pengajar secara periodik untuk melakukan proses belajar-mengajar. Semua program ini dilaksanakan secara tematik (pendidikan alam) yang ditujukan untuk lebih merekatkan siswa dengan lingkungannya.

Selain melakukan Talkshow, tamu undangan juga disuguhkan penampilan relawan Angngaru’, Tari Tradisional, Stand Up Comedy, Akustik, Pemutaran Video, dan Spesial stand racikan kopi Cindakko oleh Kedai Pribumi. Ada juga simbolisasi penyerahan Bantuan Sosial Kemasyarakatan PT Pertamina MOR VII kepada SIA.

Dampingi Bupati Barru Pantau UN Tingkat SD, Ini Kata Dr Abustan Andi Bintang

Barru, FAJARPENDIDIKAN.co.id -Dinas Pendidikan Kabupaten Barru mulai melaksanakan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Dasar (SD) se- Kabupaten Barru, Kamis (3/5).

Terpantau, Bupati Barru Ir H Suardi Saleh MSi didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kab. Barru Dr.Ir Abustan Andi Bintang M,Si bersama Ketua  LPMP Prov. Sulsel Dr. Halim Muharram dan Kabag Humas Pemkab Barru, Yossi Febrisiyah S,Stp M,Si turun memantau langsung pelaksanaan Ujian Nasional di Sekolah Dasar Inpres Barru 1 Sumpang Binangae Barru, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan, Kamis (3/5).

Sekedar diketahui bahwa khusus di Kecamatan Barru terdapat tiga (3) wilayah 6 Subrayon (subra), untuk wilayah satu (I) terdapat 2 subra, wilayah dua (II) 2 subra dan wilayah 3 terdapat 2 subra.

Kadis Diknas Barru Dr. ir Abustan AB M,Si yang di jumpai FAJARPENDIDIKAN.co.id di selah pemantauan menjelaskan bahwa, Dinas Pendidikan Kab. Barru hari ini mulai melaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD). Di Barru, ada 198 SD menggelar UN hari ini.  Abustan juga menyampaikan, jika Sekolah Dasar di Kabupaten Barru hari ini sudah siap untuk pelaksanaan ujian nasional. “Insya Allah seluruh sekolah dasar sudah siap dan sekarang soal-soal sudah kami telah mendistribusikan ke masing-masing sekolah di kecamatan,” kata Abustan.

Dia mengatakan, kemarin telah dilakukan pemilahan soal-soal untuk didistribusikan ke sekolah masing-masing. dan pagi ini distribusi di sekolah-sekolah tempat dilangsungkannya ujian ini. “ hari ini sampai tanggal 6 itu ujian utama dan tanggal 8 itu ujiannya di sekolah masing-masing,” ucapnya.

Video Pilihan Dalam penyusunan soal ujian kata Abustan, 25 persen disusun oleh kementrian dan 75 persen disusun oleh MGMP kabupaten. “Harapan saya mudah-mudahan UN hari ini berjalan lancar dan aman hingga selesai,” harap Abustan Andi Bintang.

Reporter: Abd Latif Ahmad

17 Pasangan Nikah Massal, Jalani Resepsi di Sentul Bogor

Bogor, FAJARPENDIDIKAN.co.id- Usai lakukan nikah massal, 17 pasangan pengantin di desa Babakan merayakan resepsi pernikahan yang digelar di Plaza Niaga Dua Sentul City Bogor, Selasa 1 Mei 2018 yang diselenggarakan oleh PT Global Ikhwan Grup, Yayasan Global Ikhwan. Acara meriah itu dibuka dengan pantun dan pencak silat dari anak-anak yang turut meramaikan resepsi.

“Perusahan Global Ikhwan menganggap pimpinan seperti orangtua yang dipikirkan keperluan rumah tangganya, 17 pasang dibuat sekalian semuanya sama. Persiapan pernikahan, kesiapan calon mempelai, sudah ijab kabul semua di masing-masing lokasi namun resepsi ini jadi sekalian,” kata Komisaris dan Pembina Yayasan Global Ikhwan Grup Ing Gina Puspita di Bogor.

Sementara Ketua Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia (LPPMII) Kamilov Sagala mengaku merasa haru atas diselenggarakannya acara tersebut. Dia menilai, 17 pasangan berlatar belakang berbeda berkumpul sangat kooperatif untuk menyukseskan acara tersebut.

“Melihat peristiwa besar di pagi ini, ada dari Sumatera, Semarang, Kalimantan bahwa perjuangan untuk resepsi sangat mahal tapi dengan acara seperti ini kita lihat nikmat dan ibadah. Saya merasa haru, bangga salut dan hormat,“ kata Kamilov.

Sebagai pelaksanaan resepsi tersebut Kamilov mengatakan, memang kesulitan di beberapa lapisan masyarakat untuk menyelenggarakan resepsi pernikahan. Namun akhirnya bisa dilangsungkan dengan khidmat.

Dukungan dari LPPMII diberikan untuk menyikapi masalah kependudukan yang kompleks. Oleh karena itu, acara ini disebut salah satu contoh terbaik dalam penyelenggaraan resepsi yang banyak manfaat.

Disebutkan, dari 17 pasang peserta nikahan massal terdapat empat pasangan poligami dan 13 pasangan monogami.

Salah satu peserta menyatakan, sangat senang dan merasa terbantu dengan diadakannya pernikahan dan resepsi ini.

“Ini pernikahan saya yang ketiga kalinya. Kami kan anak-anak yayasan sangat senang apabila orangtua dari yayasan menyelenggarakan hal ini secara serentak. Banyak keluarga yang berkumpul di sini menjadi keluarga baru lagi,” kata Faisal, salah satu peserta saat diwawancarai Seperti diketahui PT Global Ikhwan Grup bergerak di bidang pendidikan,kesehatan, dakwah hingga bidang kuliner yang berpusat di Bogor, Jawa Barat. (*)

Edukasi Pelajar, Bank Panin Sambangi SMP 8 Watampone

SimPel Bank Panin layani Pelajar di SMP Negeri 8 Watampone, Kamis (3/5)
SimPel Bank Panin layani Pelajar di SMP Negeri 8 Watampone, Kamis (3/5)

Bone, FAJARPENDIDIKAN.co.id– Sejumlah pegawai Bank Panin Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bone menyambangi SMP Negeri 8 Watampone, Kamis (3/5/2018).

Hal itu dilakukan untuk mengedukasi kalangan pelajar di SMP Negeri 8 Watampone. Kegiatan ini dikenal dengan program simpanan pelajar (SimPel).

Teller Bank Panin, Asrin Aldilah mengatakan program simPel di SMP Negeri 8 Watampone sudah berjalan sekitar 2 tahunan lalu. Selain mengedukasi pelajar untuk menabung, lanjutnya, ada beberapa kemudahan yang ditawarkan pihak bank untuk kaum pelajar. Diantaranya, bebas biaya administrasi, dan tanpa adanya pemotongan biaya administrasi bulanan.

“Memberikan edukasi dan kemudahan bagi para pelajar untuk memiliki tabungan sendiri. Tiap kamis kami datang di sekolah “kata Asrin kepada FAJARPENDIDIKAN.co.id, Kamis (3/5/2018), siang.

Reporter: Abustan